Javascript must be enabled to continue!
Makna Filosofi Ungkapan Peribahasa Masyarakat Tolaki Mekongga di Kabupaten Kolaka
View through CrossRef
Makna Filosofi ungkapan peribahasa masyarakat Tolaki Mekongga. tujuan penelitian untuk mengidentifikasi makna filosofi ungkapan peribahasa suku Tolaki Mekongga baik dari tradisi ataupun peribahasa seperti kata sangga-sanggai olutumu pekiki inesamba. Metode penelitian dekristif kualitatif dengan lokasi Kota kolaka. Survey lapangan dengan melakukan pengambilan data, wawancara masyarakat, komunis dan toko adat sesuai dengan kenyataan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna filosofi ungkapan peribahasa suku tolaki dari bahasa sangga-sanggai olutumu pekiki inesamba yang di jadikan semboyan kota kolaka melambangkan arti berfikir sebelum bertindak. Makna filosofi ungkapan peribahasa tersebut yang lebih mengacu pada falsafah tolaki mekongga yaitu sangga-sanggai olutumu pekiki inesamba, dalam arti kata sangga artinya tebas-tebas, olutumu artinya lututmu, pekiki yang artinya menggigit dan inesamba artinya ranting, dari arti kata tersebut memiliki arti yang berbeda dengan makna ungkapan perbahasanya, kalau di pandang dari segi makna dan filosofi memiliki arti berbeda yaitu sebelum melakukan sesuatu fikirkan dengan matang-matang, dari makna tersebut akan menimbulkan dampak.
Title: Makna Filosofi Ungkapan Peribahasa Masyarakat Tolaki Mekongga di Kabupaten Kolaka
Description:
Makna Filosofi ungkapan peribahasa masyarakat Tolaki Mekongga.
tujuan penelitian untuk mengidentifikasi makna filosofi ungkapan peribahasa suku Tolaki Mekongga baik dari tradisi ataupun peribahasa seperti kata sangga-sanggai olutumu pekiki inesamba.
Metode penelitian dekristif kualitatif dengan lokasi Kota kolaka.
Survey lapangan dengan melakukan pengambilan data, wawancara masyarakat, komunis dan toko adat sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna filosofi ungkapan peribahasa suku tolaki dari bahasa sangga-sanggai olutumu pekiki inesamba yang di jadikan semboyan kota kolaka melambangkan arti berfikir sebelum bertindak.
Makna filosofi ungkapan peribahasa tersebut yang lebih mengacu pada falsafah tolaki mekongga yaitu sangga-sanggai olutumu pekiki inesamba, dalam arti kata sangga artinya tebas-tebas, olutumu artinya lututmu, pekiki yang artinya menggigit dan inesamba artinya ranting, dari arti kata tersebut memiliki arti yang berbeda dengan makna ungkapan perbahasanya, kalau di pandang dari segi makna dan filosofi memiliki arti berbeda yaitu sebelum melakukan sesuatu fikirkan dengan matang-matang, dari makna tersebut akan menimbulkan dampak.
Related Results
PERBANDINGAN MAKNA PADA PERIBAHASA MANDARIN DAN PERIBAHASA INDONESIA YANG MENGGUNAKAN KATA ‘AIR’
PERBANDINGAN MAKNA PADA PERIBAHASA MANDARIN DAN PERIBAHASA INDONESIA YANG MENGGUNAKAN KATA ‘AIR’
Mempelajari bahasa Mandarin tidak bisa terlepas dari mempelajari peribahasanya. Sebagai bagian penting dari pembentuk kosakata bahasa Mandarin, peribahasa bukan hanya merupakan sat...
LEKSIKON BUDAYA DALAM UNGKAPAN PERIBAHASA SUNDA (Kajian Antropolinguistik)
LEKSIKON BUDAYA DALAM UNGKAPAN PERIBAHASA SUNDA (Kajian Antropolinguistik)
AbstrakPenelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan leksikon budaya yang ada dalam ungkapan dan peribahasa Sunda. Deskripsinya memiliki empat hal, yaitu kosa kata budaya d...
Tolaki Customary Law Regulation on Tolaki Community Land Disputes in Lambandia District, East Kolaka Regency
Tolaki Customary Law Regulation on Tolaki Community Land Disputes in Lambandia District, East Kolaka Regency
Customary land is an essential aspect of the Tolaki tribal community, which is jointly owned by them and holds great significance. However, disputes over customary land often arise...
Local Language Maintenance Based on the Story of the Mekongga People in Kolaka District Southeast Sulawesi Province
Local Language Maintenance Based on the Story of the Mekongga People in Kolaka District Southeast Sulawesi Province
The socio-cultural condition of the Mekongga community in Kolaka Regency is known to have a lot of oral literature, one of which is folklore. The phenomenon of local language intim...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Makna Narit Maja Berdasarkan Bidang Agama dan Adat Istiadat dalam Masyarakat Bireuen
Analisis Makna Narit Maja Berdasarkan Bidang Agama dan Adat Istiadat dalam Masyarakat Bireuen
Penelitian ini bertujuan mengkaji makna narit maja berdasarkan bidang keagamaan dan adat istiadat dalam masyarakat Bireuen. Data narit maja diperoleh dari tuturan masyarakat Bireue...
PERBANDINGAN PERIBAHASA SUNDA DAN INDONESIA (Kajian Semantik Formal dan Etnopedagogik)
PERBANDINGAN PERIBAHASA SUNDA DAN INDONESIA (Kajian Semantik Formal dan Etnopedagogik)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perbandingan peribahasa Sunda‐Indonesia secara semantik formal dan etnopedagogik dalam peribahasa yang memiliki makna ...
PERIBAHASA SUNDA (Kajian Struktur, Semantik, dan Psikolinguistik)
PERIBAHASA SUNDA (Kajian Struktur, Semantik, dan Psikolinguistik)
Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur peribahasa Sundaditinjau dari unsur fungsional sintaksisnya (tata kalimat), menganalisis dan mendeskripsika...

