Javascript must be enabled to continue!
Sila Pertama Pancasila dalam Perspektif Tafsir: Kajian tentang Ketuhanan dalam Al-Qur'an
View through CrossRef
Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, merupakan landasan fundamental kehidupan berbangsa yang memiliki keterkaitan erat dengan konsep tauhid dalam ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep ketuhanan dalam perspektif Al-Qur’an serta menganalisis relevansinya dengan sila pertama Pancasila dalam konteks kehidupan berbangsa di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhū‘ī) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ketuhanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep tauhid dalam Al-Qur’an—yang meliputi aspek rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa sifat—memiliki kesinambungan teologis dan filosofis dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai ketuhanan dalam Islam tidak bertentangan dengan Pancasila, melainkan justru memperkuat fondasi moral, toleransi, keadilan, dan harmoni kehidupan beragama di Indonesia. Implikasi kajian ini menunjukkan bahwa sila pertama Pancasila dapat dipahami sebagai titik temu antara nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam membangun kehidupan bernegara yang religius dan inklusif
Title: Sila Pertama Pancasila dalam Perspektif Tafsir: Kajian tentang Ketuhanan dalam Al-Qur'an
Description:
Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, merupakan landasan fundamental kehidupan berbangsa yang memiliki keterkaitan erat dengan konsep tauhid dalam ajaran Islam.
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep ketuhanan dalam perspektif Al-Qur’an serta menganalisis relevansinya dengan sila pertama Pancasila dalam konteks kehidupan berbangsa di Indonesia.
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhū‘ī) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ketuhanan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep tauhid dalam Al-Qur’an—yang meliputi aspek rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa sifat—memiliki kesinambungan teologis dan filosofis dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila.
Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai ketuhanan dalam Islam tidak bertentangan dengan Pancasila, melainkan justru memperkuat fondasi moral, toleransi, keadilan, dan harmoni kehidupan beragama di Indonesia.
Implikasi kajian ini menunjukkan bahwa sila pertama Pancasila dapat dipahami sebagai titik temu antara nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam membangun kehidupan bernegara yang religius dan inklusif.
Related Results
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Idealisasi Metode Living Qur’an
Idealisasi Metode Living Qur’an
<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p> </p><p>Living Qur’an is one of the contemporary method which needs some supports to be ...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
AL-QUR’AN: THE ONLY DIVINE GUIDANCE IN PRISTINE FORM
Al-Qur’an is the Final divine revelation sent down to the Final Messenger of God, the Prophet Muhammad (PBUH). Allah SWT is the creator of all humankind, Jinns, and all creatures...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
ARTIKEL PERSATUAN INDONESIA SILA KETIGA
ARTIKEL PERSATUAN INDONESIA SILA KETIGA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjelaskan secara singkat tentang Pancasila, (2) Menjelaskan isi sila ketiga Pancasila, (3) Mendeskripsikan fakta keberagaman bangsa Indonesia, ...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...

