Javascript must be enabled to continue!
Rasa Takut Terhadap Kematian Di Antara Mahasiswa Keperawatan
View through CrossRef
Latar Belakang: Menghadapi kematian adalah pengalaman paling menegangkan dan menimbulkan rasa takut dan cemas bagi mahasiswa keperawatan dalam menjalani praktik klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rasa takut dan cemas yang dialami oleh responden terkait kematian dan kondisi sekarat, baik yang dialami diri sendiri maupun orang lain. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan kepada 163 mahasiswa keperawatan di Universitas Advent Bandung dengan tehnik convenience sampling menggunakan kuesioner A Revised Collett-Lester Fear of Death Scale untuk mengukur rasa takut dan cemas terhadap kematian dan kondisi sekarat, baik yang terjadi pada diri sendiri maupun pada orang lain. Hasil: Bila diranking rasa takut yang paling besar dirasakan adalah: 1) Takut terhadap kematian orang lain (rerata 26.48); 2) Takut mengalami kondisi sekarat (rerata 25.33); 3) Takut melihat orang lain sekarat (rerata 24.42); dan 4) Takut mengalami kematian (mean 22.43). Hal yang paling ditakutkan terkait kematian diri sendiri adalah mati muda (rerata 3.79). Hal yang paling ditakutkan bila mengalami kondisi sekarat adalah merasakan sakit (rerata 4.04). Hal yang paling ditakutkan dari kematian orang lain adalah kehilangan seseorang yang dekat (mean 4.35). Hal yang paling menakutkan dalam melihat orang lain sekarat adalah melihat mereka menderita kesakitan (mean: 4.13). Diskusi: Pendidikan keperawatan memainkan peran kunci dalam mempersiapkan perawat masa depan dalam menghadapi pasien yang sekarat. Oleh karena itu penting untuk menyediakan dukungan psikologi atau pendidikan khusus untuk mengatasi rasa takut terhadap kematian.
Title: Rasa Takut Terhadap Kematian Di Antara Mahasiswa Keperawatan
Description:
Latar Belakang: Menghadapi kematian adalah pengalaman paling menegangkan dan menimbulkan rasa takut dan cemas bagi mahasiswa keperawatan dalam menjalani praktik klinis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rasa takut dan cemas yang dialami oleh responden terkait kematian dan kondisi sekarat, baik yang dialami diri sendiri maupun orang lain.
Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan kepada 163 mahasiswa keperawatan di Universitas Advent Bandung dengan tehnik convenience sampling menggunakan kuesioner A Revised Collett-Lester Fear of Death Scale untuk mengukur rasa takut dan cemas terhadap kematian dan kondisi sekarat, baik yang terjadi pada diri sendiri maupun pada orang lain.
Hasil: Bila diranking rasa takut yang paling besar dirasakan adalah: 1) Takut terhadap kematian orang lain (rerata 26.
48); 2) Takut mengalami kondisi sekarat (rerata 25.
33); 3) Takut melihat orang lain sekarat (rerata 24.
42); dan 4) Takut mengalami kematian (mean 22.
43).
Hal yang paling ditakutkan terkait kematian diri sendiri adalah mati muda (rerata 3.
79).
Hal yang paling ditakutkan bila mengalami kondisi sekarat adalah merasakan sakit (rerata 4.
04).
Hal yang paling ditakutkan dari kematian orang lain adalah kehilangan seseorang yang dekat (mean 4.
35).
Hal yang paling menakutkan dalam melihat orang lain sekarat adalah melihat mereka menderita kesakitan (mean: 4.
13).
Diskusi: Pendidikan keperawatan memainkan peran kunci dalam mempersiapkan perawat masa depan dalam menghadapi pasien yang sekarat.
Oleh karena itu penting untuk menyediakan dukungan psikologi atau pendidikan khusus untuk mengatasi rasa takut terhadap kematian.
Related Results
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Proses Keperawatan dalam Teknik Pengumpulan Data dan Dokumentasi Asuhan Keperawatan
Dalam proses keperawatan peran perawat dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dan salah satu hal penting dalam proses keperawatan...
Penemuan Solusi Akhir Suatu Masalah Melalui Proses Keperawatan
Penemuan Solusi Akhir Suatu Masalah Melalui Proses Keperawatan
Rumah sakit merupakan sebuah organisasi kesehatan yang sangat bermanfaat guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, sebagaimana tertera dalam UU RI No 44 pasal 1. Setiap ...
PERBEDAAN SIKAP TERHADAP KEMATIAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERAWAT
PERBEDAAN SIKAP TERHADAP KEMATIAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK PERAWAT
Facing death is not the expected experience for nurses, but nurses cannot avoid this situation. Death attitude is the most important factor influencing healthcare’s professionalism...
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
PENGARUH DIAGNOSA KEPERAWATAN TERHADAP TINGKAT MUTU ASUHAN KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan merupakan sebuah tonggak atau dasar bagi perawat untukmelakukan suatu asuhan keperawatan. Pasien datang ke fasilitas kesehatan tentu memilikikeluhan masing-mas...
SIFAT-SIFAT DALAM PROSES KEPERAWATAN
SIFAT-SIFAT DALAM PROSES KEPERAWATAN
Menurut Callista Roy (1976), keperawatan merupakan disiplin ilmu yang berorientasi kepadapratik keperawatan berdasarkan ilmu keperawatan, yang ditujukan untuk memberikanpelayanan k...
"PROSES KEPERAWATAN SEBAGAI METODE DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN"
"PROSES KEPERAWATAN SEBAGAI METODE DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KEPERAWATAN"
Latar belakang : Standar praktik keperawatan profesional di Indonesia telah dijabarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada tahun 2000. Standar tersebut mengacu pa...
Penerapan artificial intelligence dalam praktik pendidikan keperawatan
Penerapan artificial intelligence dalam praktik pendidikan keperawatan
Latar belakang: Artificial Intelligence (AI) semakin banyak diterapkan dalam pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan efisiensi praktik keperawatan. Imp...
GAMBARAN EMPATI MAHASISWA KEPERAWATAN PROGRAM PROFESI NERS UNIVERSITAS DIPONEGORO
GAMBARAN EMPATI MAHASISWA KEPERAWATAN PROGRAM PROFESI NERS UNIVERSITAS DIPONEGORO
Empati penting bagi seorang perawat terutama untuk mahasiswa keperawatan karena empati mempunyai banyak manfaat seperti mengoptimalkan asuhan keperawatan kepada pasien, meningkatka...

