Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERAN KADER POSYANDU DALAM MENCEGAH STUNTING DI DUSUN SRUNGGO 2 SELOPAMIORO IMOGIRI BANTUL YOGYAKARTA

View through CrossRef
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan anak di Indonesia, termasuk di Dusun Srunggo 2, Selopamioro, Imogiri, Bantul. Meskipun prevalensi stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Bantul menunjukkan tren penurunan, upaya pencegahan tetap perlu diperkuat melalui layanan kesehatan berbasis masyarakat seperti Posyandu. Kader Posyandu memegang peranan penting dalam memberikan edukasi gizi, memantau status gizi anak, serta melakukan intervensi dan pendampingan keluarga dalam mencegah stunting. Namun, efektivitas peran kader sangat dipengaruhi oleh kapasitas, pelatihan, dan dukungan masyarakat maupun pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran kader Posyandu di Dusun Srunggo 2, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta dalam pencegahan stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk memahami secara komprehensif peran kader Posyandu dalam pencegahan stunting di Dusun Srunggo 2. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola, pengalaman, serta tantangan kader di lapangan. Triangulasi sumber dan teknik member checking digunakan untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu edukasi gizi, pemantauan status gizi anak, pendekatan berbasis keluarga, kolaborasi dengan puskesmas dan lembaga lain, inovasi kader dan tingkat partisipasi masyarakat. Meskipun kader telah berperan aktif, kendala seperti kurangnya pelatihan, terbatasnya fasilitas, dan rendahnya kehadiran ibu balita menjadi hambatan dalam optimalisasi program pencegahan stunting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas kader Posyandu serta dukungan lintas sektor sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pencegahan stunting di Dusun Srunggo 2. Upaya berkelanjutan berupa pelatihan, penyediaan fasilitas, dan peningkatan partisipasi masyarakat diperlukan untuk memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pencegahan stunting di tingkat desa.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul
Title: PERAN KADER POSYANDU DALAM MENCEGAH STUNTING DI DUSUN SRUNGGO 2 SELOPAMIORO IMOGIRI BANTUL YOGYAKARTA
Description:
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan anak di Indonesia, termasuk di Dusun Srunggo 2, Selopamioro, Imogiri, Bantul.
Meskipun prevalensi stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Bantul menunjukkan tren penurunan, upaya pencegahan tetap perlu diperkuat melalui layanan kesehatan berbasis masyarakat seperti Posyandu.
Kader Posyandu memegang peranan penting dalam memberikan edukasi gizi, memantau status gizi anak, serta melakukan intervensi dan pendampingan keluarga dalam mencegah stunting.
Namun, efektivitas peran kader sangat dipengaruhi oleh kapasitas, pelatihan, dan dukungan masyarakat maupun pemerintah.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran kader Posyandu di Dusun Srunggo 2, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta dalam pencegahan stunting.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk memahami secara komprehensif peran kader Posyandu dalam pencegahan stunting di Dusun Srunggo 2.
Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola, pengalaman, serta tantangan kader di lapangan.
Triangulasi sumber dan teknik member checking digunakan untuk menjaga keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu edukasi gizi, pemantauan status gizi anak, pendekatan berbasis keluarga, kolaborasi dengan puskesmas dan lembaga lain, inovasi kader dan tingkat partisipasi masyarakat.
Meskipun kader telah berperan aktif, kendala seperti kurangnya pelatihan, terbatasnya fasilitas, dan rendahnya kehadiran ibu balita menjadi hambatan dalam optimalisasi program pencegahan stunting.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas kader Posyandu serta dukungan lintas sektor sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pencegahan stunting di Dusun Srunggo 2.
Upaya berkelanjutan berupa pelatihan, penyediaan fasilitas, dan peningkatan partisipasi masyarakat diperlukan untuk memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pencegahan stunting di tingkat desa.

Related Results

GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
Cakupan D/S sebesar 39,20 %, cakupan K/S 100 %, dan  cakupan N/S 26,47 % . Pencapaian indikator Posyandu di Desa Singaparna tidak terlepas dari peran kader posyandu yang ada di des...
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
HUBUNGAN PERSEPSI KADER KESEHATAN TENTANG SEKOLAH KADER DENGAN KEPUASAN KADER KESEHATAN DI DUSUN SOKA SELOHARJO PUNDONG BANTUL TAHUN 2024
Persepsi sekolah kader memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kepuasan kader kesehatan. Pelatihan dan pemeliharaan kader kesehatan merupakan faktor penting dalam meningkatkan ...
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
Posyandu bertugas membantu kepala desa dalam peningkatan pelayanan Kesehatan Masyarakat desa. Kader sebagai tangan panjang tenaga kesehatan di masyarakat memiliki peran yang pentin...
RANCANG BANGUN WEBSITE POSYANDU ONLINE KEMBANG SETAMAN KOTA BOGOR
RANCANG BANGUN WEBSITE POSYANDU ONLINE KEMBANG SETAMAN KOTA BOGOR
Posyandu adalah salah satu kegiatan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan dan anggota posyand...
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyand...
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KADER POSYANDU MELALUI SEKOLAH KADER
PENGEMBANGAN MODEL PELATIHAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KADER POSYANDU MELALUI SEKOLAH KADER
Kompetensi kader posyandu memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan Posyandu, termasuk edukasi Masyarakat. Kader posyandu berperan pemberi layanan dan dukungan u...

Back to Top