Javascript must be enabled to continue!
Uji Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Berbagai Lama Penyimpanan
View through CrossRef
Biji kakao merupakan biji rekalsitran atau biji yang tidak dapat disimpan pada suhu rendah. Apabila disimpan pada suhu rendah dapat mengalami kemunduran viabilitasnya. Penyimpanan biji kakao dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan tanam. Untuk mengetahui kemampuan daya simpan benih kakao dilakukan dengan menguji vigor benih benih setelah disimpan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Oktober 2020 yang bertempat di Laboratorium Teknologi Produksi Benih Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri atas 2 perlakuan dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Klon yaitu K1 = Klon ICCRI 03 : K2 = Klon MCC 01 , dan faktor kedua adalah Lama Penyimpanan (P) dengan 4 taraf yaitu P0 = Benih langsung ditanam (Kontrol) : P1 = Benih disimpan 5 hari : P2 = Benih disimpan 10 hari : P3 = Benih disimpan 15 hari. Parameter yang diamati adalah : jumlah benih yang tidak rusak dan tidak berjamur, kecepatan berkecambah, daya berkecambah, berat basah kecambah, berat kering kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan klon memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah benih yang tidak rusak dan tidak berjamur saat penyimpanan, berat basah kecambah, serta berat kering kecambah. Perlakuan lama penyimpanan memiliki pengaruh berbeda sangat nyata terhadap jumlah benih yang tidak rusak dan tidak berjamur saat penyimpanan , kecepatan berkecambah, serta berat basah kecambah. Serta interaksi antara klon kakao dan lama penyimpanan memiliki pengaruh berbeda sangat nyata terhadap jumlah benih yang tidak rusak dan tidak berjamur saat penyimpanan.
Title: Uji Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Pada Berbagai Lama Penyimpanan
Description:
Biji kakao merupakan biji rekalsitran atau biji yang tidak dapat disimpan pada suhu rendah.
Apabila disimpan pada suhu rendah dapat mengalami kemunduran viabilitasnya.
Penyimpanan biji kakao dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan tanam.
Untuk mengetahui kemampuan daya simpan benih kakao dilakukan dengan menguji vigor benih benih setelah disimpan.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Oktober 2020 yang bertempat di Laboratorium Teknologi Produksi Benih Politeknik Negeri Jember.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri atas 2 perlakuan dengan 4 ulangan.
Faktor pertama adalah Klon yaitu K1 = Klon ICCRI 03 : K2 = Klon MCC 01 , dan faktor kedua adalah Lama Penyimpanan (P) dengan 4 taraf yaitu P0 = Benih langsung ditanam (Kontrol) : P1 = Benih disimpan 5 hari : P2 = Benih disimpan 10 hari : P3 = Benih disimpan 15 hari.
Parameter yang diamati adalah : jumlah benih yang tidak rusak dan tidak berjamur, kecepatan berkecambah, daya berkecambah, berat basah kecambah, berat kering kecambah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan klon memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah benih yang tidak rusak dan tidak berjamur saat penyimpanan, berat basah kecambah, serta berat kering kecambah.
Perlakuan lama penyimpanan memiliki pengaruh berbeda sangat nyata terhadap jumlah benih yang tidak rusak dan tidak berjamur saat penyimpanan , kecepatan berkecambah, serta berat basah kecambah.
Serta interaksi antara klon kakao dan lama penyimpanan memiliki pengaruh berbeda sangat nyata terhadap jumlah benih yang tidak rusak dan tidak berjamur saat penyimpanan.
Related Results
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR DAN KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)
Usaha pembibitan kakao yang dilakukan secara besar-besaran seringkali menghadapi masalah ketersediaan air penyiraman. Untuk mengatasi hal tersebut, pemberian Fungi Mikoriza Arbusku...
Viabilitas Benih Mindi (Melia Azedarach L.) Melalui Uji Daya Hantar Listrik
Viabilitas Benih Mindi (Melia Azedarach L.) Melalui Uji Daya Hantar Listrik
Penyimpanan benih dalam jangka waktu tertentu dapat memengaruhi viabilitas benih. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh lama penyimpanan benih terhadap viabilitas beni...
PENGARUH MODAL, PENGALAMAN, JAM KERJA DAN HARGA KAKAO TERHADAP PENDAPATAN PETANI KAKAO DI TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN NGLANGGERAN
PENGARUH MODAL, PENGALAMAN, JAM KERJA DAN HARGA KAKAO TERHADAP PENDAPATAN PETANI KAKAO DI TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN NGLANGGERAN
Indonesia sangat mengandalkan sektor pertaniannya terutama subsektor perkebunannya. Salah satukomoditi yang sering dibudidayakan adalah kakao. Daerah Desa Nlglanggeran bahkan memil...
Pengaruh Letak Buah pada Berbagai Umur Tanaman Terhadap Mutu Kakao (Theobroma cacao L.)
Pengaruh Letak Buah pada Berbagai Umur Tanaman Terhadap Mutu Kakao (Theobroma cacao L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh letak buah dan perbedaan umur tanaman terhadap mutu kakao. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2015. Pengambilan sa...
DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEA KELUAR TERHADAP EKSPOR KAKAO INDONESIA TAHUN 2001-2017 DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEA KELUAR TERHADAP EKSPOR KAKAO INDONESIA
DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEA KELUAR TERHADAP EKSPOR KAKAO INDONESIA TAHUN 2001-2017 DAMPAK PENERAPAN KEBIJAKAN BEA KELUAR TERHADAP EKSPOR KAKAO INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan bea keluar terhadap ekspor kakao Indonesia dengan beberapa faktor yang mempengaruhi ekspor kakao, yakni jumlah produksi...

