Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Rancang Bangun Inkubator Tempe Untuk Mempercepat Waktu Fermentasi

View through CrossRef
Proses fermentasi tempe sangat dipengaruhi oleh faktor suhu dan kelembaban ruangan. Fermentasi secara tradisional sangat bergantung pada cuaca yang dapat memengaruhi lamanya waktu fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancang bangun inkubator tempe dengan suhu dan kelembaban terkendali untuk mempercepat proses fermentasi. Inkubator tempe yang dibuat menggunakan metode kendali histerisis untuk pengendalian suhu dan kelembaban.  Kendali histerisis yang dilakukan mengatur pita atas dan pita bawah suhu antara 34 hingga 35°C dan kelembaban antara 69 hingga 70%RH. Suhu dan kelembaban dalam ruang inkubator dibaca melalui sensor DHT11 yang terhubung ke Arduino Mega 2560.  Arduino Mega 2560 bertugas untuk mengatur penyalaan lampu pijar yang memberikan energi panas dan mist maker yang meningkatkan kelembaban ruang inkubator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa inkubator tempe yang dibuat dapat menyesuaikan dengan kondisi yang diharapkan dengan selisih pita atas dan pita bawah pada suhu adalah sebesar 1,3 oC dan selisih pita atas dan pita bawah kelembaban sebesar 8,1%RH. Dengan menggunakan inkubator tempe ini, dapat menghasilkan tempe lebih cepat daripada fermentasi tradisional yaitu hanya dalam waktu 29 jam. Dibandingkan dengan fermentasi tradisional yang membutuhkan waktu 48 jam, maka dengan inkubator tempe ini dapat mempercepat proses fermentasi sebesar 39,5%.
Title: Rancang Bangun Inkubator Tempe Untuk Mempercepat Waktu Fermentasi
Description:
Proses fermentasi tempe sangat dipengaruhi oleh faktor suhu dan kelembaban ruangan.
Fermentasi secara tradisional sangat bergantung pada cuaca yang dapat memengaruhi lamanya waktu fermentasi.
Tujuan penelitian ini adalah membuat rancang bangun inkubator tempe dengan suhu dan kelembaban terkendali untuk mempercepat proses fermentasi.
Inkubator tempe yang dibuat menggunakan metode kendali histerisis untuk pengendalian suhu dan kelembaban.
  Kendali histerisis yang dilakukan mengatur pita atas dan pita bawah suhu antara 34 hingga 35°C dan kelembaban antara 69 hingga 70%RH.
Suhu dan kelembaban dalam ruang inkubator dibaca melalui sensor DHT11 yang terhubung ke Arduino Mega 2560.
  Arduino Mega 2560 bertugas untuk mengatur penyalaan lampu pijar yang memberikan energi panas dan mist maker yang meningkatkan kelembaban ruang inkubator.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa inkubator tempe yang dibuat dapat menyesuaikan dengan kondisi yang diharapkan dengan selisih pita atas dan pita bawah pada suhu adalah sebesar 1,3 oC dan selisih pita atas dan pita bawah kelembaban sebesar 8,1%RH.
Dengan menggunakan inkubator tempe ini, dapat menghasilkan tempe lebih cepat daripada fermentasi tradisional yaitu hanya dalam waktu 29 jam.
Dibandingkan dengan fermentasi tradisional yang membutuhkan waktu 48 jam, maka dengan inkubator tempe ini dapat mempercepat proses fermentasi sebesar 39,5%.

Related Results

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Akhir (Final Proofing) Terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Abstract This study aims to study the effect of the length of the time of final fermentation (final proofing) in making Japanese Milk Bread. This research was conducted at th...
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Overripe tempe memiliki kandungan nutrisi dan komponen bioaktif yang dihasilkan bakteri asam laktat dan kapang Rhizopus oligosporus. Bakteri asam laktat (BAL) dapat menghasilkan be...
Mesin Mesin Pengiris Tempe Otomatis Sebagai Bahan Baku Keripik Tempe
Mesin Mesin Pengiris Tempe Otomatis Sebagai Bahan Baku Keripik Tempe
Makanan ringan berbahan baku tempe banyak dijumpai, seperti mendoan, oncom, keripik tempe. Keripik tempe adalah makanan yang banyak digemari masyarakat, karena memiliki kelebihan d...
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
UJI ORGANOLEPTIK COKELAT TEMPE SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL
UJI ORGANOLEPTIK COKELAT TEMPE SEBAGAI DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL
Tempe memiliki daya cerna yang lebih baik karena telah mengalami proses fermentasi. Saat ini, tempe memiliki keterbatasan penggunaan karena umur simpannya yang pendek, sehingga tem...
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Limbah Cair Produksi Tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengolahan Limbah Cair Produksi Tempe di Kampung Tempe Kota Tangerang
<p><em>Perkembangan industri tempe di Kota Tangerang didukung oleh salah satu sentra industri tempe yaitu Kampung Tempe, Koang Jaya, Karawaci, Tangerang, Banten. Indust...
Analysis Of Product Quality in love Tempe – Cemara Asri With Quality Function Deployment Method
Analysis Of Product Quality in love Tempe – Cemara Asri With Quality Function Deployment Method
This research entitled "Analysis of Product Quality in Love Tempe - Cemara Asri with Quality Function Deployment Method". Love Tempe is a NON GMO tempe production house which has a...

Back to Top