Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Faktor Produksi Usahatani Lada Putih (Piper nigrum L.) Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas

View through CrossRef
Pepper plants in Sambas Regency, West Kalimantan Province, are included in the type of plantation crops ranked the sixth largest crop yield. Some obstacles pepper farmers face are the significant investment required, the long waiting period for the harvest, climate change, fluctuating selling prices, hard-to-find labour, and restrictions on subsidized fertilizers. Those obstacles affect pepper farmers to switch to other commodities recently. Financially, this study aimed to determine farming feasibility and production factors influencing pepper farming. Thirty farmers in the area were given equal opportunities to be selected as research respondents. Data were collected in two ways: interviews and questionnaires distributed to respondents. Data analysis was carried out quantitatively by calculating total costs, revenue, income, business feasibility, and statistical tests. The analysis showed that the total production cost of IDR52,285,255 was gained from 1,457 kg per hectare production. The price per kg was IDR68,000, which resulted in an income of IDR46,790,745 per hectare. R/C analysis of 1.89 indicated farming feasibility and profitability. Based on the results of multiple regression analysis, the independent variables (seeds, fertilizers, pesticides, labour, and land area) determined the amount of pepper production for 64.7%. Simultaneously, those independent variables significantly affected pepper production. Production factors significantly influenced production were fertilizers, pesticides, and land area. Tanaman lada di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Bagian Barat yang masuk dalam jenis tanaman perkebunan dengan hasil tanaman terbesar nomor 6 setelah tanaman perkebunan lainnya. Beberapa kendala yang dihadapi oleh petani lada diantaranya investasi yang diperlukan besar, masa tunggu panen yang lama, iklim, harga jual fluktuatif, tenaga kerja sulit didapat, serta pembatasan pupuk subsidi Hal ini dapat menyebabkan petani lada akan beralih ke komoditas lain jika tidak dilakukan penghitungan analisis finansialnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui usahatani, kelayakan usahatani serta faktor produksi yang berpengaruh terhadap usahatani lada putih. Responden yang digunakan sebanyak 30 petani yang ditentukan dengan memberikan kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai responden. Data dikumpulkan dengan dua cara yakni wawancara dan juga kuisioner yang di sebar kepada responden. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung biaya total, penerimaan, dan pendapatan, kelayakan usaha, serta uji statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total biaya produksi Rp52.285.255 pada produksi sebanyak 1.457 per ha yang harga per kg di harga Rp68.000, maka di peroleh pendapatan dengan besaran nilainya Rp46.790.745 per ha. Hasil perhitungan R/C ratio pada angka 1,89>1 menunjukkan hasil usaha tani pada Desa Nibung tergolong menguntungkan. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, variabel independen (benih, pupuk, obat-obatan, tenaga kerja, dan luas lahan) menentukan jumlah produksi lada putih sebesar 64,7%. Secara simultan variabel independen berpengaruh signifikan terhadap produksi lada putih karena F hitung (8,781) lebih besar daripada F tabel (2,56) dengan signifikansi 0,05. Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi lada putih adalah pupuk, obatobatan, dan luas lahan
Title: Faktor Produksi Usahatani Lada Putih (Piper nigrum L.) Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas
Description:
Pepper plants in Sambas Regency, West Kalimantan Province, are included in the type of plantation crops ranked the sixth largest crop yield.
Some obstacles pepper farmers face are the significant investment required, the long waiting period for the harvest, climate change, fluctuating selling prices, hard-to-find labour, and restrictions on subsidized fertilizers.
Those obstacles affect pepper farmers to switch to other commodities recently.
Financially, this study aimed to determine farming feasibility and production factors influencing pepper farming.
Thirty farmers in the area were given equal opportunities to be selected as research respondents.
Data were collected in two ways: interviews and questionnaires distributed to respondents.
Data analysis was carried out quantitatively by calculating total costs, revenue, income, business feasibility, and statistical tests.
The analysis showed that the total production cost of IDR52,285,255 was gained from 1,457 kg per hectare production.
The price per kg was IDR68,000, which resulted in an income of IDR46,790,745 per hectare.
R/C analysis of 1.
89 indicated farming feasibility and profitability.
Based on the results of multiple regression analysis, the independent variables (seeds, fertilizers, pesticides, labour, and land area) determined the amount of pepper production for 64.
7%.
Simultaneously, those independent variables significantly affected pepper production.
Production factors significantly influenced production were fertilizers, pesticides, and land area.
 Tanaman lada di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Bagian Barat yang masuk dalam jenis tanaman perkebunan dengan hasil tanaman terbesar nomor 6 setelah tanaman perkebunan lainnya.
Beberapa kendala yang dihadapi oleh petani lada diantaranya investasi yang diperlukan besar, masa tunggu panen yang lama, iklim, harga jual fluktuatif, tenaga kerja sulit didapat, serta pembatasan pupuk subsidi Hal ini dapat menyebabkan petani lada akan beralih ke komoditas lain jika tidak dilakukan penghitungan analisis finansialnya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui usahatani, kelayakan usahatani serta faktor produksi yang berpengaruh terhadap usahatani lada putih.
Responden yang digunakan sebanyak 30 petani yang ditentukan dengan memberikan kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai responden.
Data dikumpulkan dengan dua cara yakni wawancara dan juga kuisioner yang di sebar kepada responden.
Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung biaya total, penerimaan, dan pendapatan, kelayakan usaha, serta uji statistik.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total biaya produksi Rp52.
285.
255 pada produksi sebanyak 1.
457 per ha yang harga per kg di harga Rp68.
000, maka di peroleh pendapatan dengan besaran nilainya Rp46.
790.
745 per ha.
Hasil perhitungan R/C ratio pada angka 1,89>1 menunjukkan hasil usaha tani pada Desa Nibung tergolong menguntungkan.
Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, variabel independen (benih, pupuk, obat-obatan, tenaga kerja, dan luas lahan) menentukan jumlah produksi lada putih sebesar 64,7%.
Secara simultan variabel independen berpengaruh signifikan terhadap produksi lada putih karena F hitung (8,781) lebih besar daripada F tabel (2,56) dengan signifikansi 0,05.
Faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi lada putih adalah pupuk, obatobatan, dan luas lahan.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitia...
Strategi Pengembangan Lada (Studi Kasus Kelompok Tani Indatu di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe)
Strategi Pengembangan Lada (Studi Kasus Kelompok Tani Indatu di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe)
Abstrak . Lada merupakan salah satu  tanaman rempah-rempah yang berasal dari tanaman perkebunan yang sangat terkenal dahulu di Aceh. Khususnya Petani lada di Aceh saat ini sudah mu...
Strategi Komunikasi Polres Sambas dalam Menyampaikan Pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat)
Strategi Komunikasi Polres Sambas dalam Menyampaikan Pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat)
Strategi komunikasi diperlukan agar kegiatan komunikasi bisa berjalan dengan baik. Strategi komunikasi ini diterapkan Polres Sambas dalam menyampaikan pesan Kamtibmas. Adapun tujua...
Analisis Pendapatan Usahatani Padi (oryza sativa) Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang
Analisis Pendapatan Usahatani Padi (oryza sativa) Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang
Pendapatan petani dapat dilihat melalui selisih antara penerimaan beserta total biaya produksi yang dipergunakan sepanjang tahapan produksi. Kecamatan Ungaran Timur menjadi satu di...
A Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Tani Jagung Manis Dan Usaha Tani Jagung Pipil Di Kecamatan Singkawang Selatan
A Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Tani Jagung Manis Dan Usaha Tani Jagung Pipil Di Kecamatan Singkawang Selatan
Jagung memiliki peran yang penting bagi ekonomi nasional tidak hanya di perdesaan tetapi juga di perkotaan. Pemilihan lokasi dalam usahtani jagung manis dan usahatani jagung pipil ...
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kentang Di Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kentang Di Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah
Kecamatan Timang Gajah adalah salah satu kecamatan yang menghasilkan produksi kentang hanya sebesar 72,50 Kwintal dengan luas lahan 5 Ha. Komoditas kentang yang dibudidayakan di Ke...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...

Back to Top