Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Komparatif Pendapatan Produsen Tape Singkong dengan Sistem Pemasaran Langsung dan Tidak Langsung

View through CrossRef
A comparative analysis of tape (processed food made of cassava) producers was conducted to determine producers' income. In addition, it was performed to determine the prospects for the sustainability of the cassava tape agroindustry. This research was conducted employing a quantitative approach. The target population in this study was the home industry producer of cassava tape. The population that is used as a sample is 35 respondents. In this study, two methods were used: observation and interview. It was known that there was a comparison of income. For selling directly to the retailer, the entrepreneur received IDR 41,285. Meanwhile, for a direct consumer system, the entrepreneur earned a profit of Rp 7,539. Therefore, direct sales of retailers have a higher profit value compared to selling their products directly to final consumers. From the results of the calculation of business feasibility, both of the R/C ratio values of the direct and indirect sales system were more than 1, indicating that the home business of the cassava tape industry was feasible to continue because it produced increased profits or the income of home industry tape producers, either by direct or indirect sales systems. Upaya melakukan analisis komparatif pendapatan produsen tape adalah untuk mengetahui pendapatan produsen. Selain itu juga untuk mengetahui prospek keberlanjutannya agroindustri tape singkong. Riset ini dilakukan dengan cara pendekatan kuantitatif. Sasaran populasi pada penelitian ini adalah produsen home industri tape singkong. Adapun populasi yang dijadikan sampel sejumlah 35 responden. Dua metode dilakukan pada penelitian ini, untuk metode pertama adalah observasi dan metode kedua dilakukan dengan wawancara. Setelah dilakukan penelitian, diketahui adanya perbandingan pendapatan. Apabila dilakukan penjualan dengan penjualan dengan sistem langsung ke pengecer, pengusaha mendapatkan keuntungan senilai Rp 41.285. Apabila dilakukan penjualan dengan sistem ke konsumen langsung, maka pengusaha mendapatkan keuntungan senilai Rp 7.539. Dengan demikian penjualan langsung pengecer memiliki nilai keuntungan yang tinggi apabila daripada menjual produknya langsung ke konsumen tingkat akhir. Dari hasil perhitungan kelayakan usaha maka dapat disimpulkan, diketahui nilai R/C ratio dari sistem penjualan langsung maupun tidak langsung nilainya > 1, ini menandakan, bahwa usaha home industri tape singkong layak untuk dilanjutkan karena menghasilkan keuntungan yang dapat ditingkatkan atau pendapatan produsen home industri tape singkong dapat ditingkatkan baik dengan sistem penjualan langsung maupun tidak langsung.
Title: Analisis Komparatif Pendapatan Produsen Tape Singkong dengan Sistem Pemasaran Langsung dan Tidak Langsung
Description:
A comparative analysis of tape (processed food made of cassava) producers was conducted to determine producers' income.
In addition, it was performed to determine the prospects for the sustainability of the cassava tape agroindustry.
This research was conducted employing a quantitative approach.
The target population in this study was the home industry producer of cassava tape.
The population that is used as a sample is 35 respondents.
In this study, two methods were used: observation and interview.
It was known that there was a comparison of income.
For selling directly to the retailer, the entrepreneur received IDR 41,285.
Meanwhile, for a direct consumer system, the entrepreneur earned a profit of Rp 7,539.
Therefore, direct sales of retailers have a higher profit value compared to selling their products directly to final consumers.
From the results of the calculation of business feasibility, both of the R/C ratio values of the direct and indirect sales system were more than 1, indicating that the home business of the cassava tape industry was feasible to continue because it produced increased profits or the income of home industry tape producers, either by direct or indirect sales systems.
 Upaya melakukan analisis komparatif pendapatan produsen tape adalah untuk mengetahui pendapatan produsen.
Selain itu juga untuk mengetahui prospek keberlanjutannya agroindustri tape singkong.
Riset ini dilakukan dengan cara pendekatan kuantitatif.
Sasaran populasi pada penelitian ini adalah produsen home industri tape singkong.
Adapun populasi yang dijadikan sampel sejumlah 35 responden.
Dua metode dilakukan pada penelitian ini, untuk metode pertama adalah observasi dan metode kedua dilakukan dengan wawancara.
Setelah dilakukan penelitian, diketahui adanya perbandingan pendapatan.
Apabila dilakukan penjualan dengan penjualan dengan sistem langsung ke pengecer, pengusaha mendapatkan keuntungan senilai Rp 41.
285.
Apabila dilakukan penjualan dengan sistem ke konsumen langsung, maka pengusaha mendapatkan keuntungan senilai Rp 7.
539.
Dengan demikian penjualan langsung pengecer memiliki nilai keuntungan yang tinggi apabila daripada menjual produknya langsung ke konsumen tingkat akhir.
Dari hasil perhitungan kelayakan usaha maka dapat disimpulkan, diketahui nilai R/C ratio dari sistem penjualan langsung maupun tidak langsung nilainya > 1, ini menandakan, bahwa usaha home industri tape singkong layak untuk dilanjutkan karena menghasilkan keuntungan yang dapat ditingkatkan atau pendapatan produsen home industri tape singkong dapat ditingkatkan baik dengan sistem penjualan langsung maupun tidak langsung.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
STUDY KOMPARATIF SISTEM JUAL DAN PROSPEK KEBERLANJUTANNYA AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG
STUDY KOMPARATIF SISTEM JUAL DAN PROSPEK KEBERLANJUTANNYA AGROINDUSTRI TAPE SINGKONG
Ringkasan Agroindustri Tape Singkong yang berada di Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri merupakan industri rumah tangga (home industri). Sebagian warga di Desa Wonojoyo ...
PARADIGMA MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TANAMAN SINGKONG SEBAGAI TANAMAN PRODUKTIF DI INDONESIA
PARADIGMA MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TANAMAN SINGKONG SEBAGAI TANAMAN PRODUKTIF DI INDONESIA
Singkong adalah salah satu tumbuhan yang menghasilkan panen dalam bentuk akar.Berdasarkan beberapa penelitian mengungkap bahwa tamanam singkong sebenarnya tidak hanyaproduktif dan ...
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK OLAHAN SINGKONG
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK OLAHAN SINGKONG
Kandungan karbohidrat singkong yaitu 38 gram per 100 gram singkong atau setara dengan 12%, sehingga singkong cocok dijadikan makanan pengganti beras. Penelitian ini dilakukan di Ka...
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Produksi Lada Kabupaten Kolaka Timur mengalami peningkatan sebesar 96 ribu ton tahun 2017 menjadi 280 ribu ton tahun 2022. Kondisi ini menggambarkan potensi usahatani lada sangat m...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
EDUKASI PENGOLAHAN KERIPIK SINGKONG DENGAN BERBAGAI VARIAN RASA DI PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLISIN KOTA KENDARI
EDUKASI PENGOLAHAN KERIPIK SINGKONG DENGAN BERBAGAI VARIAN RASA DI PONDOK PESANTREN DARUL MUKHLISIN KOTA KENDARI
Keripik singkong adalah salah satu panganan merakyat di Indonesia yang dapat di olah menjadi berbagai varian produk turunan. Menjalankan kegiatan usaha keripik singkong memberikan ...
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Rukti Basuki Berbasis Potensi Lokal Melalui Produksi Bubur Singkong
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Rukti Basuki Berbasis Potensi Lokal Melalui Produksi Bubur Singkong
Bubur singkong merupakan salah satu pemberdayaan masyarakat untuk memaksimalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh suatu desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Peneli...

Back to Top