Javascript must be enabled to continue!
Obstruksi Saluran Napas Atas
View through CrossRef
Obstruksi saluran napas atas (upper airway obstruction) merupakan kondisi gawat darurat medis yang ditandai dengan adanya hambatan aliran udara mulai dari rongga hidung hingga laring dan trakea bagian atas. Keadaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi, trauma, benda asing, maupun tumor. Manifestasi klinis mencakup kesulitan bernapas, perubahan suara, stridor, nyeri menelan, hingga sianosis dan penurunan kesadaran pada kasus berat. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan terdiri dari tindakan medikamentosa dan non-medikamentosa. Komplikasi dapat berupa gangguan pernapasan, pneumonia, hingga henti jantung jika tidak tertangani. Prognosis sangat bergantung pada penyebab, usia pasien, dan kecepatan intervensi; kasus akibat infeksi umumnya memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan yang disebabkan keganasan. Tujuan penulisan artikel untuk membahas penyebab terjadinya sumbatan jalan napas dan penanganan sumbatan jalan napas. Studi penelitian menggunakan metode literature review. Literature didapatkan dari database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa deteksi dini dan penanganan segera merupakan faktor kunci dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada pasien obstruksi jalan napas atas. Obstruksi jalan napas atas merupakan keadaan yang perlu dikenali secara cepat, karena diagnosis dan penanganan dini sangat menentukan keberhasilan terapi serta mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.
Upper airway obstruction is a medical emergency characterized by impaired airflow from the nasal cavity to the larynx and upper trachea. This condition can be caused by various factors such as infection, trauma, foreign bodies, or tumors. Clinical manifestations include breathing difficulties, voice changes, stridor, painful swallowing, cyanosis, and decreased consciousness in severe cases. Diagnosis is established through anamnesis, physical examination, and supporting investigations. Management consists of both pharmacological and non-pharmacological interventions. Complications may include respiratory distress, pneumonia, and even cardiac arrest if left untreated. Prognosis largely depends on the underlying cause, patient age, and timeliness of intervention; cases due to infection generally have better outcomes compared to those caused by malignancy. The aim of this article is to discuss the causes of upper airway obstruction and its management. This study used a literature review method, with 18 scientific articles as references. Literature sources were obtained from PubMed, Science Direct, Google Scholar, medical journal, and textbooks. The findings indicate that early detection and prompt management are key factors in reducing morbidity and mortality in patients with upper airway obstruction. This condition must be recognized quickly, as early diagnosis and treatment are crucial for therapeutic success and for preventing life-threatening complications.
Title: Obstruksi Saluran Napas Atas
Description:
Obstruksi saluran napas atas (upper airway obstruction) merupakan kondisi gawat darurat medis yang ditandai dengan adanya hambatan aliran udara mulai dari rongga hidung hingga laring dan trakea bagian atas.
Keadaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi, trauma, benda asing, maupun tumor.
Manifestasi klinis mencakup kesulitan bernapas, perubahan suara, stridor, nyeri menelan, hingga sianosis dan penurunan kesadaran pada kasus berat.
Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
Penatalaksanaan terdiri dari tindakan medikamentosa dan non-medikamentosa.
Komplikasi dapat berupa gangguan pernapasan, pneumonia, hingga henti jantung jika tidak tertangani.
Prognosis sangat bergantung pada penyebab, usia pasien, dan kecepatan intervensi; kasus akibat infeksi umumnya memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan yang disebabkan keganasan.
Tujuan penulisan artikel untuk membahas penyebab terjadinya sumbatan jalan napas dan penanganan sumbatan jalan napas.
Studi penelitian menggunakan metode literature review.
Literature didapatkan dari database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar.
Hasil kajian menunjukkan bahwa deteksi dini dan penanganan segera merupakan faktor kunci dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada pasien obstruksi jalan napas atas.
Obstruksi jalan napas atas merupakan keadaan yang perlu dikenali secara cepat, karena diagnosis dan penanganan dini sangat menentukan keberhasilan terapi serta mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.
Upper airway obstruction is a medical emergency characterized by impaired airflow from the nasal cavity to the larynx and upper trachea.
This condition can be caused by various factors such as infection, trauma, foreign bodies, or tumors.
Clinical manifestations include breathing difficulties, voice changes, stridor, painful swallowing, cyanosis, and decreased consciousness in severe cases.
Diagnosis is established through anamnesis, physical examination, and supporting investigations.
Management consists of both pharmacological and non-pharmacological interventions.
Complications may include respiratory distress, pneumonia, and even cardiac arrest if left untreated.
Prognosis largely depends on the underlying cause, patient age, and timeliness of intervention; cases due to infection generally have better outcomes compared to those caused by malignancy.
The aim of this article is to discuss the causes of upper airway obstruction and its management.
This study used a literature review method, with 18 scientific articles as references.
Literature sources were obtained from PubMed, Science Direct, Google Scholar, medical journal, and textbooks.
The findings indicate that early detection and prompt management are key factors in reducing morbidity and mortality in patients with upper airway obstruction.
This condition must be recognized quickly, as early diagnosis and treatment are crucial for therapeutic success and for preventing life-threatening complications.
Related Results
HUBUNGAN DERAJAT SESAK DAN OBSTRUKSI SALURAN NAPAS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PPOK
HUBUNGAN DERAJAT SESAK DAN OBSTRUKSI SALURAN NAPAS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PPOK
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) masih menjadi masalah kesehatan nasional dan global. Pada tahun 2018, kasus PPOK di Jawa Tengah menempati urutan ke tujuh. PPOK ditandai deng...
ANALISA KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN HARYONO M.T KOTA BANJARMASIN
ANALISA KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN HARYONO M.T KOTA BANJARMASIN
Pada tahun 2021 saluran drainase di Jalan Haryono. M. T Banjarmasin diperbaiki dan dibangun kembali agar tidak ada lagi permasalahan genangan. Untuk saluran dilakukan pengukuran di...
Analisis Tataniaga Buah Durian di Desa Bi’ih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar
Analisis Tataniaga Buah Durian di Desa Bi’ih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar
Abstrak. Desa Bi’ih merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Desa Bi’ih merupakan desa yang dikenal dengan sebutan desa wisata buah durian. T...
Pengaruh Valsartan Terhadap Fibrosis Ginjal pada Obstruksi Ureter
Pengaruh Valsartan Terhadap Fibrosis Ginjal pada Obstruksi Ureter
AbstrakPendahuluan : Obstruksi ureter merupakan kondisi yang dapat terjadi pada setiap usia dengan levelbervariasi dengan efek terburuk berupa gagal ginjal permanen. Terdapat berba...
Efisiensi Pemasaran Udang Vaname Di Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur
Efisiensi Pemasaran Udang Vaname Di Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur
Udang vaname (Litopenaeus vanamei), biasa disebut udang putih, berasal dari Hawai. Udang ini telah banyak dikembangkan di China, Thailand, Taiwan, Vietnam dan Indonesia. Lampung se...
Analisis Perencanaan Saluran Irigasi Gunung Tinggi Langkat
Analisis Perencanaan Saluran Irigasi Gunung Tinggi Langkat
Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pengambilan air untuk pertanian. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk merencanakan Saluran Irigasi Gunung Tinggi memiliki Luas 1...
ANALISA KAPASITAS DIMENSI SALURAN DRAINASE DI JALAN KEBUN AGUNG SAMARINDA
ANALISA KAPASITAS DIMENSI SALURAN DRAINASE DI JALAN KEBUN AGUNG SAMARINDA
Saluran drainase merupakan saluran air atau jalur pembuangan air untuk mengurangi kelebihan air. Saluran drainase direncanakan untuk menampung debit rencana dengan aman berd...
DESAIN JARINGAN DRAINASE DESA GANDANG BARAT KECAMATAN MALIKU KABUPATEN PULANG PISAU
DESAIN JARINGAN DRAINASE DESA GANDANG BARAT KECAMATAN MALIKU KABUPATEN PULANG PISAU
Daerah rawa di Indonesia mempunyai lahan seluas 39.424.500 hektar.Jumlah rawa Pasang surut di Kabupaten Pulang Pisau 9.063.000 hektar, di Kecamatan...

