Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN DERAJAT SESAK DAN OBSTRUKSI SALURAN NAPAS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PPOK

View through CrossRef
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) masih menjadi masalah kesehatan nasional dan global. Pada tahun 2018, kasus PPOK di Jawa Tengah menempati urutan ke tujuh. PPOK ditandai dengan adanya obstruksi saluran napas yang berujung pada sesak napas. Penyakit ini dapat menyebabkan perburukan kondisi kesehatan dan mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan derajat sesak napas dan derajat obstruksi saluran napas dengan tingkat kualitas hidup pasien PPOK di RS UNS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subjek dalam penelitian adalah Pasien PPOK di Poliklinik Paru RS UNS bulan Februari-Maret yang memenuhi kriteria. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner mMRC, SGRQ-C, dan data spirometri dari rekam medis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil analisis data dari 37 responden didapatkan nilai p-value 0,001 dan koefisien korelasi (r) 0,527 untuk variabel derajat sesak napas dan tingkat kualitas hidup yang berarti kedua variabel signifikan dan berkorelasi cukup kuat. Sedangkan untuk variabel derajat obstruksi saluran napas dan tingkat kualitas hidup didapatkan nilai p-value 0,000 dan koefisien korelasi (r) 0,808 yang berarti kedua variabel signifikan dan berkorelasi sangat kuat. Pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara derajat sesak napas dengan tingkat kualitas hidup dan derajat obstruksi saluran napas dengan tingkat kualitas hidup pada pasien PPOK di RS UNS.
Title: HUBUNGAN DERAJAT SESAK DAN OBSTRUKSI SALURAN NAPAS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PPOK
Description:
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) masih menjadi masalah kesehatan nasional dan global.
Pada tahun 2018, kasus PPOK di Jawa Tengah menempati urutan ke tujuh.
PPOK ditandai dengan adanya obstruksi saluran napas yang berujung pada sesak napas.
Penyakit ini dapat menyebabkan perburukan kondisi kesehatan dan mempengaruhi kualitas hidup.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan derajat sesak napas dan derajat obstruksi saluran napas dengan tingkat kualitas hidup pasien PPOK di RS UNS.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional.
Subjek dalam penelitian adalah Pasien PPOK di Poliklinik Paru RS UNS bulan Februari-Maret yang memenuhi kriteria.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.
Pengambilan data menggunakan kuesioner mMRC, SGRQ-C, dan data spirometri dari rekam medis.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman.
Hasil analisis data dari 37 responden didapatkan nilai p-value 0,001 dan koefisien korelasi (r) 0,527 untuk variabel derajat sesak napas dan tingkat kualitas hidup yang berarti kedua variabel signifikan dan berkorelasi cukup kuat.
Sedangkan untuk variabel derajat obstruksi saluran napas dan tingkat kualitas hidup didapatkan nilai p-value 0,000 dan koefisien korelasi (r) 0,808 yang berarti kedua variabel signifikan dan berkorelasi sangat kuat.
Pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara derajat sesak napas dengan tingkat kualitas hidup dan derajat obstruksi saluran napas dengan tingkat kualitas hidup pada pasien PPOK di RS UNS.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Hubungan derajat sesak napas dengan kualitas hidup pada pasien penyakit paru obstruktif kronik stabil di Poliklinik Paru RSUP Persahabatan
Hubungan derajat sesak napas dengan kualitas hidup pada pasien penyakit paru obstruktif kronik stabil di Poliklinik Paru RSUP Persahabatan
Keluhan utama pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah sesak napas yang bersifat persisten dan progresif sehingga mengakibatkan pasien menghindari aktivitas. Hal ini be...
Merokok dan Prevalensi Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)
Merokok dan Prevalensi Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)
Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan penyakit saluran pernapasan kronis yang ditandai dengan obstruksi aliran udara yang menetap, bertahap dan berhubungan dengan peningk...
Studi Kasus: Penerapan Pursed Lip Breathing (PLB) Pada Pasien Dengan Diagnosa Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)
Studi Kasus: Penerapan Pursed Lip Breathing (PLB) Pada Pasien Dengan Diagnosa Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)
Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah suatu penyakit yang ditandai adanya obstruksi aliran udara yang disebabkan oleh bronkitis kronis atau empisema. Seorang pa...
PENGARUH POSISI SEMI FOWLER TERHADAP PEMENUHAN OKSIGEN PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK)
PENGARUH POSISI SEMI FOWLER TERHADAP PEMENUHAN OKSIGEN PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIS (PPOK)
PPOK merupakan keadaan irreversible yang ditandai adanya sesak nafas pada saat melakukan aktivitas dan terganggunya aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru. Berdasarkan data R...
PEMBERIAN TRIPOD POSITION DAN PURSED-LIP BREATHING PADA PASIEN PPOK DENGAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF
PEMBERIAN TRIPOD POSITION DAN PURSED-LIP BREATHING PADA PASIEN PPOK DENGAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, serta menjadi penyebab kematian ketiga menurut WHO pada tah...

Back to Top