Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Pengaruh Jenis Material Stainless Steel Dan Waktu Perendaman Larutan H2SO4 Terhadap Laju Korosi

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan laju korosi material SS 304 dan SS316 dengan variasi waktu perendaman. Baja tahan karat atau stainless steel adalah bahan yang memiliki banyak keunggulan terutama tahan terhadap korosi. Baja tahan karat (Stainless Steel) SS 304 dan SS 316 merupakan salah satu material yang tahan terhadap korosi. Terdapat 5 variasi waktu perendaman material terhadap H2SO4, yaitu 12, 24, 36, 48, 60 jam. Setelah masa perendaman, maka material akan ditimbang untuk melihat berapa massa yang telah hilang selama perendaman tersebut. Pada SS 304 kehilangan massa terendah pada saat perendaman 12 jam yaitu sebesar 0,2 gram. Sedangkan tertinggi pada 48 dan 60 jam yang sama sama 0,5 gram. Sedangkan untuk SS 316 kehilangan massa terendah pada saat perendaman 12 jam yaitu sebesar 0,1 gram. Sedangkan tertinggi pada 60 jam yang sebesar 0,4 gram
Universitas Islam Majapahit Mojokerto
Title: Analisis Pengaruh Jenis Material Stainless Steel Dan Waktu Perendaman Larutan H2SO4 Terhadap Laju Korosi
Description:
Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan laju korosi material SS 304 dan SS316 dengan variasi waktu perendaman.
Baja tahan karat atau stainless steel adalah bahan yang memiliki banyak keunggulan terutama tahan terhadap korosi.
Baja tahan karat (Stainless Steel) SS 304 dan SS 316 merupakan salah satu material yang tahan terhadap korosi.
Terdapat 5 variasi waktu perendaman material terhadap H2SO4, yaitu 12, 24, 36, 48, 60 jam.
Setelah masa perendaman, maka material akan ditimbang untuk melihat berapa massa yang telah hilang selama perendaman tersebut.
Pada SS 304 kehilangan massa terendah pada saat perendaman 12 jam yaitu sebesar 0,2 gram.
Sedangkan tertinggi pada 48 dan 60 jam yang sama sama 0,5 gram.
Sedangkan untuk SS 316 kehilangan massa terendah pada saat perendaman 12 jam yaitu sebesar 0,1 gram.
Sedangkan tertinggi pada 60 jam yang sebesar 0,4 gram.

Related Results

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
ANALISA LAJU KOROSI PIPA BAJA KARBON A53 DAN GALVANIS PADA MEDIA CAIRAN TETES TEBU
Berdasarkan aplikasinya, baja karbon dan galvanis merupakan bahan logam yang sering digunakan dalam industri, terutama dalam lingkungan asam atau basa. Namun, kedua jenis material ...
STUDI ANALISIS LAJU KOROSI PADA PERMUKAAN MATERIAL PAKU KOMERSIL DALAM MEDIA AGAR-AGAR
STUDI ANALISIS LAJU KOROSI PADA PERMUKAAN MATERIAL PAKU KOMERSIL DALAM MEDIA AGAR-AGAR
Abstrak   Korosi merupakan fenomena alamiah yang terjadi pada material logam. Pengendalian korosi ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korosi pada material loga...
Efektivitas Inhibitor Organik terhadap Laju Korosi pada Plat Baja ST 40
Efektivitas Inhibitor Organik terhadap Laju Korosi pada Plat Baja ST 40
Korosi merupakan permasalahan umum yang sering terjadi dalam industri terutama yang menggunakan material logam baja ST 40. Penggunaan inhibitor kimia sintetis yang umum dipakai saa...
Analisis Pengaruh Luas Permukaan Zink Anoda terhadap Laju Korosi
Analisis Pengaruh Luas Permukaan Zink Anoda terhadap Laju Korosi
Penggunaan zink anoda sebagai salah satu metode dalam mereduksi laju korosi pada kapal adalah sangat penting. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan seberapa besar pengar...
Kajian Variasi Lama Perendaman Dalam Larutan Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) Terhadap Kualitas Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca)
Kajian Variasi Lama Perendaman Dalam Larutan Natrium Metabisulfit (Na2S2O5) Terhadap Kualitas Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca)
Abstrak.Pisang merupakan buah yang sering dikonsumsi oleh masyarakat dibandingkan dengan buah yang lain. Buah pisang memiliki kandungan gizi yang tinggi, diantaranya mengandung vit...
PENGARUH PELAPISAN OLI, MINYAK BIMOLI DAN RESIN TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST 41 PADA LINGKUNGAN AIR LAUT, AIR SUMUR DAN H2SO4
PENGARUH PELAPISAN OLI, MINYAK BIMOLI DAN RESIN TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ST 41 PADA LINGKUNGAN AIR LAUT, AIR SUMUR DAN H2SO4
Korosi merupakan suatu proses alamiah, yang disebabkan karena logam berusaha untuk  kembali  pada  bentuk  aslinya. Proses  korosi  tidak  dapat dihindari, maka logam yang terjadi ...

Back to Top