Javascript must be enabled to continue!
Simulasi Sistem Pencahayaan pada Gedung Center for Development of Character Education
View through CrossRef
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membuat simulasi sistem pencahayaan pada lantai 4 Gedung CDCE. Penelitian ini secara khusus membahas apakah pencahayaan yang dihasilkan memenuhi standar yang ditetapkan dalam SNI. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui simulasi aplikasi Dialux Evo 13.1. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lampu downlight 20,5 watt belum mampu memenuhi standar SNI 6197:2020, yang mengharuskan pencahayaan mencapai 200 lux. Pada waktu shubuh, maghrib, dan isya, rata-rata pencahayaan yang tercatat hanya 178,44 lux. Pada waktu dzuhur dan ashar, pencahayaannya masih di bawah batas minimum, dengan angka tertinggi mencapai 198,11 lux pada waktu dzuhur dengan kondisi langit cerah. Sebaliknya, penggunaan kombinasi lampu spotlight 20,5 watt dan floodlight 95 watt menghasilkan pencahayaan yang jauh lebih optimal. Rata-rata pencahayaan mencapai 242,83 lux pada kondisi tanpa cahaya alami, dan bahkan mencapai 329,38 lux pada dzuhur cerah. Berdasarkan hasil temuan ini, disarankan untuk mengganti sistem pencahayaan dengan kombinasi spotlight dan floodlight, serta merancang ulang posisi lampu untuk memastikan distribusi cahaya yang lebih merata, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan mendukung kegiatan ibadah dengan lebih baik.
Abstract
This research aims to create a lighting system simulation on the 4th floor of the CDCE Building. This research specifically discusses whether the lighting produced meets the standards set by SNI. The research method is experimental with a descriptive approach. Data collection through simulation using the Dialux Evo 13.1 application. The simulation results show that the 20.5-watt downlight lamp does not yet meet the SNI 6197:2020 standard, which requires lighting to reach 200 lux. At dawn, dusk, and evening, the average recorded illumination was only 178.44 lux. At noon and afternoon, the lighting is still below the minimum threshold, with the highest figure reaching 198.11 lux at noon under clear sky conditions. On the other hand, the use of a combination of 20.5-watt spotlight and 95-watt floodlight results in much more optimal lighting. The average illumination reached 242.83 lux under conditions without natural light, and even reached 329.38 lux during a bright noon. Based on these findings, it is recommended to replace the lighting system with a combination of spotlights and floodlights, and to redesign the lamp positions to ensure a more even distribution of light, thereby enhancing comfort and better supporting worship activities.
Universitas Negeri Jakarta
Title: Simulasi Sistem Pencahayaan pada Gedung Center for Development of Character Education
Description:
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk membuat simulasi sistem pencahayaan pada lantai 4 Gedung CDCE.
Penelitian ini secara khusus membahas apakah pencahayaan yang dihasilkan memenuhi standar yang ditetapkan dalam SNI.
Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan pendekatan deskriptif.
Pengumpulan data melalui simulasi aplikasi Dialux Evo 13.
1.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa lampu downlight 20,5 watt belum mampu memenuhi standar SNI 6197:2020, yang mengharuskan pencahayaan mencapai 200 lux.
Pada waktu shubuh, maghrib, dan isya, rata-rata pencahayaan yang tercatat hanya 178,44 lux.
Pada waktu dzuhur dan ashar, pencahayaannya masih di bawah batas minimum, dengan angka tertinggi mencapai 198,11 lux pada waktu dzuhur dengan kondisi langit cerah.
Sebaliknya, penggunaan kombinasi lampu spotlight 20,5 watt dan floodlight 95 watt menghasilkan pencahayaan yang jauh lebih optimal.
Rata-rata pencahayaan mencapai 242,83 lux pada kondisi tanpa cahaya alami, dan bahkan mencapai 329,38 lux pada dzuhur cerah.
Berdasarkan hasil temuan ini, disarankan untuk mengganti sistem pencahayaan dengan kombinasi spotlight dan floodlight, serta merancang ulang posisi lampu untuk memastikan distribusi cahaya yang lebih merata, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan mendukung kegiatan ibadah dengan lebih baik.
Abstract
This research aims to create a lighting system simulation on the 4th floor of the CDCE Building.
This research specifically discusses whether the lighting produced meets the standards set by SNI.
The research method is experimental with a descriptive approach.
Data collection through simulation using the Dialux Evo 13.
1 application.
The simulation results show that the 20.
5-watt downlight lamp does not yet meet the SNI 6197:2020 standard, which requires lighting to reach 200 lux.
At dawn, dusk, and evening, the average recorded illumination was only 178.
44 lux.
At noon and afternoon, the lighting is still below the minimum threshold, with the highest figure reaching 198.
11 lux at noon under clear sky conditions.
On the other hand, the use of a combination of 20.
5-watt spotlight and 95-watt floodlight results in much more optimal lighting.
The average illumination reached 242.
83 lux under conditions without natural light, and even reached 329.
38 lux during a bright noon.
Based on these findings, it is recommended to replace the lighting system with a combination of spotlights and floodlights, and to redesign the lamp positions to ensure a more even distribution of light, thereby enhancing comfort and better supporting worship activities.
Related Results
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN PADA PERPUSTAKAAN NASIONAL
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN PADA PERPUSTAKAAN NASIONAL
ABSTRAK Kualitas pencahayaan adalahsalah satu faktor penting dalam kegiatan membaca. Gedung Perpustakaan membutuhkan tingkat pencahayaan sebesar 300 lux sesuai dengan Standar Nasio...
Sistem Pencahayaan Pada Smart Class Dengan ESP8266
Sistem Pencahayaan Pada Smart Class Dengan ESP8266
Pencahayaan yang optimal pada Smart Class dapat mendukung proses pembelajaran menjadi lebih baik karena mata mahasiswa menjadi nyaman. Sesuai standar SNI 03-6575-2001 pencahayaan r...
PENGARUH KEMIRINGAN ATRIUM TERHADAP PERFORMA PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANGAN SEKITAR ATRIUM
PENGARUH KEMIRINGAN ATRIUM TERHADAP PERFORMA PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANGAN SEKITAR ATRIUM
Abstrak
Sejak masa architectural re-establishment pada tahun 1970, atrium telah digunakan sebagai upaya untuk mengkonservasi energi dari sisi pencahayaan alami maupun penghaw...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERHITUNGAN KAPASITAS LIFT SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI VERTIKAL PADA GEDUNG BERTINGKAT
PERHITUNGAN KAPASITAS LIFT SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI VERTIKAL PADA GEDUNG BERTINGKAT
Pada Gedung 454 Politeknik Negeri Banyuwangi dengan tinggi 4 lantai pada gedung A dan C, tinggi 5 lantai pada gedung B masih menggunakan tangga sebagai alat transportasi vertikal u...
ANALISA KONSUMSI ENERGI DAN SISTEM PENCAHAYAAN GEDUNG C INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
ANALISA KONSUMSI ENERGI DAN SISTEM PENCAHAYAAN GEDUNG C INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Peran energi dalam memenuhi kebutuhan dasar kehidupan manusia dalam pembangunan nasional khususnya dalam lembaga pendidikan sangat penting, khususnya energi listrik. Peningkatan ma...
ANALISIS KARYA FOTOGRAFI MAHASISWA SENI RUPA ANGKATAN 2008 JURUSAN SENI RUPA UNIVERSITAS NEGERIMEDAN DITINJAU DARI TEKNIK PENCAHAYAAN (LIGHTING)
ANALISIS KARYA FOTOGRAFI MAHASISWA SENI RUPA ANGKATAN 2008 JURUSAN SENI RUPA UNIVERSITAS NEGERIMEDAN DITINJAU DARI TEKNIK PENCAHAYAAN (LIGHTING)
ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah pemotretan Fotografi pada Karya-karya Mahasiswa Seni Rupa Angkatan 2008 Universitas Negeri Medan yang telah dipamerkan masih memiliki ke...
Pembuatan Aplikasi Sewa Gedung Wilayah Karawang Berbasis Android
Pembuatan Aplikasi Sewa Gedung Wilayah Karawang Berbasis Android
Berbagai kegiatan yang dihadiri banyak orang diperlukan tempat yang luas untuk dapat menampung banyak orang, tempat yang sering digunakan adalah gedung. Salah satu kegiatan yang se...

