Javascript must be enabled to continue!
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ANGGARAN DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SHARIAH PADA DINAS SYARIAT ISLAM KABUPATEN PIDIE JAYA
View through CrossRef
Tujuan Untuk mengetahui pengelolaan anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya, Untuk mengetahui model akuntabilitas pengelolaan anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini digunakan studi dokumenter, wawancara, observasi . Adapun Hasil penelitian sebagai berikut, Secara keseluruhan pengelolaan anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya telah terkelola dengan baik melalui prinsip perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang melibatkan seluruh pihak yang berkaitan dengan program-program yang dianggarkan oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya. Setiap melakukan penyusunan program kerja Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya selalu mengikutsertakan masyarakat dalam menentukan program apa saja yang akan dilakukan oleh instansi. Model akuntabilitas anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya berfokus pada output dan outcome yang diperoleh, dimulai dari input yang berupa bukti-bukti transaksi keuangan maupun dokumentasi kegiatan yang selanjutnya diproses untuk menyusun laporan akuntabilitas. Proses akuntabilitas yang dilakukan dengan menyusun, mengklasifikasi, mengikhtisarkan, dan menyajikan bukti-bukti transaksi yang menjadi input dalam uraian laporan akuntabilitas. Output yang dihasilkan adalah Laporan Akuntabilitas yang disusun, dan Outcome yang dihasilkan adalah kinerja pelaksanaan anggaran sesuai dengan yang dialokasikan dan kepercayaan para stakeholder. Namun pada praktiknya terkadang terdapat kendala pada keterlambatan pelaporan pertanggungjawaban karena adanya dokumen yang tidak lengkap dari bidang-bidang atau dari para stakeholder yang lain. Secara umum akuntabilitas anggaran yang dilakukan oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya telah memenuhi lima tujuan dalam konsep maqashid shariah yaitu hifdz ad-din, hifdz an-nas, hifdz al-aql, hifdz al-mal, dan hifdz an-nasb. Hanya saja, Dinas Syariat Islam perlu melakukan evaluasi sebagai perbaikan ke depan dalam pengalokasian anggaran pada program-program atau kegiatan-kegiatan yang mempunyai urgensi lebih dibanding dengan program kegiatan lainnya.
Title: AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ANGGARAN DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SHARIAH PADA DINAS SYARIAT ISLAM KABUPATEN PIDIE JAYA
Description:
Tujuan Untuk mengetahui pengelolaan anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya, Untuk mengetahui model akuntabilitas pengelolaan anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus.
Dalam penelitian ini digunakan studi dokumenter, wawancara, observasi .
Adapun Hasil penelitian sebagai berikut, Secara keseluruhan pengelolaan anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya telah terkelola dengan baik melalui prinsip perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang melibatkan seluruh pihak yang berkaitan dengan program-program yang dianggarkan oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya.
Setiap melakukan penyusunan program kerja Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya selalu mengikutsertakan masyarakat dalam menentukan program apa saja yang akan dilakukan oleh instansi.
Model akuntabilitas anggaran pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya berfokus pada output dan outcome yang diperoleh, dimulai dari input yang berupa bukti-bukti transaksi keuangan maupun dokumentasi kegiatan yang selanjutnya diproses untuk menyusun laporan akuntabilitas.
Proses akuntabilitas yang dilakukan dengan menyusun, mengklasifikasi, mengikhtisarkan, dan menyajikan bukti-bukti transaksi yang menjadi input dalam uraian laporan akuntabilitas.
Output yang dihasilkan adalah Laporan Akuntabilitas yang disusun, dan Outcome yang dihasilkan adalah kinerja pelaksanaan anggaran sesuai dengan yang dialokasikan dan kepercayaan para stakeholder.
Namun pada praktiknya terkadang terdapat kendala pada keterlambatan pelaporan pertanggungjawaban karena adanya dokumen yang tidak lengkap dari bidang-bidang atau dari para stakeholder yang lain.
Secara umum akuntabilitas anggaran yang dilakukan oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie Jaya telah memenuhi lima tujuan dalam konsep maqashid shariah yaitu hifdz ad-din, hifdz an-nas, hifdz al-aql, hifdz al-mal, dan hifdz an-nasb.
Hanya saja, Dinas Syariat Islam perlu melakukan evaluasi sebagai perbaikan ke depan dalam pengalokasian anggaran pada program-program atau kegiatan-kegiatan yang mempunyai urgensi lebih dibanding dengan program kegiatan lainnya.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Komparatif Biaya Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Varietas Inpari 32 dengan Varietas MR 219 di Desa Uteun Bayu Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya.
Analisis Komparatif Biaya Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Varietas Inpari 32 dengan Varietas MR 219 di Desa Uteun Bayu Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya.
Abstrak.Tujuan pelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah biaya produksi usahatani padi sawah Varietas MR 219 dapat dianggap berbeda secara signifikan dengan biaya produksi ...
Implementation of Maqasid Shariah in the Preservation of Wealth
Implementation of Maqasid Shariah in the Preservation of Wealth
The preservation of wealth holds a significant position in Islamic teachings, serving not only as a material aspect in daily life but also as an integral part of the principles of ...
Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah
Eksistensi Digital Wedding Di Era Disrupsi Dalam Maqashid Syariah
Abstract
The era of disruption has presented a new phenomenon in wedding procedures, namely digital weddings. The emergence of digital marriage raises questions about its validity...
STEREOTIP “PIDIE KRIET” TERHADAP PERILAKU ALTRUISME
STEREOTIP “PIDIE KRIET” TERHADAP PERILAKU ALTRUISME
“Pidie Kriet” diartikan sebagai “Pidie pelit”. “Pidie kriet” merupakan suatu istilah yang melekat pada masyarakat Pidie, Aceh, Indonesia. Istilah tersebut masih berkembang hingga s...
Telaah Atas Konsep Khilafah Al-Mawardi (Studi Deskriptif Analisis)
Telaah Atas Konsep Khilafah Al-Mawardi (Studi Deskriptif Analisis)
<p><strong>Abstract</strong><strong></strong></p><p>Al-Mawardi was a Muslim scholar who was very well known for his Islamic political theo...
Shariah Audit Practices in Malaysia: Moving Forward
Shariah Audit Practices in Malaysia: Moving Forward
The Shariah audit being a monitoring tool for ensuring Shariah compliance proved to be an important component in the operations of Islamic financial institutions (IFIs). In the cas...
PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI PERBATASAN ACEH SUMATERA UTARA (Straegi Dinas Syariat Islam Aceh Tamiang)
PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI PERBATASAN ACEH SUMATERA UTARA (Straegi Dinas Syariat Islam Aceh Tamiang)
Implementasi Syariat Islam di Kabupaten Aceh Tamiang memiliki strategi yang ditempuh oleh Dinas Syariat Islam. Berbagai tantangan yang dihadapi, mapa upaya yang ditempuh oleh dinas...

