Javascript must be enabled to continue!
EVALUASI SISTEM PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG PERKULIAHAN (Studi pada Universitas Negeri Jakarta Kampus A Sektor C)
View through CrossRef
The purpose of this study is to determine the suitability of lightning protection system in University State of
Jakarta campus A sector C with PUIPP 1983, the minister of labor legislation of the republic of Indonesia
PER.02/MEN/1989, and SNI 03-7015-2004, based the importance of the lightning protector system.
Method that used is evaluation description method. In collecting data, the main components of the lightning rod installation are observed, measuring earth resistance, and conducting connectivity tests if the channeling down is not visible, the data can then be processed mathematically which then compares the results with PUIPP
1983, regulation of the minister of labor of the Republic of Indonesia PER. 02 / MEN / 1989, and SNI 03-7015-
2004. Results of evaluation lightning protector system research showed that only Ki Hajar Dewantara building that obey with PUIPP 1983, the minister of labor legislation of the republic of Indonesia 02/MEN/1989, and SNI 03-7015-2004. The other buildings not obey with PUIPP 1983, the minister of labor legislation of the republic of Indonesia PER.02/MEN/1989, and SNI 03-7015-2004, caused main 195nticipat of lightning protection in these building is lost, broken, or the plan of lightning protector not macht with protection area needed. In other case few buildings of unj kampus A sector C that unprotected, the buildings are DE, E, F, L, L5 and K FIS. This things must be 195nticipate with add one active lightning protector at K FIS building with minimum radius 107,47m. Of course with notes to evaluate periodically especially if there is construction in the building on radius protection lightning protection system enhancements.
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian sistem penangkal petir Universitas Negeri Jakarta kampus A sektor C dengan PUIPP 1983, peraturan menteri tenaga kerja Republik Indonesia
PER.02/MEN/1989, dan SNI 03-7015-2004, didasari pada pentingnya sistem penangkal petir.
Metode yang digunakan adalah metode evaluasi deskriptif. Pada pengumpulan data, dilakukan observasi komponen utama instalasi penangkal petir, mengukur tahanan pentanahan, dan melakukan uji konektivitas apabila penyalur turun tidak terlihat, data yang di dapat lalu diolah secara matematis yang kemudian dibandingkan hasilnya dengan PUIPP 1983, peraturan menteri tenaga kerja Republik Indonesia PER.02/MEN/1989, dan SNI 03-7015-2004.
Hasil penelitian evaluasi sistem penangkal petir eksternal menunjukkan hanya satu gedung pada UNJ kampus A sektor C instalasinya telah memenuhi dan sesuai dengan PUIPP 1983, peraturan menteri tenaga kerja Republik Indonesia PER.02/MEN/1989, dan SNI 03-7015-2004. Sedangkan, gedung lainnya belum memenuhi PUIPP 1983, peraturan menteri tenaga kerja Republik Indonesia PER.02/MEN/1989, dan SNI 03-7015-2004, hal ini dikarenakan pada gedung lainnya banyaknya komponen instalasi penangkal petir yang sudah tidak lengkap, rusak, serta perencanaan instalasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gedung. Selain itu terdapat beberapa wilayah UNJ kampus A sektor C yang belum terlindungi, diantaranya adalah Gedung DE, E, F, L, L5 dan K FIS. Hal ini dapat diantisipasi dengan menambah penangkal petir jenis aktif diatas gedung K FIS dengan radius minimal 107,47m. Tentunya dengan catatan melakukan evaluasi secara berkala, terlebih apabila terdapat pembangunan pada gedung yang berada pada radius perlindungan sistem penangkal petir tambahan.
Universitas Negeri Jakarta
Title: EVALUASI SISTEM PENANGKAL PETIR PADA GEDUNG PERKULIAHAN (Studi pada Universitas Negeri Jakarta Kampus A Sektor C)
Description:
The purpose of this study is to determine the suitability of lightning protection system in University State of
Jakarta campus A sector C with PUIPP 1983, the minister of labor legislation of the republic of Indonesia
PER.
02/MEN/1989, and SNI 03-7015-2004, based the importance of the lightning protector system.
Method that used is evaluation description method.
In collecting data, the main components of the lightning rod installation are observed, measuring earth resistance, and conducting connectivity tests if the channeling down is not visible, the data can then be processed mathematically which then compares the results with PUIPP
1983, regulation of the minister of labor of the Republic of Indonesia PER.
02 / MEN / 1989, and SNI 03-7015-
2004.
Results of evaluation lightning protector system research showed that only Ki Hajar Dewantara building that obey with PUIPP 1983, the minister of labor legislation of the republic of Indonesia 02/MEN/1989, and SNI 03-7015-2004.
The other buildings not obey with PUIPP 1983, the minister of labor legislation of the republic of Indonesia PER.
02/MEN/1989, and SNI 03-7015-2004, caused main 195nticipat of lightning protection in these building is lost, broken, or the plan of lightning protector not macht with protection area needed.
In other case few buildings of unj kampus A sector C that unprotected, the buildings are DE, E, F, L, L5 and K FIS.
This things must be 195nticipate with add one active lightning protector at K FIS building with minimum radius 107,47m.
Of course with notes to evaluate periodically especially if there is construction in the building on radius protection lightning protection system enhancements.
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian sistem penangkal petir Universitas Negeri Jakarta kampus A sektor C dengan PUIPP 1983, peraturan menteri tenaga kerja Republik Indonesia
PER.
02/MEN/1989, dan SNI 03-7015-2004, didasari pada pentingnya sistem penangkal petir.
Metode yang digunakan adalah metode evaluasi deskriptif.
Pada pengumpulan data, dilakukan observasi komponen utama instalasi penangkal petir, mengukur tahanan pentanahan, dan melakukan uji konektivitas apabila penyalur turun tidak terlihat, data yang di dapat lalu diolah secara matematis yang kemudian dibandingkan hasilnya dengan PUIPP 1983, peraturan menteri tenaga kerja Republik Indonesia PER.
02/MEN/1989, dan SNI 03-7015-2004.
Hasil penelitian evaluasi sistem penangkal petir eksternal menunjukkan hanya satu gedung pada UNJ kampus A sektor C instalasinya telah memenuhi dan sesuai dengan PUIPP 1983, peraturan menteri tenaga kerja Republik Indonesia PER.
02/MEN/1989, dan SNI 03-7015-2004.
Sedangkan, gedung lainnya belum memenuhi PUIPP 1983, peraturan menteri tenaga kerja Republik Indonesia PER.
02/MEN/1989, dan SNI 03-7015-2004, hal ini dikarenakan pada gedung lainnya banyaknya komponen instalasi penangkal petir yang sudah tidak lengkap, rusak, serta perencanaan instalasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan gedung.
Selain itu terdapat beberapa wilayah UNJ kampus A sektor C yang belum terlindungi, diantaranya adalah Gedung DE, E, F, L, L5 dan K FIS.
Hal ini dapat diantisipasi dengan menambah penangkal petir jenis aktif diatas gedung K FIS dengan radius minimal 107,47m.
Tentunya dengan catatan melakukan evaluasi secara berkala, terlebih apabila terdapat pembangunan pada gedung yang berada pada radius perlindungan sistem penangkal petir tambahan.
Related Results
Perencanaan Instalasi Penangkal Petir Pada Bangunan Industri Bengkel Pembuatan Mesin CV. Karya Brawijaya
Perencanaan Instalasi Penangkal Petir Pada Bangunan Industri Bengkel Pembuatan Mesin CV. Karya Brawijaya
Petir merupakan kejadian alam yang terjadi karena loncatan muatan listrik antara awan dan bumi. Kerusakan akibat sambaran petir yang ditimbulkan dapat membahayakan peralatanperalat...
Perencanaan Instalasi Penangkal Petir Pada Bangunan Industri Bengkel Pembuatan Mesin CV. Karya Brawijaya
Perencanaan Instalasi Penangkal Petir Pada Bangunan Industri Bengkel Pembuatan Mesin CV. Karya Brawijaya
Petir merupakan kejadian alam yang terjadi karena loncatan muatan listrik antara awan dan bumi. Kerusakan akibat sambaran petir yang ditimbulkan dapat membahayakan peralatanperalat...
PERANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR EKSTERNAL POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA
PERANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR EKSTERNAL POLITEKNIK ENJINERING INDORAMA
Petir merupakan salah satu fenomena tegangan dan arus tinggi yang terjadi dalam waktu amat singkat (impuls) yang bermula dari ionisasi hingga loncatan muatan dari awan ke tanah at...
RANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR SEBAGAI TRAINER PEMELAJARAN SISTEM PROTEKSI
RANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR SEBAGAI TRAINER PEMELAJARAN SISTEM PROTEKSI
Petir terjadi dikarenakan fenomena tegangan dan arus tinggi dalam waktu singkat, diawali dari ionisasi hingga loncatan muatan dari awan ke tanah atau sebalikny...
Perancangan Sistem Pentanahan Gedung Pusat Komputer Universitas Negeri Manado
Perancangan Sistem Pentanahan Gedung Pusat Komputer Universitas Negeri Manado
This study aimed to design a grounding system in the Computer Center Building and analyze the feasibility of the building in the use of a lightning rod system. This research was co...
ANALISIS POTENSI EKONOMI PADA SETIAP KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
ANALISIS POTENSI EKONOMI PADA SETIAP KECAMATAN DALAM PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
Identifikasi potensi ekonomi pada setiap kecamatan di Kabupaten Lombok Utara sangat penting untuk dapat membuat perencanaan pembangunan yang tepat sehingga pengembangan pembangunan...
Sistem Proteksi Petir Eksternal dan Estimasi Kenaikan Tegangan pada Sistem Pentanahan Stasiun Penyimpanan Avtur Pulau Layang
Sistem Proteksi Petir Eksternal dan Estimasi Kenaikan Tegangan pada Sistem Pentanahan Stasiun Penyimpanan Avtur Pulau Layang
Fenomena petir merupakan pertistiwa lepasnya muatan listrik (electric discharge) yang terjadi di atmosfer, diikuti dengan semburan cahaya dan radiasi gelombang...
ANALISIS POTENSI EKONOMI KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2011-2016
ANALISIS POTENSI EKONOMI KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2011-2016
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sektor manakah yang menjadi sektor unggulan di KabupatenSumbawa tahun 2011-2016, mengetahui struktur ekonomi (National Share, Proportiona...

