Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kecantikan Perempuan Dalam Akun Youtube Tasya Farasya (Analisis Semiotika Roland Barthes)
View through CrossRef
Penelitian ini berjudul Analisis Kecantikan Perempuan Dalam Akun Youtube Tasya Farasya (Analisis Semiotika Roland Barthes). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana makna kecantikan perempuan dalam video make up tutorial di channel YouTube Tasya Farasya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Terdapat dua jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu; Data Primer yang dalam penelitian ini data primernya adalah pilihan scene pada video tutorial make up yang berjudul “Make Up Wisuda Gak Usah ke Salon” dan data sekunder baik itu jurnal, buku, ataupun literatur lainnya yang relevan dengan penelitian. Objek dalam penelitian ini adalah tujuh scene dalam video tutorial make up di channel Youtube Tasya Farasya. Tujuh scene itu dikaji menggunakan semiotika Roland Barthes dengan menganalisis makna penanda (signifier), pertanda (signified), denotatif dan konotatif. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada video yang berjudul “Make Up Wisuda Gak Usah ke Salon”. Dalam penelitian ini penanda dalam sebuah scene atau yang disebut dengan Signifier dapat berbentuk ekspresi atau juga disebut sebagai bentuk medium yang diambil dari sebuah tanda yang dapat berupa bunyi, gambar atau coretan yang dapat dimaknai. Sedangkan penanda dan pertanda kecantikan dalam video make up tutorial yakni ekspresi dari Tasya Farasya yang terdapat dalam setiap scene pilihan.
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al-Banna
Title: Analisis Kecantikan Perempuan Dalam Akun Youtube Tasya Farasya (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Description:
Penelitian ini berjudul Analisis Kecantikan Perempuan Dalam Akun Youtube Tasya Farasya (Analisis Semiotika Roland Barthes).
Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana makna kecantikan perempuan dalam video make up tutorial di channel YouTube Tasya Farasya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes.
Terdapat dua jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu; Data Primer yang dalam penelitian ini data primernya adalah pilihan scene pada video tutorial make up yang berjudul “Make Up Wisuda Gak Usah ke Salon” dan data sekunder baik itu jurnal, buku, ataupun literatur lainnya yang relevan dengan penelitian.
Objek dalam penelitian ini adalah tujuh scene dalam video tutorial make up di channel Youtube Tasya Farasya.
Tujuh scene itu dikaji menggunakan semiotika Roland Barthes dengan menganalisis makna penanda (signifier), pertanda (signified), denotatif dan konotatif.
Berdasarkan analisis yang dilakukan pada video yang berjudul “Make Up Wisuda Gak Usah ke Salon”.
Dalam penelitian ini penanda dalam sebuah scene atau yang disebut dengan Signifier dapat berbentuk ekspresi atau juga disebut sebagai bentuk medium yang diambil dari sebuah tanda yang dapat berupa bunyi, gambar atau coretan yang dapat dimaknai.
Sedangkan penanda dan pertanda kecantikan dalam video make up tutorial yakni ekspresi dari Tasya Farasya yang terdapat dalam setiap scene pilihan.
Related Results
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
Standar Kecantikan dalam Film Imperfect: Sebuah Pendekatan Semiotika
Standar Kecantikan dalam Film Imperfect: Sebuah Pendekatan Semiotika
This research aims to analyze the representation of beauty standards in the film Imperfect through Roland Barthes semiotic approach. The background to this research focuses on how ...
Citra Feminitas dalam Novel Cintapucino
Citra Feminitas dalam Novel Cintapucino
ABSTRACT
Femininity as a lifestyle appears in various domains, including novels. This study aims to determine the meaning of the image text of femininity and the myth of the ...
Semiotika Roland Barthes: Gerak tari pada pertunjukan Bedug Kerok di kampung seni Yudha Asri
Semiotika Roland Barthes: Gerak tari pada pertunjukan Bedug Kerok di kampung seni Yudha Asri
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mengkategorikan tanda-tanda dalam pertunjukan gendang kerok dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Pertunjukan b...
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
<p>Penelitian berjudul “Mitos Tokoh Perempuan Lakon Abdulmuluk Jauhari Teater Dulmuluk Tunas Harapan” ini menganalisis tentang tokoh perempuan yang dimainkan oleh aktor laki-...
Mitos Militerisme pada Busana Kampanye (Analisis Semiotika Roland Barthes Busana Kampanye Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni)
Mitos Militerisme pada Busana Kampanye (Analisis Semiotika Roland Barthes Busana Kampanye Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni)
ABSTRACTThe importance of fashion campaigns in the process of political communication in Indonesia has gained its own spotlight over the years. Clothing is seen to have an artifact...
Efektivitas Penggunaan Beauty Influencer Tasya Farasya pada Produk Make Over di DKI Jakarta
Efektivitas Penggunaan Beauty Influencer Tasya Farasya pada Produk Make Over di DKI Jakarta
Perkembangan era digital telah membawa perubahan besar terhadap perilaku konsumen, khususnya dalam pengambilan keputusan pembelian melalui media sosial. Industri kecantikan memanfa...
Beyond The Domestic Space: The Beauty Of Women In Hijab In The Commercials
Beyond The Domestic Space: The Beauty Of Women In Hijab In The Commercials
In advertisements, women are close to the role of models of the products offered. It is because women are considered to have many attractions. This article explores the meaning of ...

