Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir fî at-Tafsîr (Studi Analisis Kitab Tafsir Fath al-Qadîr Karya Muhammad bin ‘Alî bin Muhammad bin ‘Abdullâh asy-Syaukânî)

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji salah satu cabang ilmu tafsir yang berkaitan erat dengan ilmu bahasa, yaitu al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir. Secara khusus, penelitian ini menelaah penerapan ilmu al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir dalam kitab tafsir Fath al-Qadîr al-Jâmi' Baina Fannay ar-Riwâyah wa ad-Dirâyah min 'Ilmi at-Tafsîr karya Imam asy-Syaukânî, dengan fokus pada tiga lafazh terpilih, yaitu hudâ, ?asanah, dan ra?mah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam makna (al-Wujûh) serta kata-kata yang memiliki kesamaan makna (an-Nazhâ`ir) dari ketiga lafazh tersebut dalam tafsir asy-Syaukânî, sekaligus menunjukkan signifikansi ilmu ini dalam menghasilkan penafsiran Al-Qur’an yang akurat dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, yang mengandalkan analisis teks terhadap kitab tafsir Fath al-Qadîr sebagai sumber data primer, serta sejumlah literatur pendukung yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menguraikan makna dan hubungan semantik antarlafazh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tafsir Fath al-Qadîr, lafazh hudâ memiliki setidaknya 20 makna berbeda (al-Wujûh) dan 4 lafazh yang semakna (an-Nazhâ`ir). Lafazh ?asanah memiliki 18 makna dengan 1 lafazh yang semakna, sedangkan lafazh ra?mah memiliki 19 makna dengan 6 lafazh yang semakna. Meskipun ketiga lafazh tersebut memiliki makna dasar masing-masing, dalam konteks ayat tertentu maknanya dapat bergeser jauh dari makna asalnya. Pergeseran ini justru diperlukan agar penafsiran sesuai dengan konteks ayat dan tidak menimbulkan kerancuan. Kesimpulan dari penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penguasaan ilmu al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir dalam menafsirkan Al-Qur’an. Tanpa pemahaman yang mendalam terhadap keragaman dan kesamaan makna lafazh, risiko kesalahan penafsiran menjadi besar.
Title: Al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir fî at-Tafsîr (Studi Analisis Kitab Tafsir Fath al-Qadîr Karya Muhammad bin ‘Alî bin Muhammad bin ‘Abdullâh asy-Syaukânî)
Description:
Penelitian ini mengkaji salah satu cabang ilmu tafsir yang berkaitan erat dengan ilmu bahasa, yaitu al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir.
Secara khusus, penelitian ini menelaah penerapan ilmu al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir dalam kitab tafsir Fath al-Qadîr al-Jâmi' Baina Fannay ar-Riwâyah wa ad-Dirâyah min 'Ilmi at-Tafsîr karya Imam asy-Syaukânî, dengan fokus pada tiga lafazh terpilih, yaitu hudâ, ?asanah, dan ra?mah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam makna (al-Wujûh) serta kata-kata yang memiliki kesamaan makna (an-Nazhâ`ir) dari ketiga lafazh tersebut dalam tafsir asy-Syaukânî, sekaligus menunjukkan signifikansi ilmu ini dalam menghasilkan penafsiran Al-Qur’an yang akurat dan kontekstual.
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, yang mengandalkan analisis teks terhadap kitab tafsir Fath al-Qadîr sebagai sumber data primer, serta sejumlah literatur pendukung yang relevan.
Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menguraikan makna dan hubungan semantik antarlafazh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tafsir Fath al-Qadîr, lafazh hudâ memiliki setidaknya 20 makna berbeda (al-Wujûh) dan 4 lafazh yang semakna (an-Nazhâ`ir).
Lafazh ?asanah memiliki 18 makna dengan 1 lafazh yang semakna, sedangkan lafazh ra?mah memiliki 19 makna dengan 6 lafazh yang semakna.
Meskipun ketiga lafazh tersebut memiliki makna dasar masing-masing, dalam konteks ayat tertentu maknanya dapat bergeser jauh dari makna asalnya.
Pergeseran ini justru diperlukan agar penafsiran sesuai dengan konteks ayat dan tidak menimbulkan kerancuan.
Kesimpulan dari penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penguasaan ilmu al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir dalam menafsirkan Al-Qur’an.
Tanpa pemahaman yang mendalam terhadap keragaman dan kesamaan makna lafazh, risiko kesalahan penafsiran menjadi besar.

Related Results

Metode Pemaparan Qirâ’at dalam Tafsir Fath Al-Qadir oleh Imam Al-Syaukâni
Metode Pemaparan Qirâ’at dalam Tafsir Fath Al-Qadir oleh Imam Al-Syaukâni
This article is entitled the method of explaining Qirâ'at in the book of commentary on Fath al-Qadir by Imam al-Syaukâni. In interpreting the Qur'an, al-Syaukâni also very often us...
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Konsep Dan Peran Kompetensi Kepribadian Guru Menurut Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim Karya Syaikh Hasyim Asy'ari
Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konsep kompetensi kepribadian guru menurut kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta�allim karya Syaikh Hasyim Asy'ari. (2) Peran guru menurut kit...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
Perkembangan dan Resepsi Tafsir Hukmi di Kalangan Ulama
Perkembangan dan Resepsi Tafsir Hukmi di Kalangan Ulama
Tafsir hukmi merupakan pendekatan interpretasi Al-Qur'an yang fokus pada aspek-aspek hukum dan normatif dalam teks suci Islam. Penelitian ini menganalisis dari latar belakang kemun...
KOLABORASI ANTARA MUHAMMAD ABDUH DAN MUHAMMAD RASYID RIDHA’ DALAM MENCIPTAKAN KITAB TAFSIR BERNUANSA ADAB AL-IJTIMAI
KOLABORASI ANTARA MUHAMMAD ABDUH DAN MUHAMMAD RASYID RIDHA’ DALAM MENCIPTAKAN KITAB TAFSIR BERNUANSA ADAB AL-IJTIMAI
Upaya menggali isi al-Qur'an dengan benar adalah melalui kajian tafsir. Tafsir adalah disiplin ilmu yang mengarahkan manusia untuk dapat mengetahui makna Al-Qur'an yang belum dijel...

Back to Top