Javascript must be enabled to continue!
EKSISTENSI PAJAK E-COMMERCE
View through CrossRef
Abstrak Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi mempengaruhi segala aspek kehidupan. Dalam bisnis transaksi terjadi setiap saat, menghasilkan pendapatan, begitupun dalam bisnis on-line (E-Commerce). Transaksi merupakan obyek PPN dan pendapatan merupakan obyek PPh. Pemerintah c.q Kementrian Keuangan menerbitkan peraturan/perundang-undangan pajak atas hal ini. Sebagai akademisi ingin mengetahui bagaimanakah eksistensi pajak atas transaksi E-Commerce? Menjawab pertanyaan tersebut dilakukan penelitian kualitatif deskriptif. Diperlukan data kualitatif berupa informasi-informasi relevan, diambil dari sumber-sumber kompeten dan bisa diandalkan; yaitu dari Pemerintah c.q Direktorat Jenderal Pajak, tulisan para pakar dari berbagai website. Data dianalisis menggunakan analisis kulaitatif. Pajak, tidak dapat dipungkiri, bagi pemerintah Indonesia merupakan sumber utama pendapatan negara. Tahun 2013 Direktorat Jendral Pajak menerbitkan Surat Edaran Nomor:SE-62/PJ/2013 yang berisi: “diberikannya penegasan mengenai aspek Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pajak Penghasilan, dan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas transaksi E-Commerce Sejak itu transaksi dan pendapatan bisnis online dikenakan pajak. Kemudian diperbarui dengan Peraturan Mentri Keuangan Republik Indonesia Nomor:210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik (E-Commerce), perlakuan perpajakannya tetap berpegang pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor: 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, dan Undang-undang Nomor: 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Namun, pada tanggal 29 Maret 2019 pemerintah mencabut Peraturan tersebut dengan menerbitkan Peraturan Nomor:31/PMK.010/2018. Peraturan Nomor:210/PMK.010/2018 dicabut karena respon di masyarakat, juga kesadaran kementrian keuangan kurang sosialisasi terhadap masyarakat. Sebab perlu dikaji kembali bersama stakeholders. Semua kembali pada Surat Edaran Nomor:SE-62/PJ/2013.
Kata Kunci : E-Commerce, Transaksi, Peraturan/Perundang-undangan Pajak, PPN & PPnBM, PPh.
Universitas Buana Perjuangan Karawang
Title: EKSISTENSI PAJAK E-COMMERCE
Description:
Abstrak Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi mempengaruhi segala aspek kehidupan.
Dalam bisnis transaksi terjadi setiap saat, menghasilkan pendapatan, begitupun dalam bisnis on-line (E-Commerce).
Transaksi merupakan obyek PPN dan pendapatan merupakan obyek PPh.
Pemerintah c.
q Kementrian Keuangan menerbitkan peraturan/perundang-undangan pajak atas hal ini.
Sebagai akademisi ingin mengetahui bagaimanakah eksistensi pajak atas transaksi E-Commerce? Menjawab pertanyaan tersebut dilakukan penelitian kualitatif deskriptif.
Diperlukan data kualitatif berupa informasi-informasi relevan, diambil dari sumber-sumber kompeten dan bisa diandalkan; yaitu dari Pemerintah c.
q Direktorat Jenderal Pajak, tulisan para pakar dari berbagai website.
Data dianalisis menggunakan analisis kulaitatif.
Pajak, tidak dapat dipungkiri, bagi pemerintah Indonesia merupakan sumber utama pendapatan negara.
Tahun 2013 Direktorat Jendral Pajak menerbitkan Surat Edaran Nomor:SE-62/PJ/2013 yang berisi: “diberikannya penegasan mengenai aspek Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pajak Penghasilan, dan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas transaksi E-Commerce Sejak itu transaksi dan pendapatan bisnis online dikenakan pajak.
Kemudian diperbarui dengan Peraturan Mentri Keuangan Republik Indonesia Nomor:210/PMK.
010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik (E-Commerce), perlakuan perpajakannya tetap berpegang pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor: 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, dan Undang-undang Nomor: 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
Namun, pada tanggal 29 Maret 2019 pemerintah mencabut Peraturan tersebut dengan menerbitkan Peraturan Nomor:31/PMK.
010/2018.
Peraturan Nomor:210/PMK.
010/2018 dicabut karena respon di masyarakat, juga kesadaran kementrian keuangan kurang sosialisasi terhadap masyarakat.
Sebab perlu dikaji kembali bersama stakeholders.
Semua kembali pada Surat Edaran Nomor:SE-62/PJ/2013.
Kata Kunci : E-Commerce, Transaksi, Peraturan/Perundang-undangan Pajak, PPN & PPnBM, PPh.
Related Results
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Latar belakang: Pajak adalah kewajiban seseorang atau badan usaha untuk menyerahkan iuran yang bersifat memaksa kepada pemerintah berdasarkan peraturan yang berlaku.
Tujuan penelit...
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Latar belakang: Pajak adalah kewajiban seseorang atau badan usaha untuk menyerahkan iuran yang bersifat memaksa kepada pemerintah berdasarkan peraturan yang berlaku.
Tujuan penelit...
Pajak E-Commerce
Pajak E-Commerce
Perdagangan elektronik, yang juga dikenal sebagai e-commerce, telah mengubah dunia bisnis secara signifikan. Pajak dalam e-commerce semakin penting seiring dengan pertumbuhan pesat...
DAMPAK PENGAWASAN DAN SANKSI PERPAJAKAN PADA TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK: KESADARAN PAJAK SEBAGAI PERAN MEDIASI (Studi Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak Madya Semarang)
DAMPAK PENGAWASAN DAN SANKSI PERPAJAKAN PADA TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK: KESADARAN PAJAK SEBAGAI PERAN MEDIASI (Studi Wajib Pajak Badan di Kantor Pelayanan Pajak Madya Semarang)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan pajak dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kesadaran p...
Determinan Penggelapan Pajak Di Kpp Pratama Batam Selatan
Determinan Penggelapan Pajak Di Kpp Pratama Batam Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang dapat memberikan pengaruh kepada niat wajib pajak untuk melakukan penggelapan pajak. Determinan penggelapan pajak yang d...
Analisis Tax Planning dalam Rangka Mencapai Efisiensi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada PT. Prima Widodo Makmur
Analisis Tax Planning dalam Rangka Mencapai Efisiensi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada PT. Prima Widodo Makmur
Di era globalisasi ekonomi sekarang ini, upaya tax management atau yang lebih populer disebut tax planning banyak digunakan oleh perusahaan- perusahaan atau Pengusaha Kena Pajak (P...
PENGARUH PENGELAKAN PAJAK DAN IMPLEMENTASI PERATURAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK
PENGARUH PENGELAKAN PAJAK DAN IMPLEMENTASI PERATURAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK
Dalam APBN Indonesia, pajak mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap pembiayaan negara. Kontribusi penerimaan pajak terhadap sumber pendanaan negara dari tahun ke tahun sela...
Pengaruh Pengetahuan Pajak, Tarif Pajak, Sanksi Pajak, Tax Amnesty dan Program Pengungkapan Sukarela terhadap Kepatuhan Pajak Karyawan AHASS di Kabupaten Semarang
Pengaruh Pengetahuan Pajak, Tarif Pajak, Sanksi Pajak, Tax Amnesty dan Program Pengungkapan Sukarela terhadap Kepatuhan Pajak Karyawan AHASS di Kabupaten Semarang
This study aims to determine the effect of tax knowledge, tax rates, tax sanctions,Tax Amnesty And the Voluntary Disclosure Program for Tax Compliance in Ahass, Semarang Regency. T...

