Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penatalaksanaan Sinus Preaurikular Kongenital

View through CrossRef
Sinus preaurikular kongenital adalah kelainan akibat tidak sempurnanya perkembangan arkus brankial pertama dan kedua yang membentuk telinga luar dan telinga tengah, berupa kista atau fistula yang terjadi pada jaringan lunak preaurikular. Kelainan ini disebut juga dengan pit preaurikular, kista preaurikular atau fistula preaurikular. Kelainan ini biasanya bersifat asimptomatik, dan sebagian besar penderita datang ke pelayanan kesehatan setelah terjadi obstruksi dan infeksi fistel, baik infeksi yang terjadi pertama kali ataupun infeksi yang berulang. Sinus preaurikular asimptomatik tidak memerlukan tindakan khusus kecuali tindakan pencegahan terhadap infeksi dengan menghindari manipulasi dan melakukan pembersihan muara dari sumbatan dengan alkohol atau cairan antiseptik lainnya secara rutin. Penanganan yang tidak tepat pada pasien dengan sinus terinfeksi yang sudah terjadi komplikasi dengan sekret kronik atau abses pada sinus dapat mengakibatkan infeksi berulang, sepsis dan kemungkinan bekas luka pasca-operasi yang berat. Sinus preaurikular yang pertama kali terinfeksi dapat dilakukan tindakan konservatif berupa pemberian antibiotik serta kompres hangat pada sinus yang terinfeksi. Pemberian antibiotik disesuaikan dengan bakteri penyebab dan uji sensitivitasnya, sedangkan pada keadaan dimana terdapat abses maka perlu dilakukan insisi dan drainase abses. Terdapat berbagai macam teknik pembedahan untuk mengeksisi sinus preaurikular. Teknik pembedahan dikembangkan dan dimodifikasi untuk menurunkan angka rekurensi. Katakunci Sinus Precurikular Kongenitas, Infeksi Sinus, Tehnik Pembedahan
Title: Penatalaksanaan Sinus Preaurikular Kongenital
Description:
Sinus preaurikular kongenital adalah kelainan akibat tidak sempurnanya perkembangan arkus brankial pertama dan kedua yang membentuk telinga luar dan telinga tengah, berupa kista atau fistula yang terjadi pada jaringan lunak preaurikular.
Kelainan ini disebut juga dengan pit preaurikular, kista preaurikular atau fistula preaurikular.
Kelainan ini biasanya bersifat asimptomatik, dan sebagian besar penderita datang ke pelayanan kesehatan setelah terjadi obstruksi dan infeksi fistel, baik infeksi yang terjadi pertama kali ataupun infeksi yang berulang.
Sinus preaurikular asimptomatik tidak memerlukan tindakan khusus kecuali tindakan pencegahan terhadap infeksi dengan menghindari manipulasi dan melakukan pembersihan muara dari sumbatan dengan alkohol atau cairan antiseptik lainnya secara rutin.
Penanganan yang tidak tepat pada pasien dengan sinus terinfeksi yang sudah terjadi komplikasi dengan sekret kronik atau abses pada sinus dapat mengakibatkan infeksi berulang, sepsis dan kemungkinan bekas luka pasca-operasi yang berat.
Sinus preaurikular yang pertama kali terinfeksi dapat dilakukan tindakan konservatif berupa pemberian antibiotik serta kompres hangat pada sinus yang terinfeksi.
Pemberian antibiotik disesuaikan dengan bakteri penyebab dan uji sensitivitasnya, sedangkan pada keadaan dimana terdapat abses maka perlu dilakukan insisi dan drainase abses.
Terdapat berbagai macam teknik pembedahan untuk mengeksisi sinus preaurikular.
Teknik pembedahan dikembangkan dan dimodifikasi untuk menurunkan angka rekurensi.
Katakunci Sinus Precurikular Kongenitas, Infeksi Sinus, Tehnik Pembedahan.

Related Results

Multiple Concurrent Pilonidal Sinuses: Case report and Literature review
Multiple Concurrent Pilonidal Sinuses: Case report and Literature review
Abstract Introduction: Concurrent pilonidal sinuses (PNSs) at distinct locations are extremely rare. This report highlights an exceptional case of a young female presenting with th...
TORTIKOLIS MUSKULAR KONGENITAL
TORTIKOLIS MUSKULAR KONGENITAL
Abstract: Torticollis, or wryneck, is a group of symptoms based on many causes that clinically manifests itself as a crooked or rotated neck. Congenital muscular torticollis is the...
Lifting of the Maxillary Sinus in Dental Implantation
Lifting of the Maxillary Sinus in Dental Implantation
Background: The posterior maxilla often presents challenges for dental implants due to reduced bone density and volume, exacerbated by alveolar resorption and sinus pneumatization....
The Hidden Rhythm: A Rare Case of Isoarrhythmic Sick Sinus Syndrome Defying Chronotropic Expectations
The Hidden Rhythm: A Rare Case of Isoarrhythmic Sick Sinus Syndrome Defying Chronotropic Expectations
Background: Isoarrhythmic sick sinus syndrome (SSS) is a rare and often under-recognized variant of sinus node dysfunction, where the sinus and junctional rates are nearly identica...
KERUSAKAN TULANG PADA KASUS ENDODONTIK-PERIODONTAL
KERUSAKAN TULANG PADA KASUS ENDODONTIK-PERIODONTAL
Latar belakang. Masalah pulpa dan periodontal menyebabkan lebih dari 50% kehilangan gigi. Kasus pada laporan kasus ini merupakan lesi primer endodontik dan lesi sekunder periodonta...
PENATALAKSANAAN PENINGKATAN ASAM URAT
PENATALAKSANAAN PENINGKATAN ASAM URAT
Peningkatan asam urat (hiperurisemia) didefinisikan sebagai peninggian kadar asam urat lebih dari 7,0 ml/dl dan 6,0 mg/dl. Hiperurisemia perlu dilakukan penatalaksanaan untuk memba...
AGENESIE DES SINUS PARANASAUX ET DES CORNETS NASAUX (A propos d’un cas)
AGENESIE DES SINUS PARANASAUX ET DES CORNETS NASAUX (A propos d’un cas)
Résumé L'agénésie des sinus paranasaux est rare et apparaît principalement au niveau des sinus frontaux (12%) et des sinus maxillaires (5 à 6 %) [1]. Cela se produit le plus fréque...
A Prospective Study to Determine and Compare the Sizes of the Frontal Sinus by Age and Gender
A Prospective Study to Determine and Compare the Sizes of the Frontal Sinus by Age and Gender
Introduction: Determination of gender and estimation of stature from the skeleton is vital to medicolegal inquiries. CT scan measurements of maxillary and frontal sinus...

Back to Top