Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nasikh Mansukh dalam Perspektif Ulama Klasik dan Kontemporer

View through CrossRef
Konsep nāsikh dan mansūkh, yang terkait dengan penghapusan dan penggantian hukum dalam Al-Qur'an, telah menjadi subjek perdebatan di kalangan ulama lintas generasi. Terminologi ini merefleksikan dinamika hukum syar'i, di mana sebuah ayat dapat membatalkan atau menggantikan ayat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan ulama klasik dan kontemporer terhadap nasikh-mansūkh, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan studi lebih lanjut dalam bidang tafsir dan ushul fiqh. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis literatur, penelitian ini menawarkan wawasan yang lebih mendalam terkait perbedaan pandangan tentang nasikh-mansūkh serta dampaknya terhadap penafsiran dan penerapan hukum Islam dalam konteks modern. Hasil studi ini menunjukkan bahwa konsep nasikh mansūkh dalam Al-Qur'an tetap relevan, dengan ulama klasik dan kontemporer memberikan interpretasi yang berbeda. Ulama klasik, seperti Imam Syafi'i dan Jalaluddin al-Suyuti, berpendapat bahwa nāsikh merupakan proses pembatalan hukum yang bertujuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan sosial. Sebaliknya, ulama kontemporer seperti Abdul Wahhab Khallaf dan Muhammad Thaha menekankan bahwa nasikh bukan sekadar pembatalan, melainkan bentuk penyesuaian hukum yang fleksibel sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Imam Syafi'i, sebagai ulama terkemuka dalam ushul fiqh, berpendapat bahwa konsep ini bukanlah kontradiktif, melainkan mencerminkan fleksibilitas dan kebijaksanaan dalam ajaran Islam. Konsep ini memungkinkan perubahan hukum untuk sejalan dengan kondisi sosial yang dinamis.  
Title: Nasikh Mansukh dalam Perspektif Ulama Klasik dan Kontemporer
Description:
Konsep nāsikh dan mansūkh, yang terkait dengan penghapusan dan penggantian hukum dalam Al-Qur'an, telah menjadi subjek perdebatan di kalangan ulama lintas generasi.
Terminologi ini merefleksikan dinamika hukum syar'i, di mana sebuah ayat dapat membatalkan atau menggantikan ayat lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan ulama klasik dan kontemporer terhadap nasikh-mansūkh, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan studi lebih lanjut dalam bidang tafsir dan ushul fiqh.
Melalui pendekatan kualitatif dan analisis literatur, penelitian ini menawarkan wawasan yang lebih mendalam terkait perbedaan pandangan tentang nasikh-mansūkh serta dampaknya terhadap penafsiran dan penerapan hukum Islam dalam konteks modern.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa konsep nasikh mansūkh dalam Al-Qur'an tetap relevan, dengan ulama klasik dan kontemporer memberikan interpretasi yang berbeda.
Ulama klasik, seperti Imam Syafi'i dan Jalaluddin al-Suyuti, berpendapat bahwa nāsikh merupakan proses pembatalan hukum yang bertujuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan sosial.
Sebaliknya, ulama kontemporer seperti Abdul Wahhab Khallaf dan Muhammad Thaha menekankan bahwa nasikh bukan sekadar pembatalan, melainkan bentuk penyesuaian hukum yang fleksibel sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Imam Syafi'i, sebagai ulama terkemuka dalam ushul fiqh, berpendapat bahwa konsep ini bukanlah kontradiktif, melainkan mencerminkan fleksibilitas dan kebijaksanaan dalam ajaran Islam.
Konsep ini memungkinkan perubahan hukum untuk sejalan dengan kondisi sosial yang dinamis.
 .

Related Results

KAJIAN KRITIS TENTANG NASIKH MANSUKH DALAM AL-
KAJIAN KRITIS TENTANG NASIKH MANSUKH DALAM AL-
Problematika kajian nasikh mansukh dalam Al-Qur’an adalah salah satu tema yang masih terus hangat diperbincangkan bahkan diperdebatkan keberadaanya oleh para ulama hingga sekarang ...
Musik Klasik dalam Paradigma Kontemporer: Penyelidikan tentang Apresiasi dan Pendengar
Musik Klasik dalam Paradigma Kontemporer: Penyelidikan tentang Apresiasi dan Pendengar
Penelitian ini bertujuan untuk melacak pergeseran apresiasi musik klasik pada konteks era kontemporer, selain itu juga menganalisis persentase pendengar musik klasik dalam menghada...
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
Peran Buya Gusrizal Gazahar di Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat
AbstrakMUI Sumatra Barat masa kepemimpinan Buya Gusrizal Gazahar memahami pergolakan dan perubahan sosial seperti perubahan. Masa kepemimpinnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sum...
Kontroversi Teori Nasakh Wal Mansukh Menurut Para Ulama
Kontroversi Teori Nasakh Wal Mansukh Menurut Para Ulama
Teori nasakh sampai hari ini masi terus berpolemik dalam pemahaman ulama, isu yang sangat kompleks dalam teori tersebut adalah adanya ulama  yang menolak teori Nasakh wal Mansukh, ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Konsep Nasikh Mansukh Hadith Dalam Perubahan Hukum
Konsep Nasikh Mansukh Hadith Dalam Perubahan Hukum
Konsep nasikh dan mansukh memainkan peranan yang sangat penting dalam penafsiran hukum Islam berdasarkan hadith, terutamanya dalam menangani isu-isu hukum yang bersifat dinamik dal...
DEKONTRUKSI KONSEP RIBA DAN BUNGA(ANALISIS PERBANDINGAN LITERATUR KLASIK DAN KONTEMPORER)
DEKONTRUKSI KONSEP RIBA DAN BUNGA(ANALISIS PERBANDINGAN LITERATUR KLASIK DAN KONTEMPORER)
Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi konsep Riba dan bunga dalam perspektif ekonomi Islam melalui analisis perbandingan antara literature klasik dan pemikiran kontemporer...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK   Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...

Back to Top