Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENCIPTAAN KEMANDIRIAN PAKAN PELET MELALUI INTRODUKSI MESIN PAKAN CARONG ACEH TAMIANG

View through CrossRef
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan dan dan meningkatkan kemampuan 18 anggota gapokkan sepakat dalam menciptakan pakan pelet menggunakan bahan baku lokal melalui mesin pakan pelet carong .Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui tahapan kegiatan diantaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi melalui penilaian pada lembar evaluasi hasil post test Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan tercatat melalui lembar post test dimana 13 anggota kelompok (72 %) mengetahui tatacara penggunaan mesin pelet, 15 anggota kelompok (83%) sangat mengetahui jenis bahan baku pembuatan pakan pelet, 4 angota kelompok (22%) mengetahui metode perhitungan formulasi pakan dan 15 anggota kelompok (83%) mengetahui teknik penjemuran pakan. Disimpulkan bahwa 5 anggota kelompok ( 27,7%) mengetahui tentang materi pencatatan buku agenda, 11 anggota kelompok (61%) mengetahui materi pencatatan inventaris kelompok dan 44,4% anggota kelompok mengetahui materi pencatatan produksi. Hal ini memperlihatkan bahwa introduksi mesin pakan pelet carong membantu gapokkan sepakat dalam penyediaan pakan pelet sekaligus menciptakan kemandirian pakan bagi kelompok.Abstract: This community service (PKM) aims to create feed independence for the gapokkan sepakat through the carong pellet feed machine. The method used is participatory action research and technology transfer through various stages of activities, including coordination, socialization, activity implementation, and monitoring and evaluation. All stages of the activities were documented using post-test sheets, where 13 group members (72%) knew how to use the pellet machine, 15 group members (83%) were highly familiar with the types of raw materials for making pellet feed, 4 group members (22%) understood the feed formulation calculation method, and 15 group members (83%) knew the feed drying technique. It was concluded that 5 group members (27.7%) were knowledgeable about agenda book recording materials, 11 group members (61%) understood inventory recordkeeping materials, and 44.4% of group members were familiar with production recording materials. This shows that the introduction of the carong pellet feed machine helps the gapokkan sepakat in providing pellet feed while also fostering feed independence for the group.
Title: PENCIPTAAN KEMANDIRIAN PAKAN PELET MELALUI INTRODUKSI MESIN PAKAN CARONG ACEH TAMIANG
Description:
Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengenalkan dan dan meningkatkan kemampuan 18 anggota gapokkan sepakat dalam menciptakan pakan pelet menggunakan bahan baku lokal melalui mesin pakan pelet carong .
Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui tahapan kegiatan diantaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi melalui penilaian pada lembar evaluasi hasil post test Seluruh tahapan kegiatan yang dilakukan tercatat melalui lembar post test dimana 13 anggota kelompok (72 %) mengetahui tatacara penggunaan mesin pelet, 15 anggota kelompok (83%) sangat mengetahui jenis bahan baku pembuatan pakan pelet, 4 angota kelompok (22%) mengetahui metode perhitungan formulasi pakan dan 15 anggota kelompok (83%) mengetahui teknik penjemuran pakan.
Disimpulkan bahwa 5 anggota kelompok ( 27,7%) mengetahui tentang materi pencatatan buku agenda, 11 anggota kelompok (61%) mengetahui materi pencatatan inventaris kelompok dan 44,4% anggota kelompok mengetahui materi pencatatan produksi.
Hal ini memperlihatkan bahwa introduksi mesin pakan pelet carong membantu gapokkan sepakat dalam penyediaan pakan pelet sekaligus menciptakan kemandirian pakan bagi kelompok.
Abstract: This community service (PKM) aims to create feed independence for the gapokkan sepakat through the carong pellet feed machine.
The method used is participatory action research and technology transfer through various stages of activities, including coordination, socialization, activity implementation, and monitoring and evaluation.
All stages of the activities were documented using post-test sheets, where 13 group members (72%) knew how to use the pellet machine, 15 group members (83%) were highly familiar with the types of raw materials for making pellet feed, 4 group members (22%) understood the feed formulation calculation method, and 15 group members (83%) knew the feed drying technique.
It was concluded that 5 group members (27.
7%) were knowledgeable about agenda book recording materials, 11 group members (61%) understood inventory recordkeeping materials, and 44.
4% of group members were familiar with production recording materials.
This shows that the introduction of the carong pellet feed machine helps the gapokkan sepakat in providing pellet feed while also fostering feed independence for the group.

Related Results

Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING
PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING
PELAPISAN PERMUKAAN PELET UO2 DENGAN ZIRKONIUM DIBORIDA MENGGUNAKAN METODA SPUTTERING. Pengembangan teknologi bahan bakar nuklir bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengoperasia...
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
URGENSI PENGATURAN HUKUM PENYIARAN ACEH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGAKTUALISASI NILAI ISLAM DAN BUDAYA MASYARAKAT ACEH
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1). Pengaturan Hukum Penyiaran Aceh dalam mengaktualisasi nilai keislaman dan Kearifan budaya local masyarakat Aceh (2) Program Penyiaran Ac...
PENGEMBANGAN USAHA IKAN NILA di DESA MERANGIN KECAMATAN KAMPAR RIAU
PENGEMBANGAN USAHA IKAN NILA di DESA MERANGIN KECAMATAN KAMPAR RIAU
<p><strong><em>Abstract</em></strong><strong><em>.</em></strong><strong><em> </em></strong><em>T...
Efektivitas Program Pemerintah Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap Pola Pangan Harapan Rumah Tangga di Kota Banda Aceh
Efektivitas Program Pemerintah Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terhadap Pola Pangan Harapan Rumah Tangga di Kota Banda Aceh
Abstrak. Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan, kementerian pertanian melalui Badan Litbang Pertanian mengembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari atau yang disebut dengan KRPL,...
Subordinative Construction of Tamiang Malay Language: Syntactic Typology Study
Subordinative Construction of Tamiang Malay Language: Syntactic Typology Study
This study aims to identify the syntactic typology of Tamiang Malay, focusing specifically on the co-referential patterns of grammatical relations to its arguments, including S, A ...
Analisis Kewenangan Badan Pertanahan Nasional Aceh Dan Dinas Pertanahan Aceh di Kota Banda Aceh
Analisis Kewenangan Badan Pertanahan Nasional Aceh Dan Dinas Pertanahan Aceh di Kota Banda Aceh
Berdasarkan Pasal 253 Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh menegaskan tentang peralihan status Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Aceh dan Kantor Pertanaha...
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMA BERKAPASITAS 157 ML MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN FLUIDA CAIR
RANCANG BANGUN MESIN STIRLING TIPE GAMA BERKAPASITAS 157 ML MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGIN FLUIDA CAIR
Penelitian tentang pengembangan mesin stirling saat ini sedang berkembang terkusus diakibatkan oleh karakteristik mesin stirling yang dapat mengunakan banyak jenis bahan bakar. Per...

Back to Top