Javascript must be enabled to continue!
TRANSFORMASI BENTUK DALAM UPACARA RITUAL KEMATIAN MANGONGKAL HOLI PADA MARGA NAINGGOLAN DI SUMATERA UTARA
View through CrossRef
Mangongkal Holi yaitu ritual upacara adat tradisi Batak Toba yang masih dilestarikan, dengan proses penggalian makam orang yang sudah lama wafat/meninggal untuk diambil tulang-belulangnya dan dipindahkan ke tempat yang baru yaitu sebuah tugu atau batu napir. Tujuan dari upacara kematian tradisi Batak yaitu menjali silaturahmi antar kekerabatan marga. Untuk menguraikan rangkaian pelaksanaan tersebut menggunakan metode penelitiandeskriptif analisis dengan langkah-langkah; studi pustaka, studi observasi, dan studidokumentasi melalui teori analisis struktural Lévi-Strauss. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya transformasi bentuk dalam rangkaian pra-acara, pelaksanaan acara, pesta adat, dan pasca-acara. Adapun temuan menggunakan analisis Deep Structure terdapat empat unsur kebudayaan yang masih lekat untuk diterapkandiantaranya: taburan uang di kuburan, rumah sakti sebagai tempat pemberkatan, toleransi mangongkal holi dalam keberagaman agama, dan jeruk purut serta serbuk kunyit sebagai bentuk kesucian. Hal tersebut menjadi adanya transformasi struktur dan makna pada upacara ritual kematian Mangongkal Holi pada marga Nainggolan.
Kata Kunci: Mangongkal Holi, Upacara kematian, Batak TobaMangongkal Holi is a traditional ceremonial ritual of the Toba Batak tradition that is still preserved, with the process of excavating the graves of people who have long died to take their bones and move them to a new place, namely a monument or stone napir. The purpose of the death ceremony of the Batak tradition is to establish a relationship between clan kinship. To describe the series ofimplementations using descriptive analysis research methods with steps; literature study, observational study, and documentation study through Lévi-Strauss structural analysis theory.The results of this study found a transformation of form in a series of pre-event, event implementation, traditional party, and post-event. As for the findings using Deep Structure analysis, there are four cultural elements that are still attached to be applied, including: the sprinkling of money in graves, a sacred house as a place of blessing, tolerance for mangongkal holi in religious diversity, and kaffir lime and turmeric powder as a form of holiness. This is a transformation of structure and meaning in the ritual ceremony of the death of Mangongkal Holi in the Nainggolan clan.
Keyword: Mangongkal Holi, Upacara kematian, Batak Toba
Universitas Buana Perjuangan Karawang
Title: TRANSFORMASI BENTUK DALAM UPACARA RITUAL KEMATIAN MANGONGKAL HOLI PADA MARGA NAINGGOLAN DI SUMATERA UTARA
Description:
Mangongkal Holi yaitu ritual upacara adat tradisi Batak Toba yang masih dilestarikan, dengan proses penggalian makam orang yang sudah lama wafat/meninggal untuk diambil tulang-belulangnya dan dipindahkan ke tempat yang baru yaitu sebuah tugu atau batu napir.
Tujuan dari upacara kematian tradisi Batak yaitu menjali silaturahmi antar kekerabatan marga.
Untuk menguraikan rangkaian pelaksanaan tersebut menggunakan metode penelitiandeskriptif analisis dengan langkah-langkah; studi pustaka, studi observasi, dan studidokumentasi melalui teori analisis struktural Lévi-Strauss.
Hasil dari penelitian ini menemukan adanya transformasi bentuk dalam rangkaian pra-acara, pelaksanaan acara, pesta adat, dan pasca-acara.
Adapun temuan menggunakan analisis Deep Structure terdapat empat unsur kebudayaan yang masih lekat untuk diterapkandiantaranya: taburan uang di kuburan, rumah sakti sebagai tempat pemberkatan, toleransi mangongkal holi dalam keberagaman agama, dan jeruk purut serta serbuk kunyit sebagai bentuk kesucian.
Hal tersebut menjadi adanya transformasi struktur dan makna pada upacara ritual kematian Mangongkal Holi pada marga Nainggolan.
Kata Kunci: Mangongkal Holi, Upacara kematian, Batak TobaMangongkal Holi is a traditional ceremonial ritual of the Toba Batak tradition that is still preserved, with the process of excavating the graves of people who have long died to take their bones and move them to a new place, namely a monument or stone napir.
The purpose of the death ceremony of the Batak tradition is to establish a relationship between clan kinship.
To describe the series ofimplementations using descriptive analysis research methods with steps; literature study, observational study, and documentation study through Lévi-Strauss structural analysis theory.
The results of this study found a transformation of form in a series of pre-event, event implementation, traditional party, and post-event.
As for the findings using Deep Structure analysis, there are four cultural elements that are still attached to be applied, including: the sprinkling of money in graves, a sacred house as a place of blessing, tolerance for mangongkal holi in religious diversity, and kaffir lime and turmeric powder as a form of holiness.
This is a transformation of structure and meaning in the ritual ceremony of the death of Mangongkal Holi in the Nainggolan clan.
Keyword: Mangongkal Holi, Upacara kematian, Batak Toba.
Related Results
Jakarta Toba Batak Subject Position in Toba Batak Mangongkal Holi Discourse: Laclau Discourse Analysis
Jakarta Toba Batak Subject Position in Toba Batak Mangongkal Holi Discourse: Laclau Discourse Analysis
A secondary burial practice known as Mangongkal Holi originated in the Toba Batak people. For hundreds of years, the Toba Batak tribe has incorporated this ceremony completely. Man...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Mangongkal Holi: Upacara Adat Yang Mencerminkan Nilai-Nilai Kehidupan
Mangongkal Holi: Upacara Adat Yang Mencerminkan Nilai-Nilai Kehidupan
The Mangongkal Holi tradition is one of the cultures that developed in the midst of the life of the Toba Batak community and at the same time made it a distinctive tradition of the...
Aspek Arsitektur Sebagai Potensi Wisata di Desa Nainggolan Architectural Aspects as a Tourism Potential in Nainggolan Village
Aspek Arsitektur Sebagai Potensi Wisata di Desa Nainggolan Architectural Aspects as a Tourism Potential in Nainggolan Village
Desa Nainggolan berada di Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Keberadaan Pulau Samosir sebagai salah satu objek wisata di Provinsi Sumatera Utara menj...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
REPOSISI PENGAWAS KETENAGAKERJAAN BAGI PENEGAKAN UU NO.13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA
REPOSISI PENGAWAS KETENAGAKERJAAN BAGI PENEGAKAN UU NO.13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA
ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dan bersifat deskriptif analitis menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), dengan memaparkan serta m...
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
ABSTRAK
Komunikasi transendental nyenuk merupakan rangkaian dari upacara ngenteg linggih yang dilaksanakan oleh masyarakat setelah pemabngunan atau mepugaran pura...

