Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI PADA CERUK LOKO LEMO DI DESA POREHU

View through CrossRef
Pada masa Holosen, manusia sudah mulai mengenal tempat tinggal dengan memanfaatkan gua atau ceruk sebagai tempat berlindung dari serangan musuh, binatang buas atau bencana alam. Selain sebagai tempat hunian sering kali juga dimanfaatkan sebagai tempat penguburan. Saat ini, gua atau ceruk tersebut menjadi tinggalan arkeologi yang dinilai sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan. Salah satu Wilayah di Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara, yang juga terdapat banyak tinggalan arkeologinya ialah Kolaka Utara. Salah satunya adalah tinggalan arkeologi prasejarah yaitu Ceruk Loko Lemo. Ceruk Loko Lemo adalah tinggalan arkeologi prasejarah yang terletak di Desa Porehu Kecamatan Porehu Kabupaten Kolaka Utara, dengan kondisi situs yang tidak terawat namun memiliki tinggalan arkeologi yang sangat penting untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tinggalan arkeologi yang ada di Ceruk Loko Lemo dan fungsi Ceruk Loko Lemo. Penelitian ini menggunakan Teori Sejarah Budaya dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat tinggalan arkeologi yang ditemukan yaitu fragmen gerabah, fragmen tembikar dan moluska (sampah dapur). Adapun fungsi Ceruk Loko Lemo adalah sebagai gua hunian dengan melihat kondisi ceruk serta tinggalan arkeologi yang ada.
Title: IDENTIFIKASI TINGGALAN ARKEOLOGI PADA CERUK LOKO LEMO DI DESA POREHU
Description:
Pada masa Holosen, manusia sudah mulai mengenal tempat tinggal dengan memanfaatkan gua atau ceruk sebagai tempat berlindung dari serangan musuh, binatang buas atau bencana alam.
Selain sebagai tempat hunian sering kali juga dimanfaatkan sebagai tempat penguburan.
Saat ini, gua atau ceruk tersebut menjadi tinggalan arkeologi yang dinilai sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan.
Salah satu Wilayah di Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara, yang juga terdapat banyak tinggalan arkeologinya ialah Kolaka Utara.
Salah satunya adalah tinggalan arkeologi prasejarah yaitu Ceruk Loko Lemo.
Ceruk Loko Lemo adalah tinggalan arkeologi prasejarah yang terletak di Desa Porehu Kecamatan Porehu Kabupaten Kolaka Utara, dengan kondisi situs yang tidak terawat namun memiliki tinggalan arkeologi yang sangat penting untuk diteliti.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tinggalan arkeologi yang ada di Ceruk Loko Lemo dan fungsi Ceruk Loko Lemo.
Penelitian ini menggunakan Teori Sejarah Budaya dengan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat tinggalan arkeologi yang ditemukan yaitu fragmen gerabah, fragmen tembikar dan moluska (sampah dapur).
Adapun fungsi Ceruk Loko Lemo adalah sebagai gua hunian dengan melihat kondisi ceruk serta tinggalan arkeologi yang ada.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
GAMBAR CADAS SITUS KOMPLEKS CERUK WABURI, BUTON SELATAN
GAMBAR CADAS SITUS KOMPLEKS CERUK WABURI, BUTON SELATAN
ABSTRAK Situs Kompleks Ceruk Waburi merupakan situs prasejarah pertama yang ditemukan di Kabupaten Buton Selatan yang memiliki tinggalan arkeologis berupa gambar cadas di kee...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
BATU MAWE DI TELUK WONDAMA (Mawe Stone in Wondama Bay)
BATU MAWE DI TELUK WONDAMA (Mawe Stone in Wondama Bay)
There are quite a few megalithic interesting topics to studies. Megalithic cultural remains can be studied from all aspects. On this occasion the out her will examine the remain of...

Back to Top