Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap Perubahan Gangguan Tidur : Insomnia, pada Penderita Gangguan Muskuloskeletal

View through CrossRef
Insomnia dapat bersifat sementara atau bahkan persisten dan berhubungan dengan gangguan mental emosional, rasa khawatir dan kecemasan yang dialami oleh lansia. Survey yang dilakukan oleh National Institut of Health di Amerika, total penduduk yang mengalami insomnia 17% dari populasi dan lebih banyak dialami oleh lansia, dimana 1 dari 4 pada usia 60 tahun mengalami sulit tidur yang serius (Purwanto, 2007). Angka kejadian insomnia di Indonesia pada lansia cukup tinggi yaitu sekitar 67% dan 30% kelompok lansia mengeluh terbangun di waktu malam hari (Amir, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation techniques terhadap perubahan gangguan tidur : insomnia. Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitaif yang diolah secara statistik dengan mencari perbedaan sebelum dan sesudah mendapat perlakuan. Jenis penelitian ini menggunakan one group pre-post test design. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 38 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai P value = 0,000 lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05). Hasil penelitian ini Bahwa terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal. diketahui bahwa nilai P value = 0,000 yang mana lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang bermakna. Berdasarkan hasil distribusi frekuensi, tingkat insomnia responden sebelum diberi terapi Progressive Muscle Relaxation Technique atau terapi relaksasi otot progresif, mayoritas insomnia ringan yaitu sebanyak 24 orang atau sebesar 63,2%, dan mengalami penurunan yang signifikan menjadi 12 orang atau sebesar 31,6%. Hal ini juga dapat dilihat dari hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai P value = 0,000 lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05), artinya terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal, sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi melalui terapi relaksasi otot progresif ini dapat menurunkan tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal. Penerapan terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques atau terapi relaksasi otot progresif dalam penelitian ini memiliki dampak positif dalam menurunkan tingkat insomnia, karena secara teoritis dapat meningkatkan tubuh menjadi rileks.
Title: Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap Perubahan Gangguan Tidur : Insomnia, pada Penderita Gangguan Muskuloskeletal
Description:
Insomnia dapat bersifat sementara atau bahkan persisten dan berhubungan dengan gangguan mental emosional, rasa khawatir dan kecemasan yang dialami oleh lansia.
Survey yang dilakukan oleh National Institut of Health di Amerika, total penduduk yang mengalami insomnia 17% dari populasi dan lebih banyak dialami oleh lansia, dimana 1 dari 4 pada usia 60 tahun mengalami sulit tidur yang serius (Purwanto, 2007).
Angka kejadian insomnia di Indonesia pada lansia cukup tinggi yaitu sekitar 67% dan 30% kelompok lansia mengeluh terbangun di waktu malam hari (Amir, 2007).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation techniques terhadap perubahan gangguan tidur : insomnia.
Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitaif yang diolah secara statistik dengan mencari perbedaan sebelum dan sesudah mendapat perlakuan.
Jenis penelitian ini menggunakan one group pre-post test design.
Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 38 responden.
Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.
Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner.
Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai P value = 0,000 lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05).
Hasil penelitian ini Bahwa terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal.
diketahui bahwa nilai P value = 0,000 yang mana lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang bermakna.
Berdasarkan hasil distribusi frekuensi, tingkat insomnia responden sebelum diberi terapi Progressive Muscle Relaxation Technique atau terapi relaksasi otot progresif, mayoritas insomnia ringan yaitu sebanyak 24 orang atau sebesar 63,2%, dan mengalami penurunan yang signifikan menjadi 12 orang atau sebesar 31,6%.
Hal ini juga dapat dilihat dari hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai P value = 0,000 lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05), artinya terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal, sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi melalui terapi relaksasi otot progresif ini dapat menurunkan tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal.
Penerapan terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques atau terapi relaksasi otot progresif dalam penelitian ini memiliki dampak positif dalam menurunkan tingkat insomnia, karena secara teoritis dapat meningkatkan tubuh menjadi rileks.

Related Results

Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan tidur pada umumnya sering kita temukan pada masyarakat awam, terutama pada orang dengan lanjut usia (lansia). Prevalensinya sekitar 76%. Kelompok lansia lebih sering menga...
Poster 247: Muscle ERRγ Overexpression Mitigates the Muscle Atrophy after ACL injury
Poster 247: Muscle ERRγ Overexpression Mitigates the Muscle Atrophy after ACL injury
Objectives: Anterior cruciate ligament (ACL) reconstruction is the 6th most common orthopedic procedure performed in the United States (1,2). There is substantial evidence to sugge...
DAMPAK MEROKOK TERHADAP POLA TIDUR
DAMPAK MEROKOK TERHADAP POLA TIDUR
Abstract: Sleep/rest is one of  human needs, sleep disorder such as insomnia can interfere our daily activities. In Indonesia, the prevalence reached 10% of people with insomnia, o...
PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA LANSIA DI GRIYA USIA LANJUT ST. YOSEF SURABAYA
PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA LANSIA DI GRIYA USIA LANJUT ST. YOSEF SURABAYA
Gangguan pemenuhan kebutuhan tidur sering dijumpai pada lansia adalah ketidakmampuan tidur pada saat seseorang seharusnya tidur, baik dalam hal lama maupun dalamnya tidur. Keluhan ...
HUBUNGAN PERILAKU DZIKIR DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA DI DESA CAMPAKAMULYA
HUBUNGAN PERILAKU DZIKIR DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA DI DESA CAMPAKAMULYA
Lansia merupakan individu yang berada pada tahapan dewasa akhir yang usianya dimulai dari 60 tahun keatas. Perubahan fungsi biologis pada lansia salah satunya adalah perubahan pola...
Hubungan Insomnia dengan Hipertensi
Hubungan Insomnia dengan Hipertensi
Insomnia and hypertension are very common and often coexist. There is evidence to suggest that the increase in the prevalence of hypertension in the past decade may be related to a...

Back to Top