Javascript must be enabled to continue!
Analisis Sedimentasi Pada Bendung Cadasgantung Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut
View through CrossRef
Irigasi merupakan komponen penting dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan. Ketersediaan air irigasi yang memadai sangat diperlukan oleh para petani untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman. Salah satu infrastruktur irigasi yang vital adalah bendung, yang berfungsi untuk menahan dan menaikkan muka air sungai agar dapat dialirkan ke saluran irigasi. Bendung Cadasgantung terletak di Desa Sindangsari, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, pada koordinat 07"18’04”,1 LS dan 107"48’18”,9 BT. Salah satu masalah dalam pelaksanaan bendung adalah sedimentasi. Sedimen yang mengendap pada bangunan air dapat mengurangi kapasitas tampung dan mempengaruhi umur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kuantitas sedimen yang terakumulasi di Bendung Cadasgantung. Analisis ini mencakup jenis material, ukuran partikel, dan laju pengendapan sedimen, serta dampaknya terhadap fungsi bendung. Metode yang digunakan meliputi analisis numerik dengan program HEC-RAS dan analitik menggunakan perhitungan Meyer Peter Muller. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen di bendung didominasi oleh pasir dengan ukuran butiran sedang, di mana 60% memiliki diameter 0,4641 mm. Laju sedimentasi sangat dipengaruhi oleh debit air, dengan nilai 77,018 ton/hari pada debit aliran dasar dan meningkat menjadi 607,736 ton/hari pada kala ulang Q25. Sedangkan pada kala ulang Q50 dan Q100, laju sedimentasi tercatat lebih rendah, yaitu 136,321 ton/hari dan 146,308 ton/hari. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan sedimen yang efektif untuk menjaga fungsi bendung tetap optimal.
Title: Analisis Sedimentasi Pada Bendung Cadasgantung Desa Sindangsari Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut
Description:
Irigasi merupakan komponen penting dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan.
Ketersediaan air irigasi yang memadai sangat diperlukan oleh para petani untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.
Salah satu infrastruktur irigasi yang vital adalah bendung, yang berfungsi untuk menahan dan menaikkan muka air sungai agar dapat dialirkan ke saluran irigasi.
Bendung Cadasgantung terletak di Desa Sindangsari, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, pada koordinat 07"18’04”,1 LS dan 107"48’18”,9 BT.
Salah satu masalah dalam pelaksanaan bendung adalah sedimentasi.
Sedimen yang mengendap pada bangunan air dapat mengurangi kapasitas tampung dan mempengaruhi umur bangunan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kuantitas sedimen yang terakumulasi di Bendung Cadasgantung.
Analisis ini mencakup jenis material, ukuran partikel, dan laju pengendapan sedimen, serta dampaknya terhadap fungsi bendung.
Metode yang digunakan meliputi analisis numerik dengan program HEC-RAS dan analitik menggunakan perhitungan Meyer Peter Muller.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen di bendung didominasi oleh pasir dengan ukuran butiran sedang, di mana 60% memiliki diameter 0,4641 mm.
Laju sedimentasi sangat dipengaruhi oleh debit air, dengan nilai 77,018 ton/hari pada debit aliran dasar dan meningkat menjadi 607,736 ton/hari pada kala ulang Q25.
Sedangkan pada kala ulang Q50 dan Q100, laju sedimentasi tercatat lebih rendah, yaitu 136,321 ton/hari dan 146,308 ton/hari.
Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan sedimen yang efektif untuk menjaga fungsi bendung tetap optimal.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Repositioning Warung Sindangsari
Repositioning Warung Sindangsari
Abstract. Warung Sindangsari is a rice shop, then Warung Sindangsari was repositioned in 2021 to become a Coffee Shop, of course it is not easy to build an existence in society. Wa...
GARUT ERA KEPEMIMPINAN BUPATI R.A.A. SOERIA KERTALEGAWA (1915-1929)
GARUT ERA KEPEMIMPINAN BUPATI R.A.A. SOERIA KERTALEGAWA (1915-1929)
Garut merupkan nama pengganti dari Kabupaten Limbangan, dan berdiri pada masa pemerintahan Hindia Belanda atas usul bupati Aria Wira Tanu Datar VIII. R.A.A. Soeria Kertalegawa meru...
ANALISIS SEDIMENTASI PADA BENDUNG BERINGEN SILA DESA STOWE BERANG KECAMATAN UTAN KABUPATEN SUMBAWA
ANALISIS SEDIMENTASI PADA BENDUNG BERINGEN SILA DESA STOWE BERANG KECAMATAN UTAN KABUPATEN SUMBAWA
Bendung Beringin Sila merupakan salah satu bendung yang dibangun dengan biaya bantuan dari luar negeri yaitu Overseas Economic Cooperation Fund (OECF) – Jepang, yang berlokasi di d...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015 Alok...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...

