Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
View through CrossRef
Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease. Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of dental and oral health, therefore, they can prevent tooth loss due to dental and oral diseases such as caries or periodontal disease. This study was aimed to obtain the description of tooth loss among dental clerkship students at Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University (PSPDG FK Unsrat) Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design using total sampling method. Data were collected by means of questionnaires containing the identity and status of respondents with tooth loss, and were analyzed to determine the frequency and distribution of tooth loss. Out of a total of 228 students, 156 students filled in the questionnaires with a response rate of 68.4%. The results showed that 103 or 66% of respondents experienced tooth loss of one or more teeth and the total number of all missing teeth were 240 teeth. Caries was the most prominent cause of tooth loss, as many as 144 teeth or 60%. Of the 240 missing teeth, 202 teeth were not replaced with dentures. In conclusion, the prevalence of tooth loss among dental clerkship students at PSPDG FK Unsrat was 66%. Caries was the most common cause of tooth loss. Most of the missing teeth were not replaced with dentures for various reasons.Keywords: tooth loss; dental student Abstrak: Kehilangan gigi dapat terjadi akibat berbagai hal di antaranya karies dan penyakit periodontal. Mahasiswa tahap profesi dokter gigi diharapkan memiliki tingkat pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut yang baik sehingga dapat mencegah kehilangan gigi yang disebabkan oleh penyakit gigi dan mulut seperti karies atau penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kehilangan gigi pada mahasiswa tahap profesi dokter gigi di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (PSPDG FK Unsrat) Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Penentuan sampel dengan metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berisi identitas dan status kehilangan gigi responden, dan dianalisis untuk mengetahui frekuensi dan distribusi kehilangan gigi responden. Dari total 228 mahasiswa, sebanyak 156 mahasiswa mengisi kuesioner dengan response rate sebesar 68,4%. Hasil penelitian menun-jukkan 103 atau 66% responden mengalami kehilangan satu atau lebih gigi dengan jumlah keseluruhan gigi yang hilang 240 gigi. Karies merupakan penyebab kehilangan gigi paling tinggi yaitu sebanyak 144 gigi atau 60%. Dari 240 gigi yang hilang, sebanyak 202 gigi tidak dibuatkan gigi tiruan. Simpulan penelitian ini ialah prevalensi kehilangan gigi pada mahasiswa tahap profesi PSPDG FK Unsrat sebesar 66%. Karies merupakan penyebab kehilangan gigi paling tinggi. Sebagian besar gigi yang hilang tidak dibuatkan gigi tiruan dengan berbagai alasan.Kata kunci: kehilangan gigi; mahasiswa kedokteran gigi
Title: Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Description:
Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease.
Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of dental and oral health, therefore, they can prevent tooth loss due to dental and oral diseases such as caries or periodontal disease.
This study was aimed to obtain the description of tooth loss among dental clerkship students at Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University (PSPDG FK Unsrat) Manado.
This was a descriptive study with a cross sectional design using total sampling method.
Data were collected by means of questionnaires containing the identity and status of respondents with tooth loss, and were analyzed to determine the frequency and distribution of tooth loss.
Out of a total of 228 students, 156 students filled in the questionnaires with a response rate of 68.
4%.
The results showed that 103 or 66% of respondents experienced tooth loss of one or more teeth and the total number of all missing teeth were 240 teeth.
Caries was the most prominent cause of tooth loss, as many as 144 teeth or 60%.
Of the 240 missing teeth, 202 teeth were not replaced with dentures.
In conclusion, the prevalence of tooth loss among dental clerkship students at PSPDG FK Unsrat was 66%.
Caries was the most common cause of tooth loss.
Most of the missing teeth were not replaced with dentures for various reasons.
Keywords: tooth loss; dental student Abstrak: Kehilangan gigi dapat terjadi akibat berbagai hal di antaranya karies dan penyakit periodontal.
Mahasiswa tahap profesi dokter gigi diharapkan memiliki tingkat pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut yang baik sehingga dapat mencegah kehilangan gigi yang disebabkan oleh penyakit gigi dan mulut seperti karies atau penyakit periodontal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kehilangan gigi pada mahasiswa tahap profesi dokter gigi di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (PSPDG FK Unsrat) Manado.
Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang.
Penentuan sampel dengan metode total sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berisi identitas dan status kehilangan gigi responden, dan dianalisis untuk mengetahui frekuensi dan distribusi kehilangan gigi responden.
Dari total 228 mahasiswa, sebanyak 156 mahasiswa mengisi kuesioner dengan response rate sebesar 68,4%.
Hasil penelitian menun-jukkan 103 atau 66% responden mengalami kehilangan satu atau lebih gigi dengan jumlah keseluruhan gigi yang hilang 240 gigi.
Karies merupakan penyebab kehilangan gigi paling tinggi yaitu sebanyak 144 gigi atau 60%.
Dari 240 gigi yang hilang, sebanyak 202 gigi tidak dibuatkan gigi tiruan.
Simpulan penelitian ini ialah prevalensi kehilangan gigi pada mahasiswa tahap profesi PSPDG FK Unsrat sebesar 66%.
Karies merupakan penyebab kehilangan gigi paling tinggi.
Sebagian besar gigi yang hilang tidak dibuatkan gigi tiruan dengan berbagai alasan.
Kata kunci: kehilangan gigi; mahasiswa kedokteran gigi.
Related Results
Sudut pandang dari segi hukum dan Kode Etik Kedokteran Gigi dalam praktik kedokteran gigi
Sudut pandang dari segi hukum dan Kode Etik Kedokteran Gigi dalam praktik kedokteran gigi
Dalam menjalankan profesinya sehari hari sebagai seorang dokter gigi, suka atau tidak suka pada suatu ketika pasti akan menghadapi hal yang berkaitan dengan etik, hukum dan Undang ...
Peran Dokter Gigi dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
Peran Dokter Gigi dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus
Latar belakang. Keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) semakin lama semakin meningkat. Menurut DepKes RI 2010 8,3 juta. Ditinjau dari sudut pandang kebutuhan akan pelayanan kese...
Pengaruh Pembelajaran Islam Disiplin Ilmu Kedokteran terhadap Kesehatan Jiwa Mahasiswa Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Pengaruh Pembelajaran Islam Disiplin Ilmu Kedokteran terhadap Kesehatan Jiwa Mahasiswa Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Masalah kejiwaan sering ditemukan pada mahasiswa kedokteran, meskipun tidak hanya pada mahasiswa kedokteran. Pada saat memulai kuliah kedokteran, mahasiswa memiliki kesehatan jiwa ...
Gambaran Tarif Pelayanan Kedokteran Gigi Sebelum dan Setelah Pandemi Covid-19 Di Praktik Mandiri Dokter Gigi Kota Palembang
Gambaran Tarif Pelayanan Kedokteran Gigi Sebelum dan Setelah Pandemi Covid-19 Di Praktik Mandiri Dokter Gigi Kota Palembang
Pendahuluan: Pada tahun 2020 kesehatan masyarakat diresahkan dengan munculnya Covid-19. Kebutuhan akan alat dan bahan kesehatan seperti disinfektan, tambahan alat medis dan non med...
Perawatan Estetik Kompleks Empat Gigi Anterior Maksila dengan Resorpsi Eksternal
Perawatan Estetik Kompleks Empat Gigi Anterior Maksila dengan Resorpsi Eksternal
Permasalahan estetik merupakan salah satu hal penting dalam perawatan kedokteran gigi restoratif dan harus sejalan dengan penampilan yang alami serta harmonis berdasarkan prinsip-p...
HUBUNGAN CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR INPRES 1 TONDO KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE
HUBUNGAN CARA MENYIKAT GIGI TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR INPRES 1 TONDO KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE
Latar Belakang: Kesehatan Gigi merupakan upaya yang dilakukan untuk membersihkan rongga mulut, lidah, dan gigi dari semua sisa makanan dengan cara menyikat gigi minimal dua kali da...
Analisis Determinan Pilihan Karir Dokter Internsip di Provinsi DKI Jakarta
Analisis Determinan Pilihan Karir Dokter Internsip di Provinsi DKI Jakarta
Pendahuluan: Penelitian tentang motivasi memilih kedokteran sebagai profesi dan rencana karir kedepan sebagai seorang dokter sangat penting bagi pembuat kebijakan dan pendidik. Stu...
DETEKSI KERUSAKAN RODA GIGI DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN
DETEKSI KERUSAKAN RODA GIGI DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN
Roda gigi adalah salah satu komponen mesin yang banyak digunakan dalam sistem transmisi daya. Roda gigi meneruskan daya dari motor melalui mekanisme kontak antar gigi-gigi pada gea...

