Javascript must be enabled to continue!
DETEKSI KERUSAKAN RODA GIGI DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN
View through CrossRef
Roda gigi adalah salah satu komponen mesin yang banyak digunakan dalam sistem transmisi daya. Roda gigi meneruskan daya dari motor melalui mekanisme kontak antar gigi-gigi pada gear dengan gigi-gigi pada pinion. Dengan mekanisme ini, diharapkan tidak terjadi slip selama proses transmisi daya berlangsung. Akibat adanya beban kontak dan kondisi operasi, kerusakan roda gigi dapat terjadi baik kerusakan permukaan seperti pitting, scoring maupun gigi patah. Kerusakan tersebut berpengaruh terhadap kinerja roda gigi, timbulnya noise dan getaran yang berlebih. Oleh karena itu, deteksi dini dari kerusakan roda gigi diperlukan karena dapat mengurangi kerugian terjadinya kerusakan yang bersifat katastropik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sinyal getaran domain waktu dan frekuensi roda gigi pada kondisi normal, aus dan patah. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan test rig roda gigi lurus dengan rasio 1:2. Data akuisisi sinyal getaran dilakukan pada putaran 1000 rpm. Analisis sinyal getaran dilakukan dengan time synchronous averaging (TSA), wavelet transform dan cepstrum. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode TSA dan wavelet mampu mendeteksi kerusakan roda gigi serta mampu menentukan lokasi relatif dari cacat roda gigi berdasarkan sudut putar. Metode cepstrum mampu mendetekasi frekuensi kerusakan roda gigi tetapi tidak bisa menentukan lokasi relatif cacat roda gigi berdasar sudut putar.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: DETEKSI KERUSAKAN RODA GIGI DENGAN ANALISIS SINYAL GETARAN
Description:
Roda gigi adalah salah satu komponen mesin yang banyak digunakan dalam sistem transmisi daya.
Roda gigi meneruskan daya dari motor melalui mekanisme kontak antar gigi-gigi pada gear dengan gigi-gigi pada pinion.
Dengan mekanisme ini, diharapkan tidak terjadi slip selama proses transmisi daya berlangsung.
Akibat adanya beban kontak dan kondisi operasi, kerusakan roda gigi dapat terjadi baik kerusakan permukaan seperti pitting, scoring maupun gigi patah.
Kerusakan tersebut berpengaruh terhadap kinerja roda gigi, timbulnya noise dan getaran yang berlebih.
Oleh karena itu, deteksi dini dari kerusakan roda gigi diperlukan karena dapat mengurangi kerugian terjadinya kerusakan yang bersifat katastropik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sinyal getaran domain waktu dan frekuensi roda gigi pada kondisi normal, aus dan patah.
Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan test rig roda gigi lurus dengan rasio 1:2.
Data akuisisi sinyal getaran dilakukan pada putaran 1000 rpm.
Analisis sinyal getaran dilakukan dengan time synchronous averaging (TSA), wavelet transform dan cepstrum.
Hasil analisis menunjukkan bahwa metode TSA dan wavelet mampu mendeteksi kerusakan roda gigi serta mampu menentukan lokasi relatif dari cacat roda gigi berdasarkan sudut putar.
Metode cepstrum mampu mendetekasi frekuensi kerusakan roda gigi tetapi tidak bisa menentukan lokasi relatif cacat roda gigi berdasar sudut putar.
Related Results
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Gambaran Kehilangan Gigi pada Mahasiswa Tahap Profesi Dokter Gigi
Abstract: Tooth loss can occur due to various causes including caries and periodontal disease. Dental clerkship students are expected to have a good level of understanding of denta...
PROFIL SEBARAN GETARAN DI LINGKUNGAN INDUSTRI MESIN MINUMAN
PROFIL SEBARAN GETARAN DI LINGKUNGAN INDUSTRI MESIN MINUMAN
Kinerja mesin produksi pada industri mesin minuman, terutama pada mesin pencetak menimbulkan getaran mekanik yang merambat ke lingkungan kerja. Efek getaran yang merambat pada ling...
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
PERBEDAAN RERATA KEASAMAN MULUT BERBAGAI KELOMPOK KARIES GIGI PADA PASIEN DI RSGM BAITURRAHMAH PADANG
Riset kesehatan dasar tahun 2007 menyebutkan 72,1% penduduk Indonesia terkena karies gigi. Karies gigi adalah suatu proses patologis jaringan keras gigi (email dan dentin) yang ter...
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI HERBAL DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK GIGI
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PASTA GIGI HERBAL DENGAN PASTA GIGI NON HERBAL TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK GIGI
Abstract: Plaque control is an attempt to remove and prevent the plaque accumulation on the tooth surface. Brushing teeth is an effective method in controlling plaque. Plaque contr...
Pengambilan Gigi Kaninus dan Gigi Supernumerary yang Terpendam pada Maksila
Pengambilan Gigi Kaninus dan Gigi Supernumerary yang Terpendam pada Maksila
Latar belakang: suatu kasus impaksi gigi dapat menyebabkan maloklusi, dan kelainan oklusi akan semakin bertambah dengan bertambahnya usia. Impaksi gigi kaninus merupakan gigi kedua...
Feverish: Self-Induced Fever and the Creative Mind
Feverish: Self-Induced Fever and the Creative Mind
<p>This thesis is a hybrid work that combines the critical and creative components of the Creative Writing PhD in a novel, Feverish. It includes notes, an afterword, and a fu...
Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Gigi Selama Kehamilan Dan Cara Merawat Gigi Anak
Peningkatan Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Gigi Selama Kehamilan Dan Cara Merawat Gigi Anak
Ibu hamil dan ibu balita adalah kelompok rentan yang terserang karies gigi. Ibu yang memeriksakan diri ke Puskesmas Telaga Biru 100% mengalami karies gigi dan pernah menderita sak...
Asas Keadilan dalam Pengaturan Kompetensi dan Pemberian Kewenangan Dokter Gigi Umum dan Dokter Gigi Spesialis
Asas Keadilan dalam Pengaturan Kompetensi dan Pemberian Kewenangan Dokter Gigi Umum dan Dokter Gigi Spesialis
dalam melaksanakan praktik kedokteran gigi dan mulut dokter gigi umum maupun dokter gigi spesialis harus sesuai dengan kewenangan dan kompetensi yang dimilikinya, namum masih diras...

