Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Representasi Lelaki Ideal dalam Iklan Djarum 76 Versi Pengen Ganteng Tahun 2010

View through CrossRef
Penelitian ini terfokus pada representasi maskulinitas dan lelaki ideal dalam iklan Djarum 76 Pengen Ganteng Tahun 2010. Iklan ini memberikan gambaran bahwa menjadi pria ideal harus memiliki tubuh yang sempurna dan penampilan yang sempurna. Maskulinitas dan lelaki ideal pada iklan ini menarik untuk diteliti mengenai pandangan lelaki ideal dari kebanyakan masyarakat terutama di Indonesia. Representasi sendiri adalah proses bagaimana kita memberi makna pada sesuatu melalui Bahasa. Tujuan dari penelitian ini yaitu bagaimana representasi lelaki ideal yang ditonjolkan pada iklan Djarum 76 Pengen Ganteng ini ditonjolkan.  Penelitian pada iklan ini menggunakakan teori maskulinitas. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika Barthes. Dengan menggunakan metode semiotika Barthes, isi pesan iklan dan bentuk pesan dapat dianalisis dengan menggunakan kombinasi dari penanda (signifier) dan petanda (signified). Analisis ini dilakukan melalui tanda-tanda iklan dari potongan adegan-adegan tersebut mengenai bagaimana maskulinitas ditonjolkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur maskulinitas dalam iklan Djarum 76 Pengen Ganteng cenderung direpresentasikan dengan seorang laki-laki berpenampilan sederhana yang meminta kepada jin untuk menjadi kaya raya yang kemudia terwujud. Selain itu unsur maskulinitas dan lelaki ideal juga direpresentasikan dengan seorang laki-laki dengan fisik gendur, berkulit gelap, dan bergigi maju yang meminta kepada seorang jin untuk menjadi ganteng. Akan tetapi, jin tersebut malah menertawai dan meremehkan seakan akan merendahkan laki-laki tersebut tidak akan bisa mendapat keinginannya untuk menjadi ganteng.
Title: Representasi Lelaki Ideal dalam Iklan Djarum 76 Versi Pengen Ganteng Tahun 2010
Description:
Penelitian ini terfokus pada representasi maskulinitas dan lelaki ideal dalam iklan Djarum 76 Pengen Ganteng Tahun 2010.
Iklan ini memberikan gambaran bahwa menjadi pria ideal harus memiliki tubuh yang sempurna dan penampilan yang sempurna.
Maskulinitas dan lelaki ideal pada iklan ini menarik untuk diteliti mengenai pandangan lelaki ideal dari kebanyakan masyarakat terutama di Indonesia.
Representasi sendiri adalah proses bagaimana kita memberi makna pada sesuatu melalui Bahasa.
Tujuan dari penelitian ini yaitu bagaimana representasi lelaki ideal yang ditonjolkan pada iklan Djarum 76 Pengen Ganteng ini ditonjolkan.
  Penelitian pada iklan ini menggunakakan teori maskulinitas.
Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode semiotika Barthes.
Dengan menggunakan metode semiotika Barthes, isi pesan iklan dan bentuk pesan dapat dianalisis dengan menggunakan kombinasi dari penanda (signifier) dan petanda (signified).
Analisis ini dilakukan melalui tanda-tanda iklan dari potongan adegan-adegan tersebut mengenai bagaimana maskulinitas ditonjolkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur maskulinitas dalam iklan Djarum 76 Pengen Ganteng cenderung direpresentasikan dengan seorang laki-laki berpenampilan sederhana yang meminta kepada jin untuk menjadi kaya raya yang kemudia terwujud.
Selain itu unsur maskulinitas dan lelaki ideal juga direpresentasikan dengan seorang laki-laki dengan fisik gendur, berkulit gelap, dan bergigi maju yang meminta kepada seorang jin untuk menjadi ganteng.
Akan tetapi, jin tersebut malah menertawai dan meremehkan seakan akan merendahkan laki-laki tersebut tidak akan bisa mendapat keinginannya untuk menjadi ganteng.

Related Results

Representasi Maskulinitas dan Tubuh Pria Ideal dalam Iklan Shampoo Clear Man Versi Cristiano Ronaldo
Representasi Maskulinitas dan Tubuh Pria Ideal dalam Iklan Shampoo Clear Man Versi Cristiano Ronaldo
Tujuan penelitian ini membahas representasi maskulinitas dan tubuh ideal pria dalam iklan Shampoo Clear Man versi Cristiano Ronaldo tahun 2017. Representasi menjadi konsep penting ...
Representasi Cantik Pada Iklan Televisi Nivea Pearl & Beauty Deo Versi Abel Cantika (Analisis Semiotik Charles Sanders Pierce)
Representasi Cantik Pada Iklan Televisi Nivea Pearl & Beauty Deo Versi Abel Cantika (Analisis Semiotik Charles Sanders Pierce)
Penelitian ini didasarkan maraknya konstruksi perempuan cantik dalam iklan media massa. Salah satu industri kecantikan yang memanfaatkan bagaimana iklan dalam menggambarkan kecanti...
Pembentukan Stereotipe Terhadap Lelaki Gemuk dalam Iklan Axis
Pembentukan Stereotipe Terhadap Lelaki Gemuk dalam Iklan Axis
Tujuan penelitian ini membahas stereotype lelaki gemuk dalam Iklan Axis. Representasi menjadi konsep penting dalam kajian tentang tanda, termasuk di dalamnya adalah kajian tentang ...
Persepsi Atlet terhadap Pemberitaan tagar #KamiBersamaKPAI
Persepsi Atlet terhadap Pemberitaan tagar #KamiBersamaKPAI
Pemberitaan penghapusan Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 menjadi pembicaraan yang menarik dimasyarakat Indonesia terutama pada atlet bulu tangkis. Me...
TINJAUAN IKONOGRAFI DAN IKONOLOGI POSTER IKLAN RED BULL œPOWER ON FOR STRENGTH
TINJAUAN IKONOGRAFI DAN IKONOLOGI POSTER IKLAN RED BULL œPOWER ON FOR STRENGTH
Red Bull is an energy drink brand owned by Red Bull GmbH from Austria. With a share of Red Bull is an energy drink brand owned by Austrian company Red Bull. With a market share of ...
Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur
Deforestasi dan degradasi hutan di KPHP Telake Kalimantan Timur
Metode penelitian dilakukan dengan cara menganalisis data deforestasi dan degradasi hutan yang dikeluarkan versi KLHK dan data deforestasi dan degrdasi hutan versi TMF dari Pusat P...
ANALISIS IKLAN SEPATU COMPASS EDISI “IKLAN INI TIDAK LULUS SENSOR”
ANALISIS IKLAN SEPATU COMPASS EDISI “IKLAN INI TIDAK LULUS SENSOR”
AbstractAdvertising is the use of paid media by a seller to communicate persuasive information about the product (idea, goods, services) owned (M. SUYANTO, n.d.). The use of visual...

Back to Top