Javascript must be enabled to continue!
Penggunaan PID untuk Stabilitas Suhu pada Proses Pengeringan Biji Kakao
View through CrossRef
Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia, dengan biji kakao menjadi komoditas unggulan di berbagai provinsi. Namun, para petani sering menghadapi kendala dalam proses pengeringan biji kakao, seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan, yang berdampak pada menurunnya mutu biji kakao. Selain itu, metode pengeringan manual membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan bergantung pada cuaca yang sering tidak menentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pengering biji kakao berbasis kontrol PID yang dapat mengeringkan biji secara efisien, bahkan pada malam hari. Alat ini dirancang untuk menjaga kestabilan suhu sesuai set point yang diinginkan menggunakan kontrol PID, sehingga mengoptimalkan efisiensi pengeringan dan kualitas biji kakao. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu menjaga suhu pengeringan dengan rata-rata error steady-state ±0,5°C, serta meningkatkan efisiensi waktu pengeringan hingga 20% dibandingkan metode tradisional. Alat ini memberikan solusi praktis bagi petani kakao untuk meningkatkan kualitas hasil produksi, sekaligus mengatasi kendala cuaca dan keterbatasan tenaga kerja.
Politeknik Negeri Malang
Title: Penggunaan PID untuk Stabilitas Suhu pada Proses Pengeringan Biji Kakao
Description:
Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia, dengan biji kakao menjadi komoditas unggulan di berbagai provinsi.
Namun, para petani sering menghadapi kendala dalam proses pengeringan biji kakao, seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan, yang berdampak pada menurunnya mutu biji kakao.
Selain itu, metode pengeringan manual membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan bergantung pada cuaca yang sering tidak menentu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pengering biji kakao berbasis kontrol PID yang dapat mengeringkan biji secara efisien, bahkan pada malam hari.
Alat ini dirancang untuk menjaga kestabilan suhu sesuai set point yang diinginkan menggunakan kontrol PID, sehingga mengoptimalkan efisiensi pengeringan dan kualitas biji kakao.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu menjaga suhu pengeringan dengan rata-rata error steady-state ±0,5°C, serta meningkatkan efisiensi waktu pengeringan hingga 20% dibandingkan metode tradisional.
Alat ini memberikan solusi praktis bagi petani kakao untuk meningkatkan kualitas hasil produksi, sekaligus mengatasi kendala cuaca dan keterbatasan tenaga kerja.
Related Results
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Analisis Pengaruh Produksi, Harga Dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Belanda
Indonesia adalah salah satu produsen biji kakao terbesar di dunia. Kakao menjadi salah satu komoditi unggulan Indonesia yang di ekspor ke pasar internasional. Belanda menjadi salah...
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
DAYA SAING EKSPOR KAKAO OLAHAN INDONESIA
Indonesia merupakan penghasil kakao terbesar ketiga di dunia. Sebagian besar kakao diekspor keluar negeri. Maka pemerintah menerapkan peraturan yang membatasi ekspor kakao. Menurun...
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK KAKAO DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN
Agribisnis kakao di Kabupaten Pesawaran masih menghadapi berbagai masalah kompleks antara lain rendahnya produktivitas kakao, mutu produk masih rendah, dan belum adanya nilai tamba...
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora L.) DAN KEHILANGAN HASIL TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN DARUL IHSAN KABUPATEN ACEH TIMUR
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora L.) DAN KEHILANGAN HASIL TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN DARUL IHSAN KABUPATEN ACEH TIMUR
Indonesia merupakan salah satu satu negara pembudidaya tanaman kakao paling luas di dunia dan termasuk negara penghasil kakao terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana, yakn...
Proses PEMBUATAN BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI TAMBAHAN MAKANAN FUNGSIONAL BERDASARKAN SUHU DAN LAMA PENGERINGAN YANG BERBEDA
Proses PEMBUATAN BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI TAMBAHAN MAKANAN FUNGSIONAL BERDASARKAN SUHU DAN LAMA PENGERINGAN YANG BERBEDA
Kelor (Moringa oleifera) sudah dikenal selama berabad-abad sebagai tanaman multiguna, padat nutrisi dan berkhasiat sebagai obat. Namun pembuatan kelor menjadi tepung atau bubuk ser...
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Abstrak. Pengeringan hybrid merupakan pengeringan yang menggunakan dua atau lebih sumber energi untuk proses penguapan air. Teknologi ini merupakan alternatif teknologi untuk penge...
PERANCANGAN ALAT PENGERING BIJI KAKAO BERBASIS ARDUINO BERTENAGA SOLAR PANELS
PERANCANGAN ALAT PENGERING BIJI KAKAO BERBASIS ARDUINO BERTENAGA SOLAR PANELS
Penelitian ini mengembangkan alat pengering biji kakao berbasis Arduino dengan tenaga dari panelsurya. Pengujian dilakukan selama sekitar 8 jam pada suhu 33-65°C untuk mengevaluasi...

