Javascript must be enabled to continue!
Perencanaan Lokasi Pengembangan Food Estate Di Kabupaten Kolaka Timur
View through CrossRef
East Kolaka has launched programs to maintain food availability, but there are still obstacles to its exploitation. This research was conducted to determine the location of the food estate and to analyze its potential in increasing the production of the agricultural and livestock sectors in East Kolaka Regency. The data collection method used is a combination of primary and secondary data collection techniques with qualitative and quantitative analysis. Based on the research results, identified three sub-districts in East Kolaka Regency, namely Lambandia, Aere, and Dangia, as centers for food estate development based on physical conditions such as area size, climate, topography, and land suitability for crop development and grazing locations. Lambandia, Aere, and Dangia sub-districts have a dominant land suitability class S3 which is suitable for various crops but requires high inputs such as fertilization. The main limiting factors are air temperature and high annual rainfall. Intensive farming patterns and high input needs need to be considered so that agriculture can develop properly and sustainably. For rice, pineapple and rambutan, the land suitability class is S2 with low input costs.
Keywords: food estate, food security, land potential
Kolaka Timur telah meluncurkan program-program untuk menjaga ketersediaan pangan, namun masih terdapat kendala dalam pengusahaannya. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk menentukan lokasi food estate dan menganalisis potensinya dalam meningkatkan produksi sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Kolaka Timur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kombinasi teknik pengumpulan data primer dan sekunder dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, mengidentifikasi tiga kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur, yaitu Lambandia, Aere, dan Dangia, sebagai sentra pengembangan food estate berdasarkan kondisi fisik seperti ukuran wilayah, iklim, topografi, dan kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman dan lokasi penggembalaan. Kecamatan Lambandia, Aere, dan Dangia memiliki kelas kesesuaian lahan dominan S3 yang cocok untuk berbagai tanaman, namun membutuhkan input yang tinggi seperti pemupukan. Faktor pembatas utama adalah temperatur udara dan curah hujan tahunan yang tinggi. Pola pertanian intensif dan kebutuhan input yang tinggi perlu diperhatikan agar pertanian dapat berkembang dengan baik dan berkelanjutan. Untuk tanaman padi, nenas, dan rambutan, kelas kesesuaian lahannya adalah S2 dengan input biaya yang rendah.
Kata kunci: food estate, ketahanan pangan, potensi lahan
Title: Perencanaan Lokasi Pengembangan Food Estate Di Kabupaten Kolaka Timur
Description:
East Kolaka has launched programs to maintain food availability, but there are still obstacles to its exploitation.
This research was conducted to determine the location of the food estate and to analyze its potential in increasing the production of the agricultural and livestock sectors in East Kolaka Regency.
The data collection method used is a combination of primary and secondary data collection techniques with qualitative and quantitative analysis.
Based on the research results, identified three sub-districts in East Kolaka Regency, namely Lambandia, Aere, and Dangia, as centers for food estate development based on physical conditions such as area size, climate, topography, and land suitability for crop development and grazing locations.
Lambandia, Aere, and Dangia sub-districts have a dominant land suitability class S3 which is suitable for various crops but requires high inputs such as fertilization.
The main limiting factors are air temperature and high annual rainfall.
Intensive farming patterns and high input needs need to be considered so that agriculture can develop properly and sustainably.
For rice, pineapple and rambutan, the land suitability class is S2 with low input costs.
Keywords: food estate, food security, land potential
Kolaka Timur telah meluncurkan program-program untuk menjaga ketersediaan pangan, namun masih terdapat kendala dalam pengusahaannya.
Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk menentukan lokasi food estate dan menganalisis potensinya dalam meningkatkan produksi sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Kolaka Timur.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kombinasi teknik pengumpulan data primer dan sekunder dengan analisis kualitatif dan kuantitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, mengidentifikasi tiga kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur, yaitu Lambandia, Aere, dan Dangia, sebagai sentra pengembangan food estate berdasarkan kondisi fisik seperti ukuran wilayah, iklim, topografi, dan kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman dan lokasi penggembalaan.
Kecamatan Lambandia, Aere, dan Dangia memiliki kelas kesesuaian lahan dominan S3 yang cocok untuk berbagai tanaman, namun membutuhkan input yang tinggi seperti pemupukan.
Faktor pembatas utama adalah temperatur udara dan curah hujan tahunan yang tinggi.
Pola pertanian intensif dan kebutuhan input yang tinggi perlu diperhatikan agar pertanian dapat berkembang dengan baik dan berkelanjutan.
Untuk tanaman padi, nenas, dan rambutan, kelas kesesuaian lahannya adalah S2 dengan input biaya yang rendah.
Kata kunci: food estate, ketahanan pangan, potensi lahan.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
SISTEM INFORMASI POTENSI WISATA DI KABUPATEN KOLAKA TIMUR BERBASIS WEB
SISTEM INFORMASI POTENSI WISATA DI KABUPATEN KOLAKA TIMUR BERBASIS WEB
Kabupaten Kolaka Timur merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki cukup banyak daerah potensi wisata. Namun masih banyak wisatawan yang tidak mengen...
Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur
Model Rantai Nilai Agribisnis Cabai Di Kabupaten Kolaka Timur
Permasalahan agribisnis cabai di Kabupaten Kolaka Timur dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti fluktuatifnya harga cabai, belum terintegrasinya hubungan antar pelaku, rantai pe...
Fasilitasi, Regulasi, Katalisasi: Dinamika Pemberdayaan UMKM di Kolaka Timur
Fasilitasi, Regulasi, Katalisasi: Dinamika Pemberdayaan UMKM di Kolaka Timur
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM dalam memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ...
Strategi Komunikasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Mencegah Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Kolaka
Strategi Komunikasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Mencegah Tindak Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Kolaka
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang Strategi Komunikasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Mencegah Tindak Kekerasan Terhada...
British Food Journal Volume 53 Issue 9 1951
British Food Journal Volume 53 Issue 9 1951
In a recent edition of the Ministry's Bulletin, Mr. F. T. Willey, M.P., Parliamentary Secretary to the Ministry of Food, urged that the utmost effort should be made by local author...
Cash‐based approaches in humanitarian emergencies: a systematic review
Cash‐based approaches in humanitarian emergencies: a systematic review
This Campbell systematic review examines the effectiveness, efficiency and implementation of cash transfers in humanitarian settings. The review summarises evidence from five studi...
PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN BERBASIS PEMBERDAYAAN Review and Perspectives
PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN BERBASIS PEMBERDAYAAN Review and Perspectives
Perencanaan sebuah kawasan sangat penting sebagai dasar untuk melakukan suatu kegiatan pembangunan. Perencanaan adalah suatu upaya dalam memilih dan menghubungkan fakta- fakta dan ...

