Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Teologi Ekologi dan Mistik-Kosmik St. Fransiskus Asisi

View through CrossRef
Abstrak: Untuk mengembangkan suatu teologi ekologi, yang dikenal sebagai ekoteologi, mesti didasarkan pada fakta mengenai keterhubungan semua ciptaan sebagai suatu ekosistem. Metodologinya adalah induktif dan interdisipliner. Kosmologi dan antropologi amat membantu memberikan data ilmiah. Data-data tersebut merupakan titik awal untuk melakukan teologi ekologi, selain sumber-sumber yang diperoleh dari Wahyu, seperti Kitab Suci, Tradisi dan Magisterium. Artikel ini merupakan suatu upaya mengembangkan teologi ekologi berdasarkan tradisi teologi Kristiani yang menggaris bawahi sejumlah titik pandang teologis, seperti penciptaan sebagai suatu proses melalui itu Allah menciptakan dunia; peran khas manusia sebagai partner Allah Pencipta, selaku gambar dan rupa Allah, merawat dan memelihara ciptaan atas nama Allah; antroposentrisme tidak memiliki akar dalam teologi ekologi Kristiani. Mistisisme kosmik St. Fransiskus sebagaimana diajukan Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si’ akan menjadi bagian kedua dari artikel ini, agar dapat memahami spiritualitas ekologis yang meresap dalam seluruh ensiklik. Bagi orang-orang Kristen memelihara ciptaan merupakan suatu kewajiban yang berakar dalam iman Kristiani. Kata-kata Kunci: Teologi ekologi, ekosistem, penciptaan sebagai proses, Teosentrisme, antroposentrisme, gambar dan rupa Allah, mistisisme, penyair ontologis. Abstract: A theology on ecology, known as eco-theology, should be based on the reality of the interconnection of all creations as an ecosystem. The methodology should be both inductive and inter-disciplinary. Cosmology, biology and anthropology are helpful in contributing scientific data. The given data could be the starting points in doing a theology of ecology, besides the resources from Revelation, such as Scriptures, Tradition and Magisterium. This article is an effort to elaborate a theology of ecology based on Christian Tradition of Theology which underlines several theological points of view such as: creation as a process through which God creates the world; a special role as co-partner of the Creator for human being as “imago Dei” has to conserve and to take care of creation as God’s representative; anthropocentrism has no root on Christian theology of ecology. The Cosmic mysticism of St. Francis, promoted by Pope Francis in his encyclical letter Laudato Si’, occupies the second part of this article in order to understand ecological spirituality which emerges throughout the encyclical letter. For Christians, taking care of creation is also an imperative rooted in their Christian faith. Keywords: Theology of ecology, ecosystem, creation as a process, Theocentrism, anthropocentrism, imago Dei, cosmic mysticism, ontological poet.
Title: Teologi Ekologi dan Mistik-Kosmik St. Fransiskus Asisi
Description:
Abstrak: Untuk mengembangkan suatu teologi ekologi, yang dikenal sebagai ekoteologi, mesti didasarkan pada fakta mengenai keterhubungan semua ciptaan sebagai suatu ekosistem.
Metodologinya adalah induktif dan interdisipliner.
Kosmologi dan antropologi amat membantu memberikan data ilmiah.
Data-data tersebut merupakan titik awal untuk melakukan teologi ekologi, selain sumber-sumber yang diperoleh dari Wahyu, seperti Kitab Suci, Tradisi dan Magisterium.
Artikel ini merupakan suatu upaya mengembangkan teologi ekologi berdasarkan tradisi teologi Kristiani yang menggaris bawahi sejumlah titik pandang teologis, seperti penciptaan sebagai suatu proses melalui itu Allah menciptakan dunia; peran khas manusia sebagai partner Allah Pencipta, selaku gambar dan rupa Allah, merawat dan memelihara ciptaan atas nama Allah; antroposentrisme tidak memiliki akar dalam teologi ekologi Kristiani.
Mistisisme kosmik St.
Fransiskus sebagaimana diajukan Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si’ akan menjadi bagian kedua dari artikel ini, agar dapat memahami spiritualitas ekologis yang meresap dalam seluruh ensiklik.
Bagi orang-orang Kristen memelihara ciptaan merupakan suatu kewajiban yang berakar dalam iman Kristiani.
Kata-kata Kunci: Teologi ekologi, ekosistem, penciptaan sebagai proses, Teosentrisme, antroposentrisme, gambar dan rupa Allah, mistisisme, penyair ontologis.
Abstract: A theology on ecology, known as eco-theology, should be based on the reality of the interconnection of all creations as an ecosystem.
The methodology should be both inductive and inter-disciplinary.
Cosmology, biology and anthropology are helpful in contributing scientific data.
The given data could be the starting points in doing a theology of ecology, besides the resources from Revelation, such as Scriptures, Tradition and Magisterium.
This article is an effort to elaborate a theology of ecology based on Christian Tradition of Theology which underlines several theological points of view such as: creation as a process through which God creates the world; a special role as co-partner of the Creator for human being as “imago Dei” has to conserve and to take care of creation as God’s representative; anthropocentrism has no root on Christian theology of ecology.
The Cosmic mysticism of St.
Francis, promoted by Pope Francis in his encyclical letter Laudato Si’, occupies the second part of this article in order to understand ecological spirituality which emerges throughout the encyclical letter.
For Christians, taking care of creation is also an imperative rooted in their Christian faith.
Keywords: Theology of ecology, ecosystem, creation as a process, Theocentrism, anthropocentrism, imago Dei, cosmic mysticism, ontological poet.

Related Results

Studi Komparatif Nilai Ekologi dalam Cerita Rakyat (Toyolo) Mamasa dan Spiritualitas Ekologi Fransiskus Asisi
Studi Komparatif Nilai Ekologi dalam Cerita Rakyat (Toyolo) Mamasa dan Spiritualitas Ekologi Fransiskus Asisi
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan membandingkan nilai-nilai ekologi yang terkandung dalam tradisi lisan toyolo di Mamasa dengan ekoteologi Fransiskus Asisi. Toyolo, sebag...
TEOLOGI MISTIK PAULUS: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1-10
TEOLOGI MISTIK PAULUS: Teologi Cinta, Berdasar II Korintus 12:1-10
Teologi mistik, yang memfokuskan diri pada penyatuan diri antara manusia dengan Allah, seringkali dipandang sebagai teologi yang tidak menyentuh masalah-masalah kehidupan secara ko...
Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik
Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik
Perkembangan bidang keilmuan ekologi-manusia, sosiologi lingkungan, dan ekologi-politik dipandang sangat impresif, selama dua dekade terakhir. Sekalipun berjalan tidak linier, t...
Meninjau Kristologi Kosmik melalui Gagasan Kristo-Kuantum John Polkinghorne dan Interkarnasi Catherine Keller
Meninjau Kristologi Kosmik melalui Gagasan Kristo-Kuantum John Polkinghorne dan Interkarnasi Catherine Keller
AbstractThis article discusses the discourse of cosmic Christology, especially by utilizing conceptual insights in the world of quantum physics. Departing from the view that the co...
Keterlibatan Mahasiswa KKN dalam Kegiatan BKSN untuk Meningkatkan Partisipasi Umat di Paroki St. Fransiskus Asisi Lamahora
Keterlibatan Mahasiswa KKN dalam Kegiatan BKSN untuk Meningkatkan Partisipasi Umat di Paroki St. Fransiskus Asisi Lamahora
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Paroki St. Fransisikus Asisi Lamahora dilaksanakan untuk membangun partisipasi umat dalam kehidupan menggereja terutama dalam kegiata...
PENGANTAR KETAHANAN SOSIAL, EKONOMI, DAN EKOLOGI
PENGANTAR KETAHANAN SOSIAL, EKONOMI, DAN EKOLOGI
Buku Pengantar Ketahanan Sosial, Ekonomi, dan Ekologi ini mengajarkan tentang hekekat, konsep, dasar-dasar dan pengertian Ketahanan Sosial, Ekonomi, dan Ekologi. Konsepsi Ketahanan...
MEMBANGUN BUDAYA DAMAI DI SEKOLAH MENENGAH AGAMA KATOLIK SANTU FRANSISKUS ASISI LARANTUKA
MEMBANGUN BUDAYA DAMAI DI SEKOLAH MENENGAH AGAMA KATOLIK SANTU FRANSISKUS ASISI LARANTUKA
Lembaga pendidikan merupakan tempat persemaian nilai-nilai kedamaian sebagai sebuah nilai yang dipersyaratkan keberadaannya bagi bangsa Indonesia, bangsa yang diwarnai kemajemukan ...

Back to Top