Javascript must be enabled to continue!
Nalar dan Iman dalam Kehidupan Beragama: Dikotomi atau Harmoni
View through CrossRef
Reason is the nature of human beings and those who are religious also have faith. Therefore, believers have two fundamental basics in their life: reason and faith. In the reality, some people believe that reason and faith are two separate contradictory entities that form dichotomy or dualism. This article discusses the existence of reason in human being and its relationship with faith in religious people in accordance with the ancient and modern writings. The method used in this research is source methodology which is combined with a literature study to achieve the purpose of the research which is to show how reason deepens and enlightens the faith. The result of this research shows that reason and faith are harmonious and supportive of each other in the practice of religious life; they do not create dichotomy or dualism but harmony.
Abstrak
Nalar adalah salah satu kodrat manusia dan mereka yang beragama juga memiliki iman. Oleh sebab itu umat beriman memiliki dua hal mendasar di dalam dirinya, yaitu nalar dan iman. Dalam kenyataan tidak jarang dalam kehidupan beragama seakan memiliki dualisme antara nalar dan iman, seakan yang satu mengganggu yang lain, dan menjadikan keduanya dikotomi atau dualisme. Tulisan ini akan membahas keberadaan nalar di dalam manusia dan kemudian nalar dan iman di dalam diri umat beragama yang didasarkan pada tulisan penulis kuno dan modern. Untuk penelitian seperti ini metode yang paling baik diaplikasikan adalah metodologi sumber yang dikombinasikan dengan pustaka untuk mencapai tujuan penelitian yaitu penentuan sikap dalam kehidupan beragama melalui nalar yang memberikan pendalaman dan pencerahan pada iman. Penelitian ini akan menyimpulkan keharmonisan dan saling mendukung antara nalar dan iman di dalam hidup beragama, bukan suatu dikotomi atau dualisme
Title: Nalar dan Iman dalam Kehidupan Beragama: Dikotomi atau Harmoni
Description:
Reason is the nature of human beings and those who are religious also have faith.
Therefore, believers have two fundamental basics in their life: reason and faith.
In the reality, some people believe that reason and faith are two separate contradictory entities that form dichotomy or dualism.
This article discusses the existence of reason in human being and its relationship with faith in religious people in accordance with the ancient and modern writings.
The method used in this research is source methodology which is combined with a literature study to achieve the purpose of the research which is to show how reason deepens and enlightens the faith.
The result of this research shows that reason and faith are harmonious and supportive of each other in the practice of religious life; they do not create dichotomy or dualism but harmony.
Abstrak
Nalar adalah salah satu kodrat manusia dan mereka yang beragama juga memiliki iman.
Oleh sebab itu umat beriman memiliki dua hal mendasar di dalam dirinya, yaitu nalar dan iman.
Dalam kenyataan tidak jarang dalam kehidupan beragama seakan memiliki dualisme antara nalar dan iman, seakan yang satu mengganggu yang lain, dan menjadikan keduanya dikotomi atau dualisme.
Tulisan ini akan membahas keberadaan nalar di dalam manusia dan kemudian nalar dan iman di dalam diri umat beragama yang didasarkan pada tulisan penulis kuno dan modern.
Untuk penelitian seperti ini metode yang paling baik diaplikasikan adalah metodologi sumber yang dikombinasikan dengan pustaka untuk mencapai tujuan penelitian yaitu penentuan sikap dalam kehidupan beragama melalui nalar yang memberikan pendalaman dan pencerahan pada iman.
Penelitian ini akan menyimpulkan keharmonisan dan saling mendukung antara nalar dan iman di dalam hidup beragama, bukan suatu dikotomi atau dualisme.
Related Results
Mâtürîdîlerde İmanda Açıklık
Mâtürîdîlerde İmanda Açıklık
Bu araştırma Mâtürîdîlerin iman alanındaki temel görüş ve kabullerine dayanarak, bu anlayışın imanı örtülü, kapalı bir temelde ele almaya imkân verip vermediğini tartışmaktadır. İm...
Pengantar Redaksi
Pengantar Redaksi
Jurnal Filsafat Volume 30 No. 1 Februari 2020 ini menghadirkan enam artikel dengan cakupan tema yang cukup beragama dari post-truth, ke isu lingkungan dan hak hewan hingga perdebat...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Konstruksi Aransemen Bagimu Negeri Melalui Penerapan Ilmu Harmoni dan Kontrapung Dasar
Konstruksi Aransemen Bagimu Negeri Melalui Penerapan Ilmu Harmoni dan Kontrapung Dasar
Artikel ini mengungkapkan proses aktivitas belajar mahasiswa dalam memahami ilmu harmoni dan kontrapung dasar dalam membentuk sebuah aransemen musik. Ilmu harmoni dan kontrapung me...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FENOMENA INTOLERANSI BERAGAMA PADA LINGKUNGAN MAHASISWA INDONESIA
FENOMENA INTOLERANSI BERAGAMA PADA LINGKUNGAN MAHASISWA INDONESIA
Indonesai merupakan sebuah negara kepulauan yang masyarakatnya memiliki beraneka ragam budaya meliputi perbedaan budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi, dan lain-lain...
Memahami Konsep Iman Dan Perbuatan Menurut Yakobus: Suatu Study Eksegesis Yakobus 2:26
Memahami Konsep Iman Dan Perbuatan Menurut Yakobus: Suatu Study Eksegesis Yakobus 2:26
ABSTRAKSI: Agama Kristen merupakan agama yang unik karena berintikan iman. Agama Kristen bukanlah agama yang berintikan kelakuan dan akhlak, melainkan berintikan iman. Iman merupak...

