Javascript must be enabled to continue!
Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Konstipasi di Panti Asuhan Manarur Mabrur
View through CrossRef
Functional constipation is a common clinical condition and digestive disorder with a high global prevalence. There are different approaches to treating constipation in babies. Although some pharmacological approaches involve the use of laxatives, non-pharmacological approaches are recommended to increase safety, one of which is constipation massage. The lack of knowledge of caregivers regarding treating constipation using baby massage is due to the fact that there has never been any education and training on baby massage given to the orphanage. So the treatment carried out by caregivers when a baby experiences constipation is by giving laxatives. Excessive use of laxatives, enemas, or suppositories can worsen constipation and even cause constipation that is difficult to treat without laxatives. This research method is quantitative descriptive research using non-probability sampling techniques. The population and sample used were all 12 caregivers. The data analysis used in this research is univariate analysis. The results of the study showed that most of the caregivers' knowledge about constipation massage had insufficient knowledge, namely 10 people (83.3%). The majority who did not know about baby massage techniques in statement number 17 were 11 respondents (91.7%). This is due to the lack of information received about massage for constipated babies, especially from health workers. The second culture is that if a baby experiences constipation, the caregiver will immediately give him a laxative.
ABSTRAK
Konstipasi fungsional adalah kondisi klinis umum dan gangguan pencernaan dengan prevelensi global yang tinggi. Ada pendekatan berbeda untuk mengatasi sembelit pada bayi. Meskipun beberapa pendekatan farmakologis melibatkan penggunaan obat pencahar, pendekatan non-farmakologis direkomendasikan untuk meningkatkan keamanan, salah satunya yaitu dengan pijat konstipasi. Kurangnya pengetahuan pengasuh terkait penanganan konstipasi menggunakan pijat bayi dikarenakan belum pernah dilakukannya edukasi serta pelatihan pijat bayi yang diberikan ke panti. Sehingga penanganan yang dilakukan pengasuh saat bayi mengalami konstipasi yaitu dengan memberikan obat pencahar. Penggunaan obat pencahar, enema, atau supositoria yang berlebihan dapat memperburuk sembelit dan bahkan menyebabkan sembelit yang sulit diatasi tanpa obat pencahar. Metode penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik sampling non probabilitas. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu seluruh pengasuh sebanyak 12 orang. Anasis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pengetahuan pengasuh tentang pijat konstipasi sebagian besar memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 10 orang (83,3%). Yang didominasi tidak mengetahui tentang teknik pijat bayi pada pernyataan pada nomor 17 sebanyak 11 responden (91,7%). Hal ini dikarenakan kurangnya informasi tentang pijat bayi konstipasi yang diterima khususnya dari petugas kesehatan. Yang kedua budaya apabila ada bayi yang mengalami konstipasi pengasuh akan langsung memberikan obat pencahar.
Title: Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Konstipasi di Panti Asuhan Manarur Mabrur
Description:
Functional constipation is a common clinical condition and digestive disorder with a high global prevalence.
There are different approaches to treating constipation in babies.
Although some pharmacological approaches involve the use of laxatives, non-pharmacological approaches are recommended to increase safety, one of which is constipation massage.
The lack of knowledge of caregivers regarding treating constipation using baby massage is due to the fact that there has never been any education and training on baby massage given to the orphanage.
So the treatment carried out by caregivers when a baby experiences constipation is by giving laxatives.
Excessive use of laxatives, enemas, or suppositories can worsen constipation and even cause constipation that is difficult to treat without laxatives.
This research method is quantitative descriptive research using non-probability sampling techniques.
The population and sample used were all 12 caregivers.
The data analysis used in this research is univariate analysis.
The results of the study showed that most of the caregivers' knowledge about constipation massage had insufficient knowledge, namely 10 people (83.
3%).
The majority who did not know about baby massage techniques in statement number 17 were 11 respondents (91.
7%).
This is due to the lack of information received about massage for constipated babies, especially from health workers.
The second culture is that if a baby experiences constipation, the caregiver will immediately give him a laxative.
ABSTRAK
Konstipasi fungsional adalah kondisi klinis umum dan gangguan pencernaan dengan prevelensi global yang tinggi.
Ada pendekatan berbeda untuk mengatasi sembelit pada bayi.
Meskipun beberapa pendekatan farmakologis melibatkan penggunaan obat pencahar, pendekatan non-farmakologis direkomendasikan untuk meningkatkan keamanan, salah satunya yaitu dengan pijat konstipasi.
Kurangnya pengetahuan pengasuh terkait penanganan konstipasi menggunakan pijat bayi dikarenakan belum pernah dilakukannya edukasi serta pelatihan pijat bayi yang diberikan ke panti.
Sehingga penanganan yang dilakukan pengasuh saat bayi mengalami konstipasi yaitu dengan memberikan obat pencahar.
Penggunaan obat pencahar, enema, atau supositoria yang berlebihan dapat memperburuk sembelit dan bahkan menyebabkan sembelit yang sulit diatasi tanpa obat pencahar.
Metode penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik sampling non probabilitas.
Populasi dan sampel yang digunakan yaitu seluruh pengasuh sebanyak 12 orang.
Anasis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat.
Hasil penelitian menunjukkan gambaran pengetahuan pengasuh tentang pijat konstipasi sebagian besar memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 10 orang (83,3%).
Yang didominasi tidak mengetahui tentang teknik pijat bayi pada pernyataan pada nomor 17 sebanyak 11 responden (91,7%).
Hal ini dikarenakan kurangnya informasi tentang pijat bayi konstipasi yang diterima khususnya dari petugas kesehatan.
Yang kedua budaya apabila ada bayi yang mengalami konstipasi pengasuh akan langsung memberikan obat pencahar.
Related Results
Pendidikan Produktif, Aktif, Terampil Pada Pengasuh Panti Asuhan Manarur Mabrur dengan Pijat Bayi
Pendidikan Produktif, Aktif, Terampil Pada Pengasuh Panti Asuhan Manarur Mabrur dengan Pijat Bayi
Babies/toddlers (ages 0-5 years) are a golden and critical period because during this period there is rapid growth and development which peaks at the age of 24 months. The problems...
Hubungan Pengetahuan Tentang Makanan Berserat Dengan Kejadian Konstipasi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung
Hubungan Pengetahuan Tentang Makanan Berserat Dengan Kejadian Konstipasi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung
ABSTRACT: CORRELATION OF KNOWLEDGE ABOUT FIBER FOOD WITH CONSTIPATION IN MEDICINE FACULTY STUDENTS OF MALAHAYATI UNIVERSITY BANDAR LAMPUNG Background: Constipation can cause severe...
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Non Laba Berdasarkan ISAK 35 Pada Panti Asuhan Gelora Kasih Sibolangit
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Non Laba Berdasarkan ISAK 35 Pada Panti Asuhan Gelora Kasih Sibolangit
Pengabdian ini bertujuan buat memberikan masukkan kepada Panti Asuhan agar dapat mengaplikasikan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)35 dalam penyajikan laporan keuangan...
Efektivitas Abdominal Massage dalam Mengatasi Konstipasi pada Lansia: Review
Efektivitas Abdominal Massage dalam Mengatasi Konstipasi pada Lansia: Review
Proses penuaan dan penyakit kronis dapat meningkatkan risiko konstipasi pada lansia. Pijat abdominal diketahui dapat mempengaruhi fungsi otak melalui hubungan antara otak dan usus,...
Konstipasi dan Faktor Risikonya pada Sindrom Down
Konstipasi dan Faktor Risikonya pada Sindrom Down
Konstipasi adalah keterlambatan atau kesulitan buang air besar yang terjadi 1 sampai 2kali per minggu atau lebih dari 3 hari secara berturut-turut. Angka kejadian konstipasipada an...
Tanggung Jawab Panti Asuhan Sebagai Wali Terhadap Anak Asuhnya (Studi Pada Panti Asuhan TAT Twam Asi Denpasar)
Tanggung Jawab Panti Asuhan Sebagai Wali Terhadap Anak Asuhnya (Studi Pada Panti Asuhan TAT Twam Asi Denpasar)
Panti asuhan sebagai lembaga perwalian bertindak sebagai wali bagi anak-anak yang mengalami gangguanekonomi atau anak terlantar sehingga membutuhkan penanganan dari panti asuhan ya...
ANALISIS PRAKTIK PIJAT BAYI DI DESA GENENG SUKOHARJO
ANALISIS PRAKTIK PIJAT BAYI DI DESA GENENG SUKOHARJO
Praktik pijat bayi telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang menunjukkan efek positifnya terhadap perkembangan bayi, terutama pada bayi prematur dan bayi dengan kondisi k...
Pijat Oksitosin pada Ibu Postpartum sebagai Upaya Meningkatkan Produksi Asi
Pijat Oksitosin pada Ibu Postpartum sebagai Upaya Meningkatkan Produksi Asi
Breast milk not coming out is a condition where breast milk is not produced or there is little milk production. This is due to the influence of the oxytocin hormone which is not wo...

