Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PRAKTIK PIJAT BAYI DI DESA GENENG SUKOHARJO
View through CrossRef
Praktik pijat bayi telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang menunjukkan efek positifnya terhadap perkembangan bayi, terutama pada bayi prematur dan bayi dengan kondisi kesehatan tertentu. Meskipun banyak penelitian telah menunjukkan manfaat pijat bayi, terdapat perbedaan yang signifikan dalam cara praktik ini dilakukan. Faktor-faktor seperti perbedaan budaya, pendidikan, pengetahuan, dukungan sampai dengan ekonomi membuat perbedaan perilaku dalam melakukan praktik pijat bayi. Survei awal yang dilakukan di Desa Geneng yaitu di Dukuh Sigran dan Dukuh Kaworan, dimana kedua dukuh tersebut masih banyak anak balita yaitu 102 anak balita. Dukuh tersebut masih terdapat 31 anak balita tidak pernah dibawa untuk pijat bayi. Orang tua menganggap pijat bayi tidak begitu penting yang penting anaknya tumbuh sehat dan bisa makan dan di dukuh tersebut masih terdapat orang tua yang membawa anaknya untuk dipijat orang tua yang dianggap pintar di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pijat bayi di Desa Geneng Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi praktik pijat bayi di desa Geneng Sukoharjo. Data yang telah peneliti temukan akan dianalisis dengan menggunakan chi square dan uji regresi logistic berganda. Hasil penelitian berdasarkan uji analisis chi square diketahui bahwa faktor yang berhubungan dengan praktik pijat bayi adalah faktor pengetahuan (p-value 0,000), sikap (p-value 0,012), perilaku (p-value 0,000), budaya (p-value 0,000), dukungan keluarga (p-value 0,000), ekonomi (p-value 0,000), pendidikan (p-value 0,001), sumber informasi (p-value 0,000) dan pekerjaan (p-value 0,000), sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan praktik pijat bayi adalah faktor lingkungan (p-value 0,426). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan, sikap, perilaku, budaya, dukungan keluarga, ekonomi, pendidikan, sumber informasi dan pekerjaan.
Kata kunci: budaya; dukungan; pengetahuan; perilaku; pijat bayi; sikap
The practice of infant massage has received support from various parties that show its positive effects on infant development, especially in premature infants and infants with certain health conditions. Although many studies have shown the benefits of infant massage, there are significant differences in how this practice is carried out. Factors such as differences in culture, education, knowledge, support and even economy make differences in behavior in carrying out infant massage practices. The initial survey was conducted in Geneng Village, namely in Dukuh Sigran and Dukuh Kaworan, where both hamlets still have many toddlers, namely 102 toddlers. In the hamlet, there are still 31 toddlers who have never been taken for infant massage. Parents consider infant massage not so important, the important thing is that their children grow up healthy and can eat and in the hamlet there are still parents who bring their children to be massaged by parents who are considered smart in the village. Research objectives: This study aims to determine the practice of infant massage in Geneng Village, Sukoharjo. Research methods: This study is a correlational study with a cross-sectional approach. This study is to determine the factors that influence the practice of infant massage in Geneng Village, Sukoharjo. The data that the researcher has found will be analyzed using chi square and multiple logistic regression tests Results: based on the chi square analysis test, it was found that the factors related to the practice of infant massage are knowledge factors (p-value 0.000), attitudes (p-value 0.012), behavior (p-value 0.000), culture (p-value 0.000), family support (p-value 0.000), economy (p-value 0.000), education (p-value 0.001), information sources (p-value 0.000) and work (p-value 0.000), while factors that are not related to the practice of infant massage are environmental factors (p-value 0.426). It can be concluded that there is an influence between knowledge, attitudes, behavior, culture, family support, economy, education, information sources and work.
Keywords: attitude; behavior; culture; infant massage; knowledge; support
Akademi Keperawatan Panti Kosala Surakarta
Title: ANALISIS PRAKTIK PIJAT BAYI DI DESA GENENG SUKOHARJO
Description:
Praktik pijat bayi telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang menunjukkan efek positifnya terhadap perkembangan bayi, terutama pada bayi prematur dan bayi dengan kondisi kesehatan tertentu.
Meskipun banyak penelitian telah menunjukkan manfaat pijat bayi, terdapat perbedaan yang signifikan dalam cara praktik ini dilakukan.
Faktor-faktor seperti perbedaan budaya, pendidikan, pengetahuan, dukungan sampai dengan ekonomi membuat perbedaan perilaku dalam melakukan praktik pijat bayi.
Survei awal yang dilakukan di Desa Geneng yaitu di Dukuh Sigran dan Dukuh Kaworan, dimana kedua dukuh tersebut masih banyak anak balita yaitu 102 anak balita.
Dukuh tersebut masih terdapat 31 anak balita tidak pernah dibawa untuk pijat bayi.
Orang tua menganggap pijat bayi tidak begitu penting yang penting anaknya tumbuh sehat dan bisa makan dan di dukuh tersebut masih terdapat orang tua yang membawa anaknya untuk dipijat orang tua yang dianggap pintar di desa tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pijat bayi di Desa Geneng Sukoharjo.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional.
Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi praktik pijat bayi di desa Geneng Sukoharjo.
Data yang telah peneliti temukan akan dianalisis dengan menggunakan chi square dan uji regresi logistic berganda.
Hasil penelitian berdasarkan uji analisis chi square diketahui bahwa faktor yang berhubungan dengan praktik pijat bayi adalah faktor pengetahuan (p-value 0,000), sikap (p-value 0,012), perilaku (p-value 0,000), budaya (p-value 0,000), dukungan keluarga (p-value 0,000), ekonomi (p-value 0,000), pendidikan (p-value 0,001), sumber informasi (p-value 0,000) dan pekerjaan (p-value 0,000), sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan praktik pijat bayi adalah faktor lingkungan (p-value 0,426).
Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan, sikap, perilaku, budaya, dukungan keluarga, ekonomi, pendidikan, sumber informasi dan pekerjaan.
Kata kunci: budaya; dukungan; pengetahuan; perilaku; pijat bayi; sikap
The practice of infant massage has received support from various parties that show its positive effects on infant development, especially in premature infants and infants with certain health conditions.
Although many studies have shown the benefits of infant massage, there are significant differences in how this practice is carried out.
Factors such as differences in culture, education, knowledge, support and even economy make differences in behavior in carrying out infant massage practices.
The initial survey was conducted in Geneng Village, namely in Dukuh Sigran and Dukuh Kaworan, where both hamlets still have many toddlers, namely 102 toddlers.
In the hamlet, there are still 31 toddlers who have never been taken for infant massage.
Parents consider infant massage not so important, the important thing is that their children grow up healthy and can eat and in the hamlet there are still parents who bring their children to be massaged by parents who are considered smart in the village.
Research objectives: This study aims to determine the practice of infant massage in Geneng Village, Sukoharjo.
Research methods: This study is a correlational study with a cross-sectional approach.
This study is to determine the factors that influence the practice of infant massage in Geneng Village, Sukoharjo.
The data that the researcher has found will be analyzed using chi square and multiple logistic regression tests Results: based on the chi square analysis test, it was found that the factors related to the practice of infant massage are knowledge factors (p-value 0.
000), attitudes (p-value 0.
012), behavior (p-value 0.
000), culture (p-value 0.
000), family support (p-value 0.
000), economy (p-value 0.
000), education (p-value 0.
001), information sources (p-value 0.
000) and work (p-value 0.
000), while factors that are not related to the practice of infant massage are environmental factors (p-value 0.
426).
It can be concluded that there is an influence between knowledge, attitudes, behavior, culture, family support, economy, education, information sources and work.
Keywords: attitude; behavior; culture; infant massage; knowledge; support.
Related Results
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
PROMOSI KESEHATAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020
Tujuan dari pembangunan kesehatan salah satunya adalah menurunkan angka kematian bayi. Angka Kematian Bayi menurut Sustainanble Depelovment Goals (SDGs) tahun 2015 berjumlah 40 per...
Evaluasi Pelaksanaan Stimulasi Pijat Bayi Pada Ibu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang
Evaluasi Pelaksanaan Stimulasi Pijat Bayi Pada Ibu Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang
Pijat bayi merupakan terapi sentuh paling tua dan paling populer yang dikenal manusia serta salah satu bentuk stimulasi dini yang sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak...
Hubungan Pijat Bayi dengan Kenaikan Berat Badan
Hubungan Pijat Bayi dengan Kenaikan Berat Badan
Sentuhan alamiah pada bayi merupakan tindakan memijat yang dilakukan secara teratur dan sesuai dengan tata cara dan tekni pemijatan bayi. Terapi sentuhan (pijat ) bisa memberikan e...
Hubungan Pijat Bayi Dengan Kenaikan Berat Badan
Hubungan Pijat Bayi Dengan Kenaikan Berat Badan
Sentuhan alamiah pada bayi merupakan tindakan memijat yang dilakukan secara teratur dan sesuai dengan tata cara dan tekni pemijatan bayi. Terapi sentuhan (pijat ) bisa memberikan e...
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Gambaran Ibu yang Memijatkan Bayi ke Dukun Bayi di Desa Jambu Kabupaten Semarang
Baby massage is a direct contact therapy with the body that can provide a sense of security and comfort for babies. The villagers chose to use a shaman as an alternative to baby ma...
Optimalisasi Kesehatan Bayi Melalui Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Tentang Pijat Bayi
Optimalisasi Kesehatan Bayi Melalui Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Tentang Pijat Bayi
Tahun pertama usia bayi merupakan waktu yang sangat berharga untuk berlanjutnya pertumbuhan dan perkembangan. Pada saat tersebut bayi membutuhkan dukungan agar bayi bisa tumbuh dan...
IMPLEMENTASI PIJAT BAYI OLEH KADER DI RW 1 DAN RW 2 KELURAHAN TAMBAKHARJO KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG
IMPLEMENTASI PIJAT BAYI OLEH KADER DI RW 1 DAN RW 2 KELURAHAN TAMBAKHARJO KECAMATAN SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG
Latar Belakang: Pijat bayi sangat penting bagi kesehatan bayi. Terutama apabila dilakukan olehorangtua sendiri. Sehingga peran orangtua sangat dibutuhkan dalam memberikan pijatan p...
Edukasi Pijat Bayi Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Untuk Meningkatkan Kebugaran Bayi
Edukasi Pijat Bayi Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Untuk Meningkatkan Kebugaran Bayi
Pijat bayi merupakan suatu terapi sentuhan kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Manfaat pijat bayi antara lain dapat menambah berat ba...

