Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Self-Compassion terhadap Future Anxiety pada Penderita Diabetes Melitus Muda
View through CrossRef
Abstract. Young individuals with diabetes mellitus often face fears about the future, including possible long-term complications, challenges with pregnancy and having children, career impacts, and even fear of death. These fears reflect deep anxiety about an uncertain future, potentially disrupting psychological well-being. This study aims to examine the effect of self-compassion on future anxiety among young individuals with diabetes in Bandung City. The study used a causal design with 40 respondents recruited through purposive sampling. Instruments included the Self-Compassion Scale (Sugianto, Suwartono, & Sutanto, 2020) and the Future Anxiety Scale (Zaleski, 1996) translated by Zacky (2024). Data were analyzed using multiple linear regression. Results showed that self-kindness (p = 0.006), common humanity (p = 0.027), and mindfulness (p = 0.034) significantly and negatively affected future anxiety, while self-judgment (p = 0.041) and isolation (p = 0.000) had significant positive effects. Among all dimensions, isolation contributed the most (33.6%) to increased future anxiety. These findings suggest that positive dimensions of self-compassion reduce future-related anxiety, whereas negative dimensions intensify it. Therefore, self-compassion plays a crucial role in helping young individuals with diabetes manage and lower their future anxiety.
Abstrak. Penderita diabetes melitus muda kerap mengalami ketakutan akan masa depan, seperti kekhawatiran terhadap kemungkinan komplikasi jangka panjang, tantangan dalam kehamilan dan memiliki anak, dampak penyakit terhadap karier, hingga ketakutan akan kematian. Ketakutan ini mencerminkan keresahan mendalam terhadap masa depan yang belum pasti, yang berpotensi mengganggu kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap future anxiety pada penderita diabetes muda di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kausalitas dengan melibatkan penderita diabetes melitus muda berjumlah 40 responden, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Alat ukut yang digunakan meliputi Skala Welas Diri (SWD) diadaptasi oleh Sugianto, Suwartono, dan Sutanto (2020), serta future anxiety scale (Zaleski, 1996) yang telah diterjermahkan oleh Zacky (2024). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-kindness (p = 0,006), common humanity (p = 0,027), dan mindfulness (p = 0,034) berpengaruh negatif signifikan terhadap future anxiety, sedangkan self-judgment (p = 0,041) dan isolation (p = 0,000) berpengaruh positif signifikan. Dari seluruh dimensi, isolation memberikan kontribusi terbesar (33,6%) terhadap peningkatan future anxiety. Temuan ini mengindikasikan bahwa dimensi positif self-compassion meminimalisir kecemasan terkait masa depan, sementara dimensi negatif justru memperkuatnya. Dengan demikian, self-compassion berperan penting dalam membantu penderita diabetes melitus muda menekan future anxiety.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pengaruh Self-Compassion terhadap Future Anxiety pada Penderita Diabetes Melitus Muda
Description:
Abstract.
Young individuals with diabetes mellitus often face fears about the future, including possible long-term complications, challenges with pregnancy and having children, career impacts, and even fear of death.
These fears reflect deep anxiety about an uncertain future, potentially disrupting psychological well-being.
This study aims to examine the effect of self-compassion on future anxiety among young individuals with diabetes in Bandung City.
The study used a causal design with 40 respondents recruited through purposive sampling.
Instruments included the Self-Compassion Scale (Sugianto, Suwartono, & Sutanto, 2020) and the Future Anxiety Scale (Zaleski, 1996) translated by Zacky (2024).
Data were analyzed using multiple linear regression.
Results showed that self-kindness (p = 0.
006), common humanity (p = 0.
027), and mindfulness (p = 0.
034) significantly and negatively affected future anxiety, while self-judgment (p = 0.
041) and isolation (p = 0.
000) had significant positive effects.
Among all dimensions, isolation contributed the most (33.
6%) to increased future anxiety.
These findings suggest that positive dimensions of self-compassion reduce future-related anxiety, whereas negative dimensions intensify it.
Therefore, self-compassion plays a crucial role in helping young individuals with diabetes manage and lower their future anxiety.
Abstrak.
Penderita diabetes melitus muda kerap mengalami ketakutan akan masa depan, seperti kekhawatiran terhadap kemungkinan komplikasi jangka panjang, tantangan dalam kehamilan dan memiliki anak, dampak penyakit terhadap karier, hingga ketakutan akan kematian.
Ketakutan ini mencerminkan keresahan mendalam terhadap masa depan yang belum pasti, yang berpotensi mengganggu kesejahteraan psikologis individu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap future anxiety pada penderita diabetes muda di Kota Bandung.
Penelitian ini menggunakan desain kausalitas dengan melibatkan penderita diabetes melitus muda berjumlah 40 responden, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling.
Alat ukut yang digunakan meliputi Skala Welas Diri (SWD) diadaptasi oleh Sugianto, Suwartono, dan Sutanto (2020), serta future anxiety scale (Zaleski, 1996) yang telah diterjermahkan oleh Zacky (2024).
Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-kindness (p = 0,006), common humanity (p = 0,027), dan mindfulness (p = 0,034) berpengaruh negatif signifikan terhadap future anxiety, sedangkan self-judgment (p = 0,041) dan isolation (p = 0,000) berpengaruh positif signifikan.
Dari seluruh dimensi, isolation memberikan kontribusi terbesar (33,6%) terhadap peningkatan future anxiety.
Temuan ini mengindikasikan bahwa dimensi positif self-compassion meminimalisir kecemasan terkait masa depan, sementara dimensi negatif justru memperkuatnya.
Dengan demikian, self-compassion berperan penting dalam membantu penderita diabetes melitus muda menekan future anxiety.
Related Results
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pengaruh Self-Compassion terhadap Future Anxiety pada Fresh Graduate
Pengaruh Self-Compassion terhadap Future Anxiety pada Fresh Graduate
Abstract. Today, many fresh graduates face challenges in entering the workforce. Intense competition, lack of experience, and uncertainty about the future can trigger high anxiety....
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Manajemen pada Penderita Diabetes Melitus Di Kota Lhokseumawe, Aceh
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Manajemen pada Penderita Diabetes Melitus Di Kota Lhokseumawe, Aceh
Abstrak
Dukungan keluarga dalam perawatan penderita diabetes melitus sangatlah penting untuk meminimalkan terjadinya komplikasi, serta memperbaiki kadar gula darah serta meningka...
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Health education and promotion about diabetes mellitus
Introduction: Diabetes mellitus in Indonesia is a serious threat to health development. The 2010 NCD World Health Organizatio...
Hubungan Kepatuhan Diet Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Lut Tawar Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah
Hubungan Kepatuhan Diet Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Lut Tawar Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah
Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif yang dapat mengakibatkan kematian. Pengobatan pada penderita diabetes melitus adalah untuk mengendalikan kadar gula darah dan mening...
Pengaruh Self-Compassion terhadap Parenting Stress pada Ibu yang Memiliki Anak Toddler
Pengaruh Self-Compassion terhadap Parenting Stress pada Ibu yang Memiliki Anak Toddler
Abstract. Parenting stress among mothers of toddlers in Bandung is relatively high and may have negative impacts on both maternal and child psychological well-being. The experience...
Pengaruh Program Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Keluarga terhadap Penurunan Kadar Gula Darah di Bekasi
Pengaruh Program Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Keluarga terhadap Penurunan Kadar Gula Darah di Bekasi
Diabetes Self Management Education merupakan suatu proses berkelanjutan yang dilakukan untuk memfasilitasi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pasien Diabetes Melitus. Penelit...
Epidemiology of compassion: A literature review
Epidemiology of compassion: A literature review
Psychology and neuroscience have contributed significantly to advances in understanding compassion. In contrast, little attention has been given to the epidemiology of compassion. ...

