Javascript must be enabled to continue!
STANDARISASI MUTU SIMPLISIA KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.)
View through CrossRef
Standarisasi simplisia merupakan tahapan penting dalam pengembangan obat bahan alam dari tanaman, dilakukannya standarisasi diperlukan untuk menjamin aspek dari keamanan dan stabilitas ekstrak. Standarisasi simplisia harus dilakukan sebagai penjamin bahwa suatu simplisia tersebut telah terjamin kualitas dan mutunya. Standarisasi dalam menjamin keseragaman mutu dari bahan alam yang diformulasikan dalam suatu sediaan farmasi diperlukan untuk menjamin keseragaman mutu produk. Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) dari beberapa penelitian menunjukkan tinggi akan antioksidan, bahkan lebih dari umbinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan parameter nonspesifik dari standarisasi mutu simplisia kulit bawang merah (Allium cepa L.) apakah memenuhi persyaratan standarisasi simplisia Farmakope Herbal Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sortasi basah, maserasi pada pelarut klorofom, akuades, etanol 96%, dan metode gravimetri. Hasil penelitian didapat susut pengeringan hasil 0,171% standar Farmakope Herbal Indonesia Tidak lebih dari 10%, kadar abu total 3,0% standar Farmakope Herbal Indonesia Tidak lebih dari 3,0%, kadar abu tidak larut asam 1,0% standar Farmakope Herbal Indonesia tidak lebih dari 1.0%, kadar sari larut air 8,0% standar Farmakope Herbal Indonesia tidak kurang dari 5,0%, dan kadar sari larut etanol 12,0% standar Farmakope Herbal Indonesia Tidak kurang dari 4,0%.
Universitas Malahayati Bandar Lampung
Title: STANDARISASI MUTU SIMPLISIA KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.)
Description:
Standarisasi simplisia merupakan tahapan penting dalam pengembangan obat bahan alam dari tanaman, dilakukannya standarisasi diperlukan untuk menjamin aspek dari keamanan dan stabilitas ekstrak.
Standarisasi simplisia harus dilakukan sebagai penjamin bahwa suatu simplisia tersebut telah terjamin kualitas dan mutunya.
Standarisasi dalam menjamin keseragaman mutu dari bahan alam yang diformulasikan dalam suatu sediaan farmasi diperlukan untuk menjamin keseragaman mutu produk.
Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun.
Kulit bawang merah (Allium cepa L.
) dari beberapa penelitian menunjukkan tinggi akan antioksidan, bahkan lebih dari umbinya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan parameter nonspesifik dari standarisasi mutu simplisia kulit bawang merah (Allium cepa L.
) apakah memenuhi persyaratan standarisasi simplisia Farmakope Herbal Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode sortasi basah, maserasi pada pelarut klorofom, akuades, etanol 96%, dan metode gravimetri.
Hasil penelitian didapat susut pengeringan hasil 0,171% standar Farmakope Herbal Indonesia Tidak lebih dari 10%, kadar abu total 3,0% standar Farmakope Herbal Indonesia Tidak lebih dari 3,0%, kadar abu tidak larut asam 1,0% standar Farmakope Herbal Indonesia tidak lebih dari 1.
0%, kadar sari larut air 8,0% standar Farmakope Herbal Indonesia tidak kurang dari 5,0%, dan kadar sari larut etanol 12,0% standar Farmakope Herbal Indonesia Tidak kurang dari 4,0%.
Related Results
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang...
Identifikasi Penyakit Trotol pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) menggunakan Pengolahan Citra Digital dengan Metode Jarak
Identifikasi Penyakit Trotol pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) menggunakan Pengolahan Citra Digital dengan Metode Jarak
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan bahan baku industri pengolahan bawang goreng dan menjadi produk terbaik di Kota Palu. Dalam usaha penanaman, penyakit bawang merah me...
Identification and characterization of Allium cepa potential intron polymorphism markers
Identification and characterization of Allium cepa potential intron polymorphism markers
Abstract
Allium cepa is a widely grown crop for its spice and culinary properties. For molecular breeding of Allium cepa and its improvement, mining and utilization of vari...
Cadmium implication in massive hepatocellular necrosis and hepatic amyloidosis and the protective role of ivermectin and Allium cepa in adult Wistar rats (Rattus Novergicus)
Cadmium implication in massive hepatocellular necrosis and hepatic amyloidosis and the protective role of ivermectin and Allium cepa in adult Wistar rats (Rattus Novergicus)
The liver remains the target organ for the accumulation of cadmium toxicity, mediated by the upregulation of reactive oxygen species. Allium cepa constitutes a potential source of ...
Pengoptimalan Potensi Desa Gondosuli Melalui Pelatihan Pengolahan Bawang Merah Goreng Bagi Anggota Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Pengoptimalan Potensi Desa Gondosuli Melalui Pelatihan Pengolahan Bawang Merah Goreng Bagi Anggota Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Tanaman hortikultura merupakan salah satu komoditas pertanian yang potensial untuk mendukung pembangunan nasional, salah satunya adalah bawang merah. Kecamatan Tawangmangu merupaka...
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Bawang Merah (Studi Kasus di Desa Permata Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo)
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Bawang Merah (Studi Kasus di Desa Permata Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo)
Bawang merah adalah salah satu tanaman hortikultura yang berasal dari sayuran yang sudah lama menjadi sumber usaha bagi para petani secara intensif. Komoditi bawang merah ini adala...
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI BAWANG BOMBAY
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI BAWANG BOMBAY
Latar Belakang: Bawang bombay (Allium cepa L.) memiliki kandungan minyak atsiri yang mengandung komponen sulfur dalam bentuk thiosulfinates yang diketahui memiliki aktivitas antiba...

