Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Karakter Hortikultura Galur Cabai Hias IPB di Kebun Percobaan Leuwikopo
View through CrossRef
ABSTRACTThe objective of this research was to evaluate some vegetative and generative characters of the new IPB ornamental pepper lines. The experiment was conducted at IPB, Leuwikopo, Dramaga, Bogor in January to July 2014. The ornamental pepper lines Seroja, Ungaran, and cultivarsExplosive, Numex, and Bara were evaluated. The design used was a completely randomized block design with four replications. There were significant differences for all quantitative characters among the observed new lines of ornamental pepper. Ungara had higher plant height, stem diameter, weight per fruit, fruit diameter, and flesh thickness than control. Seroja had earlierflowering time and harvest time than control. The qualitative characters were not significantly different among Seroja, Ungara, and control. Shortened internode and color change during ripening could be used to identity the observed newlines.Keywords: ornamental pepper, generative, vegetative ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengevaluasi beberapa sifat vegetatif dan generatif dari galur cabai hias baru IPB. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor pada bulan Januari hingga Juli 2014. Bahan tanam yang digunakan adalah dua galur cabai hias IPB yaitu Seroja dan Ungara serta tiga varietas pembanding yaitu Explosive, Numex, dan Bara. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan galur-galur yang diuji memiliki perbedaan pada semua karakter kuantitatif yang diuji. Galur Ungara memiliki keunggulan pada karakter tinggi tanaman, diameter batang, bobot per buah, diameter buah, dan ketebalan kulit buah. Galur Seroja memiliki keunggulan pada karakter umur berbunga dan umur panen buah. Karakter-karakter kualitatif antara galur-galur yang diuji tidak menunjukkan banyak perbedaan dengan pembandingnya. Karakter kualitatif yang dapat mencirikan masing-masing galur dapat dilihat dari karakter pemendekan ruas dan perubahan warna buah.Kata kunci: cabai hias, generatif, vegetatif
Institut Pertanian Bogor
Title: Evaluasi Karakter Hortikultura Galur Cabai Hias IPB di Kebun Percobaan Leuwikopo
Description:
ABSTRACTThe objective of this research was to evaluate some vegetative and generative characters of the new IPB ornamental pepper lines.
The experiment was conducted at IPB, Leuwikopo, Dramaga, Bogor in January to July 2014.
The ornamental pepper lines Seroja, Ungaran, and cultivarsExplosive, Numex, and Bara were evaluated.
The design used was a completely randomized block design with four replications.
There were significant differences for all quantitative characters among the observed new lines of ornamental pepper.
Ungara had higher plant height, stem diameter, weight per fruit, fruit diameter, and flesh thickness than control.
Seroja had earlierflowering time and harvest time than control.
The qualitative characters were not significantly different among Seroja, Ungara, and control.
Shortened internode and color change during ripening could be used to identity the observed newlines.
Keywords: ornamental pepper, generative, vegetative ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengevaluasi beberapa sifat vegetatif dan generatif dari galur cabai hias baru IPB.
Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor pada bulan Januari hingga Juli 2014.
Bahan tanam yang digunakan adalah dua galur cabai hias IPB yaitu Seroja dan Ungara serta tiga varietas pembanding yaitu Explosive, Numex, dan Bara.
Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 4 ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan galur-galur yang diuji memiliki perbedaan pada semua karakter kuantitatif yang diuji.
Galur Ungara memiliki keunggulan pada karakter tinggi tanaman, diameter batang, bobot per buah, diameter buah, dan ketebalan kulit buah.
Galur Seroja memiliki keunggulan pada karakter umur berbunga dan umur panen buah.
Karakter-karakter kualitatif antara galur-galur yang diuji tidak menunjukkan banyak perbedaan dengan pembandingnya.
Karakter kualitatif yang dapat mencirikan masing-masing galur dapat dilihat dari karakter pemendekan ruas dan perubahan warna buah.
Kata kunci: cabai hias, generatif, vegetatif.
Related Results
Evaluasi Karakteristik Hortikultura Empat Genotipe Melon (Cucumis melo L.) Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB
Evaluasi Karakteristik Hortikultura Empat Genotipe Melon (Cucumis melo L.) Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB
<p>ABSTRACT</p><p>Center for Tropical Horticulture Studies (CTHS) have conducted melon breeding to meet the need of the expanding melon production in Indonesia....
Evaluasi Genotipe Melon (Cucumis melo L.) untuk Perakitan Varietas Hibrida Baru
Evaluasi Genotipe Melon (Cucumis melo L.) untuk Perakitan Varietas Hibrida Baru
Indonesia merupakan negara produsen serta konsumen buah melon (Cucumis melo L.) yang tinggi, tetapi impor benih melon dari luar negeri masih cukup besar. Hal tersebut membuka pelua...
Parameter Genetik dan Potensi Hasil Beberapa Galur Mutan Padi Sawah Beras Hitam
Parameter Genetik dan Potensi Hasil Beberapa Galur Mutan Padi Sawah Beras Hitam
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dan tingkat homogenitas dalam galur pada beberapa mutan padi sawah beras hitam. Metode yang digunakan adalah metode eksperim...
Web-based Information System Design of Karang Taruna with Design Thinking Method Approach
Web-based Information System Design of Karang Taruna with Design Thinking Method Approach
Abstrak
Karang Taruna Haur Galur berperan aktif dalam kesejahteraan sosial masyarakat di wilayah Kelurahan Sukagalih. Mulai dari menggerakkan Pemuda Unit hingga pemberdayaan ...
Skrining Ketahanan Galur S1 Jagung terhadap Penyakit Bulai dan Pembentukan Galur S2 Tahan Penyakit Bulai
Skrining Ketahanan Galur S1 Jagung terhadap Penyakit Bulai dan Pembentukan Galur S2 Tahan Penyakit Bulai
<p>Biotic stress, especially downy mildew (Peronosclerospora philippinensis) incidence, is one of the most important constraints in the development of corn in the country, be...
Struktur Koloni Dan Bentuk Sarang Lebah Kelulut Heterotrigona itama Mendukung Praktik Meliponikultur Berkelanjutan Di Desa Padang Panjang
Struktur Koloni Dan Bentuk Sarang Lebah Kelulut Heterotrigona itama Mendukung Praktik Meliponikultur Berkelanjutan Di Desa Padang Panjang
Penelitian ini menganalisis struktur koloni dan bentuk sarang lebah kelulutHeterotrigona itama untuk mendukung praktik meliponikultur berkelanjutan di Desa PadangPanjang, Kabupaten...
Edukasi Diversifikasi Olahan Cabai Pada Masyarakat di Kampung KB Yosodadi Dalam Pengendalian Inflasi
Edukasi Diversifikasi Olahan Cabai Pada Masyarakat di Kampung KB Yosodadi Dalam Pengendalian Inflasi
Menurunnya produksi cabai menyebabkan kelangkaan barang dan tingginya harga, namun pada saat panen raya harga kedua komoditas jatuh, sehingga cabai merupakan komoditas hortikultura...
Depresi Silang pada Galur S2 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering
Depresi Silang pada Galur S2 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi silang dalam dan heritabilitas arti luas karakter kuantitatif galur S2 tanaman jagung di lahan kering. Percobaan dilakukan...

