Javascript must be enabled to continue!
Preeklamsia Dan Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) Di Rsu Anutapura Palu
View through CrossRef
Preeklampsia didefinisikan sebagai perkembangan hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan preeklampsia dengan BBLR di RSU Anutapura Palu. Penelitian kasus-kontrol. Populasi sebanyak 186 bayi dengan sampel BBLR sebanyak 93 bayi, matching pada usia kehamilan 37, 38, 39, dan 40 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari Ibu yang mengalami preeklamsia melahirkan bayi BBLR 16 orang (64%) dan tidak BBLR 9 bayi (36%). Sedangkan ibu yang tidak mengalami preeklamsia melahirkan bayi BBLR 77 bayi (47,8%) dan tidak BBLR 84 bayi (52,2%). Rerata BBL pada ibu preeklamsia 2232,00gr sedangkan pada ibu yang tidak preeklampsia 2363,04gr. Hasil uji kai kuadrat p-value = 0,197 (0,197>0,05) Disimpulkan meskipun prevalensi BBLR tinggi pada ibu yang mengalami preeklamsia namun tidak ada pengaruh yang signifikan antara preeklamsia terhadap kejadian bayi berat badan lahir rendah. Disarankan agar dilakukan analisis lebih lanjut dari faktor maternal lainnya terhadap kejadian BBLR di RSU Anutapura Palu
Title: Preeklamsia Dan Bayi Berat Lahir Rendah (Bblr) Di Rsu Anutapura Palu
Description:
Preeklampsia didefinisikan sebagai perkembangan hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan.
Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan preeklampsia dengan BBLR di RSU Anutapura Palu.
Penelitian kasus-kontrol.
Populasi sebanyak 186 bayi dengan sampel BBLR sebanyak 93 bayi, matching pada usia kehamilan 37, 38, 39, dan 40 minggu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari Ibu yang mengalami preeklamsia melahirkan bayi BBLR 16 orang (64%) dan tidak BBLR 9 bayi (36%).
Sedangkan ibu yang tidak mengalami preeklamsia melahirkan bayi BBLR 77 bayi (47,8%) dan tidak BBLR 84 bayi (52,2%).
Rerata BBL pada ibu preeklamsia 2232,00gr sedangkan pada ibu yang tidak preeklampsia 2363,04gr.
Hasil uji kai kuadrat p-value = 0,197 (0,197>0,05) Disimpulkan meskipun prevalensi BBLR tinggi pada ibu yang mengalami preeklamsia namun tidak ada pengaruh yang signifikan antara preeklamsia terhadap kejadian bayi berat badan lahir rendah.
Disarankan agar dilakukan analisis lebih lanjut dari faktor maternal lainnya terhadap kejadian BBLR di RSU Anutapura Palu.
Related Results
APGAR score, Bayi berat lahir re PERBEDAAN NILAI APGAR SCORE BAYI BERAT LAHIR RENDAH CUKUP BULAN DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH TIDAK CUKUP BULAN
APGAR score, Bayi berat lahir re PERBEDAAN NILAI APGAR SCORE BAYI BERAT LAHIR RENDAH CUKUP BULAN DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH TIDAK CUKUP BULAN
Tingkat kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu indikator kemajuan suatu Negara dalam bentuk pelayanan kesehatan (Prawirohardjo, 2005). Namun, Bayi Baru Lahir (BBL) yang mengal...
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
HUBUNGAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD MALA KABUPATEN TALAUD
Abstrak: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, yang bisa menyebabkan asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi bayi yang tida...
Hubungan Anc, Riwayat Komplikasi Saat Hamil dan Jarak Kelahiran dengan Kejadian Berat Badan Bayi Baru Lahir (BBLR) di Klinik St. Rafael di Kecamatan Teluk dalam Kabupaten Nias Selatan
Hubungan Anc, Riwayat Komplikasi Saat Hamil dan Jarak Kelahiran dengan Kejadian Berat Badan Bayi Baru Lahir (BBLR) di Klinik St. Rafael di Kecamatan Teluk dalam Kabupaten Nias Selatan
ABSTRACT LBW has a risk of being vulnerable to disease, vulnerable to failure of vital organs and even the risk of death. Individually, LBW is an important predictor of health and ...
KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH KAITANNYA DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI INDONESIA
KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH KAITANNYA DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI INDONESIA
Latar Belakang: Konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada ibu hamil yang tidak sesuai dengan rekomendasi minimal 90 tablet selama kehamilan dapat meningkatkan risiko defisiensi zat b...
PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK
PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK
Latar Belakang : Status gizi ibu selama masa kehamilan mempunyai peranan penting terhadap panjang badan bayi yang akan dilahirkan. Bayi baru lahir tergolong stunting apabila memili...
Hubungan Usia Ibu Hamil, Paritas dan Usia Kehamilan dengan Kejadian BBLR di RSUD Cilacap
Hubungan Usia Ibu Hamil, Paritas dan Usia Kehamilan dengan Kejadian BBLR di RSUD Cilacap
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator Kesehatan, apabila AKB dalam suatu wilayah tinggi, berarti status kesehatan wilayah tersebut rendah. Fak...
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur
Pengaturan siklus pencahayaan dan nesting terhadap berat badan bayi prematur
Bayi prematur sebagian besar lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Perawatan bayi prematur membutuhkan perhatian yang intensif. Perawatan ini bertujuan untuk meningkatkan b...
Faktor Maternal Terhadap Kejadian BBLR
Faktor Maternal Terhadap Kejadian BBLR
Latar Belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab kematian bayi yang menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan. Data Dinas Kesehatan Kota Palembang ta...

