Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Antara Employee Engagement dan Perilaku Cyberloafing pada Karyawan Generasi Y dan Z

View through CrossRef
Abstract. This study aims to examine the relationship between employee engagement and cyberloafing behavior among Generation Y and Z employees in Bandung City. The theoretical concepts used are the theory by Shuck et al. (2014) to explain the concept of employee engagement and Blau et al. (2006) to explain the concept of cyberloafing. The research employed a non-experimental quantitative method in the form of a cross-sectional survey study with a total of 233 respondents. The measuring instruments used in this study were The Employee Engagement Scale (EES) developed by Shuck et al. (2016), which was adapted into Indonesian by Astari et al. (2022), and a cyberloafing measuring instrument constructed by the researchers based on Blau et al.’s (2006) theory. The data analysis technique used was Spearman Rank correlation test analysis. The result of this study revealed a negative relationship between employee engagement and cyberloafing behavior among Generation Y and Z employees in Bandung City (rs = -0.341). This indicates that the higher the level of employee engagement among Generation Y and Z employees, the lower their level of cyberloafing behavior. Abstrak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan employee engagement dengan perilaku cyberloafing pada karyawan generasi Y dan Z di Kota Bandung. Konsep teori yang digunakan yakni teori Shuck et al. (2014) untuk menjelaskan konsep employee engagement dan teori Blau et al. (2006) untuk menjelaskan konsep cyberloafing. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif non eksperimental berupa studi survei cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 233 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Employee Engagement Scale (EES) milik Shuck et al. (2016) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Astari et al. (2022) dan alat ukur cyberloafing yang dikonstruksi oleh peneliti berdasarkan teori Blau et al. (2006). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang negatif di antara employee engagement dan perilaku cyberloafing pada karyawan generasi Y dan Z di Kota Bandung (rs = -0.341). Hal ini berarti semakin tinggi tingkat employee engagement karyawan generasi Y dan Z, maka semakin rendah tingkat cyberloafing yang dimiliki.
Title: Hubungan Antara Employee Engagement dan Perilaku Cyberloafing pada Karyawan Generasi Y dan Z
Description:
Abstract.
This study aims to examine the relationship between employee engagement and cyberloafing behavior among Generation Y and Z employees in Bandung City.
The theoretical concepts used are the theory by Shuck et al.
(2014) to explain the concept of employee engagement and Blau et al.
(2006) to explain the concept of cyberloafing.
The research employed a non-experimental quantitative method in the form of a cross-sectional survey study with a total of 233 respondents.
The measuring instruments used in this study were The Employee Engagement Scale (EES) developed by Shuck et al.
(2016), which was adapted into Indonesian by Astari et al.
(2022), and a cyberloafing measuring instrument constructed by the researchers based on Blau et al.
’s (2006) theory.
The data analysis technique used was Spearman Rank correlation test analysis.
The result of this study revealed a negative relationship between employee engagement and cyberloafing behavior among Generation Y and Z employees in Bandung City (rs = -0.
341).
This indicates that the higher the level of employee engagement among Generation Y and Z employees, the lower their level of cyberloafing behavior.
Abstrak.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kekuatan hubungan employee engagement dengan perilaku cyberloafing pada karyawan generasi Y dan Z di Kota Bandung.
Konsep teori yang digunakan yakni teori Shuck et al.
(2014) untuk menjelaskan konsep employee engagement dan teori Blau et al.
(2006) untuk menjelaskan konsep cyberloafing.
Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif non eksperimental berupa studi survei cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 233 orang.
Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Employee Engagement Scale (EES) milik Shuck et al.
(2016) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Astari et al.
(2022) dan alat ukur cyberloafing yang dikonstruksi oleh peneliti berdasarkan teori Blau et al.
(2006).
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji korelasi Spearman Rank.
Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang negatif di antara employee engagement dan perilaku cyberloafing pada karyawan generasi Y dan Z di Kota Bandung (rs = -0.
341).
Hal ini berarti semakin tinggi tingkat employee engagement karyawan generasi Y dan Z, maka semakin rendah tingkat cyberloafing yang dimiliki.

Related Results

Pengaruh Self-Control terhadap Perilaku Cyberloafing pada Karyawan Generasi Z di Perusahaan Startup Digital
Pengaruh Self-Control terhadap Perilaku Cyberloafing pada Karyawan Generasi Z di Perusahaan Startup Digital
Abstract. Misuse of technological facilities and access to the internet provided by companies with the aim of making employees' work easier also tends to be misused by employees on...
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): PERILAKU CYBERLOAFING KARYAWAN
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): PERILAKU CYBERLOAFING KARYAWAN
Abstrak Penelitian ini mengkaji perilaku cyberloafing karyawan dalam perspektif teori psikologis kognitif Albert Bandura. Perilaku cyberloafing merupakan tantangan nyata dalam orga...
Hubungan Stres Akademik dengan Perilaku Cyberloafing pada Mahasiswa
Hubungan Stres Akademik dengan Perilaku Cyberloafing pada Mahasiswa
Abstract. This research aims to determine the relationship between academic stress and cyberloafing behavior among students in the city of Bandung. This research uses a cross-secti...
Anteseden Cyberloafing pada Karyawan Perusahaan Start-up
Anteseden Cyberloafing pada Karyawan Perusahaan Start-up
Bentuk withdrawal yang banyak terjadi di tempat kerja yaitu cyberloafing. Cyberloafing adalah penggunaan akses internet, email, dan pesan instan untuk kesenangan pribadi karyawan d...
Exploring the social transmission of cyberloafing at hotels via sanction certainty
Exploring the social transmission of cyberloafing at hotels via sanction certainty
This study leverages the transactional theory of stress to examine the social transmission of cyberloafing within the workplace, specifically in the context of five-star luxury hot...
Pengaruh Stres Akademik terhadap Perilaku Cyberloafing pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung
Pengaruh Stres Akademik terhadap Perilaku Cyberloafing pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung
Abstract. Yang, Chen, A, & Chen, Y. stated that the Covid-19 pandemic caused students to experience several new stressors which influenced the level of stress experienced by st...
Online Disinhibition dan Cyberloafing pada Pekerja
Online Disinhibition dan Cyberloafing pada Pekerja
Cyberloafing atau perilaku pekerja yang melakukan aktivitas daring di luar pekerjaannya pada saat jam kerja sudah menjadi hal yang umum selama 20 tahun terakhir, dan sulit untuk di...
Hubungan Antara Loneliness dengan Cyberloafing
Hubungan Antara Loneliness dengan Cyberloafing
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan perilaku cyberloafing pada karyawan PT ENVILAB di Kota Gresik. Loneliness dipahami sebagai perasaan kese...

Back to Top