Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Awal Pengukuran Daisy Chaining Detektor Ionisasi pada Berkas Foton 6 MV Flattening Filter Free Lapangan Kecil

View through CrossRef
Salah satu alternatif untuk melakukan kalibrasi detektor ionisasi kecil pada lapangan radiasi kecil adalah dengan melakukan pengukuran daisy chaining. Makalah ini menguraikan pengukuran daisy chaining detektor ionisasi kecil pada berkas foton 6 MV flattening filter free lapangan radiasi kecil. Langkah pertama pengukuran daisy chaining adalah melakukan kalibrasi detektor ionisasi medium 0,13 cm3 terhadap detektor ionisasi standar 0,6 cm3 pada lapangan radiasi 10 cm × 10 cm. Setelah mendapatkan faktor kalibrasi dosis serap air (ND,W) dari detektor ionisasi medium, langkah berikutnya adalah menggunakan ND,W tersebut untuk mengalibrasi silang detektor ionisasi mikro 0,016 cm3 pada lapangan 5 cm × 5 cm. ND,W hasil kalibrasi tersebut dapat digunakan untuk pengukuran di lapangan radiasi kurang dari 5 cm × 5 cm. Penentuan laju dosis serap air dilakukan di lapangan 3 cm × 3 cm dan 2 cm × 2 cm. Verifikasi dilakukan dengan membandingkan hasil penentuan laju dosis serap air menggunakan ND,W hasil pengukuran daisy chaining, pengukuran langsung menggunakan ND,W detektor ionisasi tanpa pengukuran daisy chaining dan hasil perhitungan dari treatment planning system (TPS). Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan antara pengukuran daisy chaining, pengukuran langsung, dan hasil perhitungan TPS. Perbedaan masih dalam rentang kurang dari 3%.
Title: Studi Awal Pengukuran Daisy Chaining Detektor Ionisasi pada Berkas Foton 6 MV Flattening Filter Free Lapangan Kecil
Description:
Salah satu alternatif untuk melakukan kalibrasi detektor ionisasi kecil pada lapangan radiasi kecil adalah dengan melakukan pengukuran daisy chaining.
Makalah ini menguraikan pengukuran daisy chaining detektor ionisasi kecil pada berkas foton 6 MV flattening filter free lapangan radiasi kecil.
Langkah pertama pengukuran daisy chaining adalah melakukan kalibrasi detektor ionisasi medium 0,13 cm3 terhadap detektor ionisasi standar 0,6 cm3 pada lapangan radiasi 10 cm × 10 cm.
Setelah mendapatkan faktor kalibrasi dosis serap air (ND,W) dari detektor ionisasi medium, langkah berikutnya adalah menggunakan ND,W tersebut untuk mengalibrasi silang detektor ionisasi mikro 0,016 cm3 pada lapangan 5 cm × 5 cm.
ND,W hasil kalibrasi tersebut dapat digunakan untuk pengukuran di lapangan radiasi kurang dari 5 cm × 5 cm.
Penentuan laju dosis serap air dilakukan di lapangan 3 cm × 3 cm dan 2 cm × 2 cm.
Verifikasi dilakukan dengan membandingkan hasil penentuan laju dosis serap air menggunakan ND,W hasil pengukuran daisy chaining, pengukuran langsung menggunakan ND,W detektor ionisasi tanpa pengukuran daisy chaining dan hasil perhitungan dari treatment planning system (TPS).
Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perbedaan antara pengukuran daisy chaining, pengukuran langsung, dan hasil perhitungan TPS.
Perbedaan masih dalam rentang kurang dari 3%.

Related Results

Analisis Efisiensi Deteksi Partikel Alfa Dengan Partikel Gamma Pada Perangkat Geiger Muller
Analisis Efisiensi Deteksi Partikel Alfa Dengan Partikel Gamma Pada Perangkat Geiger Muller
Detektor Geiger Muller (GM) adalah alat penting dalam pengukuran radiasi, tetapi efisiensinya dalam mendeteksi sinar alfa dibandingkan gamma masih belum sepenuhnya dipahami, teruta...
PENENTUAN TEGANGAN OPERASIONAL PADA DETEKTOR GEIGER MULLER DENGAN PERBEDAAN JARI-JARI WINDOW DETEKTOR
PENENTUAN TEGANGAN OPERASIONAL PADA DETEKTOR GEIGER MULLER DENGAN PERBEDAAN JARI-JARI WINDOW DETEKTOR
Telah dilakukan penentuan nilai tegangan operasional detektor isian gas Geiger Muller dengan perbedaan jari-jari windownya. Tegangan operasional didapatkan dengan melakukan pencaca...
Analisis Unsur Manajemen Penyebab Terjadinya Misfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Puskesmas Nguter
Analisis Unsur Manajemen Penyebab Terjadinya Misfile Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Di Puskesmas Nguter
Misfile merupakan berkas rekam medis yang hilang dan salah letak pada rak penyimpanan berkas rekam medis di ruang filing. Berkas rekam medis dikatakan salah letak atau hilang (misf...
Analisis Kualitas Berkas Radiasi LINAC Untuk Effektivitas Radioterapi
Analisis Kualitas Berkas Radiasi LINAC Untuk Effektivitas Radioterapi
AbstrakKanker merupakan salah satu menyebabkan kematian tinggi di dunia. Salah satu metode untuk terapi kanker adalah radioterapi menggunakan sinar-X. Sinar-X dipercepat dan diarah...
Studi Penggunaan Detektor Gelembung Sebagai Dosimeter Dan Detektor Kekritisan
Studi Penggunaan Detektor Gelembung Sebagai Dosimeter Dan Detektor Kekritisan
Suatu studi terhadap detektor gelembung untuk digunakan sebagai dosimeter dan detektor kekritisan nuklir telah dilakukan. Metoda studi adalah dengan cara menginvestigasi karakteris...
Review Kelengkapan Berkas Rekam Medis Rawat Inap Secara Retrospective di Rumah Sakit Panti Rini
Review Kelengkapan Berkas Rekam Medis Rawat Inap Secara Retrospective di Rumah Sakit Panti Rini
Ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis dapat mengakibatkan informasi riwayat pasien menjadi sulit diidentifikasi. Tujuan penelitian yaitu mereviu kelengkapan berkas rekam me...
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Triwulan I Di Rumah Sakit Bunda Palembang Tahun 2022
Tinjauan Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Jalan Triwulan I Di Rumah Sakit Bunda Palembang Tahun 2022
Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Tujua...
Analisis Penyebab Pending Berkas RJ RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta
Analisis Penyebab Pending Berkas RJ RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta
 Abstrak — Latar belakang: RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta adalah rumah sakit bertipe C yangsudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Ada beberapa berkas yang menyebakan ...

Back to Top