Javascript must be enabled to continue!
Deskripsi Penggunaan Bahasa dalam Iklan Politik pada PILEG 2019 di Kabupaten Sumbawa
View through CrossRef
Bahasa yang digunakan dalam politik khususnya saat-saat ingin menarik simpati masyarakat memiliki ciri-ciri tertentu. Komunikasi politik tidak bisa dilepaskan dari penggunaan bahasa yang mengarah pada penyampaian pesan, himbauan, harapan, permintaan, dan keinginan untuk mempengaruhi. Dalam menjalankan fungsinya sebagai alat komunikasi dalam bahasa politik, bahasa dikemas dengan menggunakan lambang-lambang atau pesan-pesan yang dapat mewakili ide atau pikiran para penuturnya. Penelitian ini dilakukan sebagai uapaya mengetahui bagaimana bahasa digunakan dalam iklan politik di Kabupaten Sumbawa Besar pada pemilihan umum legislatif 2019 lalu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Selanjutnya data dalam penelitian ini berupa data kebahasaan dari spanduk iklan, dan masyarakat sebagai sumber data. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pemakaian bahasa dalam spanduk iklan politik di sumbawa besar berkisar pada level kosa kata, kosa kata yang diperjuangkan, kosa kata yang memarjinalkan orang lain, kosa kata bernuansa kedaerahan, metafora yang berdaya gugah, informatif dan persuasif, relasi makna, dan melalui pronomina. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan bahasa pada iklan politik pada PILEG 2019 di kabupaten sumbawa bersifat menggugah, informatif dan persuasif. Menggugah maksudnya adalah bahasa yang digunakan sangat mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian lebih kepada masyarakat mengenai PILEG saat itu. Sedangkan informatif bahasa yang digunakan tidak bertele-tele membuat masyarakat mengerti dengan menggunakan bahasa-bahasa politik. Serta persuasif bahasa yang digunakan sifatnya mengajak dan menghimbau untuk memilih para calon saat PILEG.
Title: Deskripsi Penggunaan Bahasa dalam Iklan Politik pada PILEG 2019 di Kabupaten Sumbawa
Description:
Bahasa yang digunakan dalam politik khususnya saat-saat ingin menarik simpati masyarakat memiliki ciri-ciri tertentu.
Komunikasi politik tidak bisa dilepaskan dari penggunaan bahasa yang mengarah pada penyampaian pesan, himbauan, harapan, permintaan, dan keinginan untuk mempengaruhi.
Dalam menjalankan fungsinya sebagai alat komunikasi dalam bahasa politik, bahasa dikemas dengan menggunakan lambang-lambang atau pesan-pesan yang dapat mewakili ide atau pikiran para penuturnya.
Penelitian ini dilakukan sebagai uapaya mengetahui bagaimana bahasa digunakan dalam iklan politik di Kabupaten Sumbawa Besar pada pemilihan umum legislatif 2019 lalu.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Selanjutnya data dalam penelitian ini berupa data kebahasaan dari spanduk iklan, dan masyarakat sebagai sumber data.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pemakaian bahasa dalam spanduk iklan politik di sumbawa besar berkisar pada level kosa kata, kosa kata yang diperjuangkan, kosa kata yang memarjinalkan orang lain, kosa kata bernuansa kedaerahan, metafora yang berdaya gugah, informatif dan persuasif, relasi makna, dan melalui pronomina.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan bahasa pada iklan politik pada PILEG 2019 di kabupaten sumbawa bersifat menggugah, informatif dan persuasif.
Menggugah maksudnya adalah bahasa yang digunakan sangat mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian lebih kepada masyarakat mengenai PILEG saat itu.
Sedangkan informatif bahasa yang digunakan tidak bertele-tele membuat masyarakat mengerti dengan menggunakan bahasa-bahasa politik.
Serta persuasif bahasa yang digunakan sifatnya mengajak dan menghimbau untuk memilih para calon saat PILEG.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
MEME POLITIK DI MATA PEMILIH MUDA SUMBAWA
MEME POLITIK DI MATA PEMILIH MUDA SUMBAWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan pemilih muda terhadap kampanye politikmenggunakan Meme. Meme dalam kampanye politik praktis tergolong dalam kampanye kreatif da...
PEMBELAJARAN NILAI AL ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN DI TK ABA PANTO DAENG SUMBAWA BESAR DAN TK ABA TALIWANG SUMBAWA BARAT
PEMBELAJARAN NILAI AL ISLAM KEMUHAMMADIYAHAN DI TK ABA PANTO DAENG SUMBAWA BESAR DAN TK ABA TALIWANG SUMBAWA BARAT
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai pembelajaran, materi, strategi dan model pembelajarannya Al Islam dan Kemuhammadiyahan di TK ABA Panto ...
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK DALAM PENCITRAAN PARTAI POLITIK DAN CALON LEGISLATIF PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 Di KABUPATEN BANYUWANGI
Pembentukan citra partai dalam kajian ini diambil pada studi kasus penelitian Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh Partai dan calon legislatif dalam menjelang kontestas...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
Penggunaan Bahasa Sunda Pada Pembelajaran Bahasa Inggris
ABSTRAK Bahasa Sunda merupakan bahasa pertama masyarakat Jawa Barat dan tidak sedikit orang yang menggunakan bahasa sunda diberbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam pendidikan...
Bahasa Iklan Dengan Teknik Copywriting AIDA di habiskerja.com
Bahasa Iklan Dengan Teknik Copywriting AIDA di habiskerja.com
Pemasaran yang baik tidak terlepas dari strategi periklanan. Iklan digunakan untuk memasarkan produk atau jasa agar menarik minat beli calon pelanggan. Bahasa iklan yang baik mampu...
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
PEMETAAN LANSKAP LINGUISTIK DI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
Lanskap Linguistik ( LL) merujuk pada objek penggunaan bahasa di ruang publik. Menurut Landry and Bourhis (1997) yang termasuk dalam LL adalah bahasa di ruang-ruang publik seperti ...

