Javascript must be enabled to continue!
Bioremediasi Lingkungan Tercemar Klorpirifos
View through CrossRef
Insektisida merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian karena dapat membasmi serangga yang dapat menurunkan produktivitas hasil pertanian. Salah satu jenis insektisida yang sering digunakan adalah klorpirifos, yaitu insektisida organofosfat dengan rumus molekul C9H11Cl3NO3PS. Meluasnya penggunaan klorpirifos ini berbahaya bagi lingkungan karena dapat mencemari tanah pertanian, air tanah, bahkan badan air dan juga beracun bagi mamalia, oleh karena itu penting untuk menghilangkannya dari lingkungan. Beberapa metode untuk menanggulangi residu klorpirifos di lingkungan telah dilakukan, yaitu menggunakan metode fisika kimia. Namun, metode ini kurang efektif karena memerlukan biaya besar dan memungkinkan timbulnya pencemar sekunder. Karena metode fisika kimia kurang efektif, maka alternatif lain adalah dengan menggunakan pendekatan secara biologi, salah satunya adalah bioremediasi. Bioremediasi menjadi alternatif pilihan untuk menanggulangi residu klorpirifos di lingkungan karena memanfaatkan aktivitas enzimatis mikroba seperti bakteri, fungi, dan alga untuk mendegradasi klorpirifos, sehingga bersifat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran sekunder. Dalam karya tulis ilmiah ini mencoba menyajikan informasi mengenai keunggulan bioremediasi dan potensi beberapa jenis mikroba dalam mendegradasi klorpirifos di lingkungan. Dengan demikian, tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah untuk memberikan informasi mengenai teknologi bioremediasi untuk menyisihkan klorpirifos dari lingkungan.
Title: Bioremediasi Lingkungan Tercemar Klorpirifos
Description:
Insektisida merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian karena dapat membasmi serangga yang dapat menurunkan produktivitas hasil pertanian.
Salah satu jenis insektisida yang sering digunakan adalah klorpirifos, yaitu insektisida organofosfat dengan rumus molekul C9H11Cl3NO3PS.
Meluasnya penggunaan klorpirifos ini berbahaya bagi lingkungan karena dapat mencemari tanah pertanian, air tanah, bahkan badan air dan juga beracun bagi mamalia, oleh karena itu penting untuk menghilangkannya dari lingkungan.
Beberapa metode untuk menanggulangi residu klorpirifos di lingkungan telah dilakukan, yaitu menggunakan metode fisika kimia.
Namun, metode ini kurang efektif karena memerlukan biaya besar dan memungkinkan timbulnya pencemar sekunder.
Karena metode fisika kimia kurang efektif, maka alternatif lain adalah dengan menggunakan pendekatan secara biologi, salah satunya adalah bioremediasi.
Bioremediasi menjadi alternatif pilihan untuk menanggulangi residu klorpirifos di lingkungan karena memanfaatkan aktivitas enzimatis mikroba seperti bakteri, fungi, dan alga untuk mendegradasi klorpirifos, sehingga bersifat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran sekunder.
Dalam karya tulis ilmiah ini mencoba menyajikan informasi mengenai keunggulan bioremediasi dan potensi beberapa jenis mikroba dalam mendegradasi klorpirifos di lingkungan.
Dengan demikian, tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah untuk memberikan informasi mengenai teknologi bioremediasi untuk menyisihkan klorpirifos dari lingkungan.
Related Results
MENGGUNAKAN MIKROALGA UNTUK MEREMEDIASI AIR TERCEMAR KLORPIRIFOS
MENGGUNAKAN MIKROALGA UNTUK MEREMEDIASI AIR TERCEMAR KLORPIRIFOS
Karya ilmiah ini bertujuan untuk membahas mengenai remediasi air tercemar pestisida jenis klorpirifos dengan menggunakan mikroalga. Indonesia telah mengalami penurunan kualitas air...
BIOREMEDIASI: Artikel review
BIOREMEDIASI: Artikel review
Bioremediasi adalah proses pengolahan tanah yang tercemar dengan menggunakan mikroorganisme. Tujuan untuk mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang tidak berbahaya (karbon dioks...
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP RESIDU INSEKTISIDA KLORPIRIFOS PADA BUAH ANGGUR (VITIS VINIFERA L.)
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP RESIDU INSEKTISIDA KLORPIRIFOS PADA BUAH ANGGUR (VITIS VINIFERA L.)
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP RESIDU INSEKTISIDA KLORPIRIFOS PADA BUAH ANGGUR(Vitis vinifera L.). Telah dilakukan penelitian secara simulasi untuk mengetahui kandungan ins...
Pengaruh Elektrolit Terhadap Sinyal Pada Sensor Pestisida
Pengaruh Elektrolit Terhadap Sinyal Pada Sensor Pestisida
Telah diteliti pengaruh elektrolit terhadap sinyal sensor pestisida menggunakan sensor diazinon dan sensor klorpirifos. Sensor menggunakan reseptor molecularly imprinted polymer (M...
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN METODE BIOREMEDIASI DI KAWASAN WISATA
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN METODE BIOREMEDIASI DI KAWASAN WISATA
Limbah cair domestik di kawasan wisata sering menjadi permasalahan lingkungan akibat tingginya aktivitas wisatawan. Pengolahan limbah yang tidak efektif dapat mencemari sumber air ...
Green Human Resource Management, Green Human Capital, Green Innovation, dan Perceived Organizational Support Terhadap Environmental Performance
Green Human Resource Management, Green Human Capital, Green Innovation, dan Perceived Organizational Support Terhadap Environmental Performance
Tujuan. Lingkungan kinerja yang ramah lingkungan memiliki kegiatan aktivitas yang tetap menjaga kelestarian lingkungan. Kelestarian lingkungan dapat terlaksana jika perusahaan mamp...
Perubahan Histologi Otak Mencit (Mus musculus) Akibat Efek Neurotoksik Paparan Subletal Insektisida Organofosfat Klorpirifos
Perubahan Histologi Otak Mencit (Mus musculus) Akibat Efek Neurotoksik Paparan Subletal Insektisida Organofosfat Klorpirifos
karena efektivitasnya tinggi terhadap hama, namun bersifat neurotoksik yang bekerja dengan menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE) menyebabkan penumpukan asetilkolin, peningkat...
Hubungan antara Pengetahuan Lingkungan dan Sikap Peduli Lingkungan pada Mahasiswa Tadris IPA
Hubungan antara Pengetahuan Lingkungan dan Sikap Peduli Lingkungan pada Mahasiswa Tadris IPA
Mahasiswa Tadris IPA sudah mempelajari konsep pengetahuan lingkungan, namun sikap yang merekamunculkan belum memperlihatkan adanya perubahan perilaku seperti yang diharapkan dalam ...

