Javascript must be enabled to continue!
Model Pengembangan Akomodasi Berkelanjutan pada Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Lantebung
View through CrossRef
Pengembangan ekonomi kreatif di Kota Parepare menghadapi tantangan dalam tata kelola kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi awal tata kelola kolaboratif, memetakan peran dan tanggung jawab pemangku kepentingan, serta mengidentifikasi tantangan dan kemajuan dalam sektor ekonomi kreatif di kota ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. Data dikumpulkan dari 15 informan, termasuk pemerintah, pengusaha, komunitas, dan akademisi, selama periode dari 23 Juni hingga 5 Juli 2024. Lokasi penelitian meliputi berbagai titik di Kota Parepare yang terkait dengan ekonomi kreatif dan pariwisata. Studi ini menemukan bahwa meskipun pemerintah telah menunjukkan komitmen melalui pelatihan dan bimbingan teknis, tantangan dalam koordinasi dan ketidakpastian kebijakan masih menghambat kemajuan. Pertumbuhan UMKM yang positif dan upaya kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan menunjukkan potensi, namun sinergi yang lebih baik diperlukan untuk meningkatkan efektivitas strategi pengembangan. Untuk meningkatkan tata kelola kolaboratif dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, Kota Parepare perlu memperbaiki koordinasi antar pemangku kepentingan dan menyusun kebijakan yang lebih terarah. Kolaborasi yang harmonis dan dukungan berkelanjutan akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Parepare.
Universitas Sebelas Maret
Title: Model Pengembangan Akomodasi Berkelanjutan pada Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Lantebung
Description:
Pengembangan ekonomi kreatif di Kota Parepare menghadapi tantangan dalam tata kelola kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi awal tata kelola kolaboratif, memetakan peran dan tanggung jawab pemangku kepentingan, serta mengidentifikasi tantangan dan kemajuan dalam sektor ekonomi kreatif di kota ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi.
Data dikumpulkan dari 15 informan, termasuk pemerintah, pengusaha, komunitas, dan akademisi, selama periode dari 23 Juni hingga 5 Juli 2024.
Lokasi penelitian meliputi berbagai titik di Kota Parepare yang terkait dengan ekonomi kreatif dan pariwisata.
Studi ini menemukan bahwa meskipun pemerintah telah menunjukkan komitmen melalui pelatihan dan bimbingan teknis, tantangan dalam koordinasi dan ketidakpastian kebijakan masih menghambat kemajuan.
Pertumbuhan UMKM yang positif dan upaya kolaboratif antara berbagai pemangku kepentingan menunjukkan potensi, namun sinergi yang lebih baik diperlukan untuk meningkatkan efektivitas strategi pengembangan.
Untuk meningkatkan tata kelola kolaboratif dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, Kota Parepare perlu memperbaiki koordinasi antar pemangku kepentingan dan menyusun kebijakan yang lebih terarah.
Kolaborasi yang harmonis dan dukungan berkelanjutan akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Parepare.
Related Results
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
Analisis Kelayakan Potensi Ekowisata Bukit Gatan Pada Hutan Desa Sukorejo Kabupaten Musi Rawas
Analisis Kelayakan Potensi Ekowisata Bukit Gatan Pada Hutan Desa Sukorejo Kabupaten Musi Rawas
ABSTRACT
Ecotourism is a type of responsible natural tourism development in unspoiled areas or naturally managed areas where the goal, apart from enjoying natural beauty, also invo...
Pembibitan dan Restorasi Mangrove di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Pembibitan dan Restorasi Mangrove di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
Rusaknya hutan mangrove memberikan dampak negatif terhadap nelayan Desa lubuk Kertang karena mengakibatkan biota laut semakin menurun dan ekosistem mangrove semakin menghilang. Seb...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGEMBANGAN FASILITAS KONSERVASI BERBASIS EKOWISATA PADA KAWASAN HUTAN MANGROVE DI LINGKUNGAN BANJAR BUALU, KELURAHAN BENOA
PENGEMBANGAN FASILITAS KONSERVASI BERBASIS EKOWISATA PADA KAWASAN HUTAN MANGROVE DI LINGKUNGAN BANJAR BUALU, KELURAHAN BENOA
Kelompok Nelayan Wana Segara Alaslinggah (KNWSA) ini terletak di dalam lingkungan Banjar Bualu, Kelurahan Benoa Kecamatan Kuta Selatan. Kegiatan yang dilakukan mitra antara lain: p...
Potensi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Desa Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Potensi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Desa Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Mangrove merupakan lingkungan hutan tropis yang memiliki kualitas yang unik karena terjadi di antara sistem biologi darat dan laut. Mangrove melengkapi kemampuan dan keunggulannya ...
Potensi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Desa Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Potensi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Desa Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat
Mangrove merupakan lingkungan hutan tropis yang memiliki kualitas yang unik karena terjadi di antara sistem biologi darat dan laut. Mangrove melengkapi kemampuan dan keunggulannya ...
Peran Stakeholder terhadap Pengembangan Destinasi Ekowisata Mangrove Siak
Peran Stakeholder terhadap Pengembangan Destinasi Ekowisata Mangrove Siak
Siak Sri Indrapura merupakan salah satu Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) di Provinsi Riau berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) T...

