Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) DENGAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA USIA 6-12 BULAN

View through CrossRef
Angka peristiwa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Indonesia tercatat kurang lebih 6 juta kasus pada bayi sehingga menempati urutan ke-6 dunia. WHO mencatatkan insiden ISPA pada negara berkembang kelahiran hidup bayi 15-20% dengan kematian 40/1000 pertahun pada bayi. Tujuan: untuk mengetahui korelasi pemberian air susu ibu (ASI) dengan angka kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada bayi usia 6-12 bulan. Metode: menggunakan observasional analitik dengan metode cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian yaitu semua bayi yang mengalami ISPA di Puskesmas Balangnipa pada bulan januari hingga september tahun 2021 dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi dengan jumlah sampel yaitu 88 sampel. Sampel diambil sesuai data primer menggunakan kuisioner dan data sekunder yang diambil dari rekam medis kemudian dianalisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p-value ialah 0,000 (P<0,05) pada taraf kemaknaan sebesar 5% (α=0,05). Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terhadap bayi.
Title: HUBUNGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) DENGAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA USIA 6-12 BULAN
Description:
Angka peristiwa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Indonesia tercatat kurang lebih 6 juta kasus pada bayi sehingga menempati urutan ke-6 dunia.
WHO mencatatkan insiden ISPA pada negara berkembang kelahiran hidup bayi 15-20% dengan kematian 40/1000 pertahun pada bayi.
Tujuan: untuk mengetahui korelasi pemberian air susu ibu (ASI) dengan angka kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada bayi usia 6-12 bulan.
Metode: menggunakan observasional analitik dengan metode cross sectional.
Sampel yang digunakan pada penelitian yaitu semua bayi yang mengalami ISPA di Puskesmas Balangnipa pada bulan januari hingga september tahun 2021 dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi dengan jumlah sampel yaitu 88 sampel.
Sampel diambil sesuai data primer menggunakan kuisioner dan data sekunder yang diambil dari rekam medis kemudian dianalisa menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p-value ialah 0,000 (P<0,05) pada taraf kemaknaan sebesar 5% (α=0,05).
Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terhadap bayi.

Related Results

INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG
Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya...
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Status Gizi dengan Kejadian Balita ISPA
Abstract. ISPA is still the cause of the highest mortality rate in children. According to WHO, worldwide the death rate of ISPA in toddlers is around ±13 million per year. Accordin...
Pengaruh Inhalasi Pepermint terhadap ISPA pada Balita
Pengaruh Inhalasi Pepermint terhadap ISPA pada Balita
ARI (Acute Respiratory Tract Infection) is an acute infectious disease that can attack one or more of the respiratory tract. ARI that are commonly felt in children are coughing, sh...
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan
Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur.  Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status pen...
Perbedaan Asupan Protein, Vitamin A, dan Seng Pada Balita ISPA dan Non-ISPA Di Wilayah Puskesmas Simomulyo Surabaya
Perbedaan Asupan Protein, Vitamin A, dan Seng Pada Balita ISPA dan Non-ISPA Di Wilayah Puskesmas Simomulyo Surabaya
Fase balita dapat dikatakan sebagai fase yang sangat penting karena merupakan fase tumbuh kembang. Pengoptimalan zat gizi pada fase balita bertujuan untuk mencegah penyakit salah s...
Hubungan Ketepatan Penggunaan Antibiotik dengan Lama Rawat dan Luaran pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan
Hubungan Ketepatan Penggunaan Antibiotik dengan Lama Rawat dan Luaran pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan
Infeksi saluran pernapasan adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam saluran pernapasan dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala. Infeksi saluran pernapasan yang te...
Hubungan Pekerjaan dengan Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
Hubungan Pekerjaan dengan Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
Latar belakang : ASI Eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi tanpa makananan dan minuman pendamping(termasuk air jeruk,madu,air gula)yang dimulai sejak bayi baru lahir sampai de...

Back to Top