Javascript must be enabled to continue!
REPRESENTASI METODE DAN MODEL KOMUNIKASI MATEMATIS DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
View through CrossRef
Komunikasi matematis merupakan kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan ide-ide matematika menggunakan simbol, notasi, dan bahasa yang tidak terikat pada objek fisik atau situasi konkret. Pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan hambatan pendengaran, penglihatan, dan intelektual, tantangan dalam menguasai abstrak komunikasi matematis sangat beragam dan memerlukan pendekatan yang disesuaikan. Penelitian ini dilakukan di SLBN Randublatung Blora. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, Metode komunikasi matematis pada ABK hambatan intelektual (Tuna Grahita) yaitu berkonsep pada prasyarat yang mendasar. Dalam metode ini harus sangat mengedepankan perihal konkrit, sensori dan berulang. Kedua, Metode komunikasi matemtis pada ABK hambatan penglihatan (Tuna Netra) yaitu menggunakan komunikasi berbasis alat bantu adaptif. Penggunaan alat bantu khusus sangat penting untuk memfasilitasi pemahaman matematis. berpusat pada pendekatan multisensori dan konsep kongkrit. Pembelajaran ini didasarkan pada sentuhan, pendengaran dan pemahaman spasial. Ketiga, Metode komunikasi matematis pada ABK hambatan Pendengaran (Tuna Rungu) harus didasarkan pada visual, bahasa isyarat dan pengalaman praktis. Pertama, Model komunikasi matematinya pada ABK hambatan intelektual (Tuna Grahita) yaitu menggunakan konsep prasyarat yang paling mendasar yaitu: pengenalan kuantitas, sensori dan kuantitas serta rutinitas dan urutan. Kedua, Model komunikasi matematis pada ABK hambatan penglihatan (Tuna Netra) yaitu metode berfokus dari pengalaman langsung dan adaptasi alat bantu. Kemudian menggunakan 3 model fase, yaitu fase Taktil (Kongkret), fase Auditori (Lisan) dan fase Simbolis (Abstrak). Ketiga, Model komunikasi matematis pada ABK hambatan pendengaran (Tuna Rungu) Peneliti menggunakan model komunikasi visual kongkrit simbolis yang diadopsi dari pengajaran matematika bagi anak dengar dan dimodifikasi dalam bentuk visual dan pengalaman langsung.Terdapat 3 model fase yaitu, fase konkrit praktis, fase semi konkrit visual dan fase simbolis abstak.
Universitas Cokroaminoto Palopo
Title: REPRESENTASI METODE DAN MODEL KOMUNIKASI MATEMATIS DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Description:
Komunikasi matematis merupakan kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan ide-ide matematika menggunakan simbol, notasi, dan bahasa yang tidak terikat pada objek fisik atau situasi konkret.
Pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan hambatan pendengaran, penglihatan, dan intelektual, tantangan dalam menguasai abstrak komunikasi matematis sangat beragam dan memerlukan pendekatan yang disesuaikan.
Penelitian ini dilakukan di SLBN Randublatung Blora.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut.
Pertama, Metode komunikasi matematis pada ABK hambatan intelektual (Tuna Grahita) yaitu berkonsep pada prasyarat yang mendasar.
Dalam metode ini harus sangat mengedepankan perihal konkrit, sensori dan berulang.
Kedua, Metode komunikasi matemtis pada ABK hambatan penglihatan (Tuna Netra) yaitu menggunakan komunikasi berbasis alat bantu adaptif.
Penggunaan alat bantu khusus sangat penting untuk memfasilitasi pemahaman matematis.
berpusat pada pendekatan multisensori dan konsep kongkrit.
Pembelajaran ini didasarkan pada sentuhan, pendengaran dan pemahaman spasial.
Ketiga, Metode komunikasi matematis pada ABK hambatan Pendengaran (Tuna Rungu) harus didasarkan pada visual, bahasa isyarat dan pengalaman praktis.
Pertama, Model komunikasi matematinya pada ABK hambatan intelektual (Tuna Grahita) yaitu menggunakan konsep prasyarat yang paling mendasar yaitu: pengenalan kuantitas, sensori dan kuantitas serta rutinitas dan urutan.
Kedua, Model komunikasi matematis pada ABK hambatan penglihatan (Tuna Netra) yaitu metode berfokus dari pengalaman langsung dan adaptasi alat bantu.
Kemudian menggunakan 3 model fase, yaitu fase Taktil (Kongkret), fase Auditori (Lisan) dan fase Simbolis (Abstrak).
Ketiga, Model komunikasi matematis pada ABK hambatan pendengaran (Tuna Rungu) Peneliti menggunakan model komunikasi visual kongkrit simbolis yang diadopsi dari pengajaran matematika bagi anak dengar dan dimodifikasi dalam bentuk visual dan pengalaman langsung.
Terdapat 3 model fase yaitu, fase konkrit praktis, fase semi konkrit visual dan fase simbolis abstak.
.
Related Results
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Penelitian ini mendeskripsikan latar belakang pelaksanaan, implementasi pembelajaran, kendala yang dihadapi serta solusinya. Jenis pnelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpula...
KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan berbagai perbedaan dengan anak-anak pada umumnya. Istilah anak-anak dengan kebutuhan khusus t...
Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pencapaian Aspek Kemampuan Representasi dan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VI SD Negeri 118296 Beringin Jaya Pinang Damai
Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pencapaian Aspek Kemampuan Representasi dan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VI SD Negeri 118296 Beringin Jaya Pinang Damai
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat efektifitas penerapan model pembelajaran berbasis proyek dalam pencapaian aspek kemampuan representasi dan komunikasi matematis s...
Pendidikan Inklusif dan Peningkatan Partisipasi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus
Pendidikan Inklusif dan Peningkatan Partisipasi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus
Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui analisis data. Perorehan data melalui wawancara, observasi, at...

