Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tradisi Andung dalam Masyarakat Batak Toba

View through CrossRef
Kematian adalah salah satu tahap yang tidak dapat dihindari dalam proses kehidupan manusia. Kematian menjadi salah satu bentuk penyadaran diri bahwa semua yang hidup didunia ini pasti mempunyai akhir hayat. Tahap ini tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Fase kematian tidak terlepas dari upacara kematian. Setiap suku di Indonesia pasti mempunyai ciri khas tersendiri dalam melakasanakan upacara kematian, begitu juga dengan suku batak toba. Menurut suku batak toba orang yang hidup dan yang mati masih memiliki keterikatan hubungan. Pada upacara kematian di suku  Batak Toba, ada satu peristiwa yang dikenal dengan istilah mangandung (meratapi). Mangandung berasal dari kata andung yang berarti ratap.. Andung  merupakan suatu bentuk seni suara yang tidak mempunyai lirik dan dilantunkan dengan kata-kata yang mengalir begitu saja dengan ritme tertentu dan biasanya dapat lantunkan berulang-ulang. Andung biasanya berbentuk ungkapan kesedihan, cerita tentang kebaikan-kebaikan orang yang sudah meninggal itu semasa hidupnya dan ratapan yang berisikan tentang rasa sayang keluarga atau pihak yang ditinggalkan oleh si jenazah. Andung sebagai sebuah tradisi lisan di suku Batak Toba sudah jarang ditemukan pada saat ini. Banyak yang menganggap Andung sebagai suatu tindakan berhala yang tidak mengenal agama dan menyangkal keberadaan Tuhan Yang Maha Kuasa.  Makalah ini bertujuan untuk mencari tahu makna Andung dan keberadaan Andung di sukut Batak Toba pada saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun data yang digunakan adalah bersumber dari teks, buku dan rekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Andung pada tradisi suku  Batak Toba sudah mulai punah dan jarang dipakai lagi dipengaruhi oleh agama dan budaya modern pada saat ini sehingga Andung sering ditiadakan dalam upacara kematian adat batak. Andung merupakan tradisi lisan suku Batak Toba yang bermakna dan seharusnya dapat diwariskan kepada generasi muda suku Batak Toba.
Title: Tradisi Andung dalam Masyarakat Batak Toba
Description:
Kematian adalah salah satu tahap yang tidak dapat dihindari dalam proses kehidupan manusia.
Kematian menjadi salah satu bentuk penyadaran diri bahwa semua yang hidup didunia ini pasti mempunyai akhir hayat.
Tahap ini tidak dapat dihindari oleh siapa pun.
Fase kematian tidak terlepas dari upacara kematian.
Setiap suku di Indonesia pasti mempunyai ciri khas tersendiri dalam melakasanakan upacara kematian, begitu juga dengan suku batak toba.
Menurut suku batak toba orang yang hidup dan yang mati masih memiliki keterikatan hubungan.
Pada upacara kematian di suku  Batak Toba, ada satu peristiwa yang dikenal dengan istilah mangandung (meratapi).
Mangandung berasal dari kata andung yang berarti ratap.
Andung  merupakan suatu bentuk seni suara yang tidak mempunyai lirik dan dilantunkan dengan kata-kata yang mengalir begitu saja dengan ritme tertentu dan biasanya dapat lantunkan berulang-ulang.
Andung biasanya berbentuk ungkapan kesedihan, cerita tentang kebaikan-kebaikan orang yang sudah meninggal itu semasa hidupnya dan ratapan yang berisikan tentang rasa sayang keluarga atau pihak yang ditinggalkan oleh si jenazah.
Andung sebagai sebuah tradisi lisan di suku Batak Toba sudah jarang ditemukan pada saat ini.
Banyak yang menganggap Andung sebagai suatu tindakan berhala yang tidak mengenal agama dan menyangkal keberadaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
 Makalah ini bertujuan untuk mencari tahu makna Andung dan keberadaan Andung di sukut Batak Toba pada saat ini.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.
Adapun data yang digunakan adalah bersumber dari teks, buku dan rekaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Andung pada tradisi suku  Batak Toba sudah mulai punah dan jarang dipakai lagi dipengaruhi oleh agama dan budaya modern pada saat ini sehingga Andung sering ditiadakan dalam upacara kematian adat batak.
Andung merupakan tradisi lisan suku Batak Toba yang bermakna dan seharusnya dapat diwariskan kepada generasi muda suku Batak Toba.

Related Results

Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Personal branding menjadi hal yang penting dalam diri untuk menciptakan citra diri yang positif dengan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Riset penelitian ini membahas men...
Analisis Makna Figuratif dan Pergeseran Fungsi Andung “Tangis Ni Tao Toba” dalam Upaya Melestarikan Tradisi Andung Batak Toba
Analisis Makna Figuratif dan Pergeseran Fungsi Andung “Tangis Ni Tao Toba” dalam Upaya Melestarikan Tradisi Andung Batak Toba
Penelitian tentang andung Batak Toba telah banyak dilakukan oleh peneliti dan akademisi yang tertarik dengan topik penelitian ini. Tetapi penelitian andung dari segi makna figurat...
KONFLIK TERSEMBUNYI MASYARAKAT BATAK TOBA ISLAM DENGAN BATAK TOBA KRISTEN DI PERUMNAS MANDALA KOTA MEDAN
KONFLIK TERSEMBUNYI MASYARAKAT BATAK TOBA ISLAM DENGAN BATAK TOBA KRISTEN DI PERUMNAS MANDALA KOTA MEDAN
The purpose of this research is to find out the hidden conflicts that occur between the Islamic Toba Batak community and Christian Toba Batak in Perumnas Mandala Medan City and to ...
Andung-Andung Ni Sordam
Andung-Andung Ni Sordam
Komposisi musik Andung-andung Ni Sordam merupakan komposisi yang terinspirasi dari instrumen musik tradisional dan kesenian tradisional Batak Simalungun yaitu Sordam dan Andung-and...
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Personal branding menjadi hal yang penting dalam diri untuk menciptakan citra diri yang positif dengan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Riset penelitian ini membahas men...
Relationship of Batak Karo, Batak Toba, And Nias Comparative Historical Linguistic Study
Relationship of Batak Karo, Batak Toba, And Nias Comparative Historical Linguistic Study
Batak language families such as Karo, Toba, Mandailing, Simalungun, and Angkola have dominant language users, especially Batak Karo and Batak Toba. In addition to the Batak languag...
Jakarta Toba Batak Subject Position in Toba Batak Mangongkal Holi Discourse: Laclau Discourse Analysis
Jakarta Toba Batak Subject Position in Toba Batak Mangongkal Holi Discourse: Laclau Discourse Analysis
A secondary burial practice known as Mangongkal Holi originated in the Toba Batak people. For hundreds of years, the Toba Batak tribe has incorporated this ceremony completely. Man...

Back to Top