Javascript must be enabled to continue!
Konsep Ketenangan dalam Komunikasi Dakwah Perspektif Marcus Auralius dan Imam Ghazali
View through CrossRef
Abstract. This study examines the concept of tranquinity in Islamic da’wah communication from the perspectives of the stoic school Marcus Aurelius’ Stoic philosophy and Imam Al-Ghazali’s spiritual thought. The research is motivated by the contemporary da’wah phenomenon, which is often characterized by emotional, reactive, and confrontational communication patterns that reduce the effectiveness of religious messages. This study employs the qualitative descriptive method using library research on Stoic and Islamic classical texts. The findings reveal that Stoicism emphasizes tranquinity through self-control, rational thinking, and the dichotomy of control between what can and cannot be governed by humans. Meanwhile, Al-Ghazali views tranquinity as the result of spiritual purification (tazkiyatun nafs), harmony between reason, heart, and desire, and closeness to God. The integration of both perspectives produces the da’wah communication model that is rational, empathetic, humane, and spiritually oriented. tranquinity plays a crucial role in fostering wise, persuasive, and ethical religious communication, making da’wah more effective and relevant in modern society.
Abstrak. Penelitian ini mengkaji konsep ketenangan dalam komunikasi dakwah melalui perspektif filosofi Stoikisme Marcus Aurelius dan pemikiran spiritual Imam Al-Ghazali. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena dakwah kontemporer yang kerap diwarnai oleh pola komunikasi emosional, reaktif, dan konfrontatif, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas penyampaian pesan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan terhadap karya-karya Stoikisme dan literatur klasik Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stoikisme menekankan ketenangan melalui pengendalian diri, rasionalitas, serta pemahaman dikotomi kendali antara hal yang dapat dan tidak dapat dikendalikan manusia. Sementara itu, Imam Al-Ghazali memaknai ketenangan sebagai hasil tazkiyatun nafs, keseimbangan akal, qalb, dan nafs, serta kedekatan spiritual dengan Allah. Integrasi kedua perspektif tersebut melahirkan model komunikasi dakwah yang rasional, empatik, humanis, dan berorientasi pada pembinaan spiritual. Ketenangan terbukti menjadi fondasi penting dalam membangun dakwah yang bijaksana, persuasif, dan relevan dengan tantangan masyarakat modern.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Konsep Ketenangan dalam Komunikasi Dakwah Perspektif Marcus Auralius dan Imam Ghazali
Description:
Abstract.
This study examines the concept of tranquinity in Islamic da’wah communication from the perspectives of the stoic school Marcus Aurelius’ Stoic philosophy and Imam Al-Ghazali’s spiritual thought.
The research is motivated by the contemporary da’wah phenomenon, which is often characterized by emotional, reactive, and confrontational communication patterns that reduce the effectiveness of religious messages.
This study employs the qualitative descriptive method using library research on Stoic and Islamic classical texts.
The findings reveal that Stoicism emphasizes tranquinity through self-control, rational thinking, and the dichotomy of control between what can and cannot be governed by humans.
Meanwhile, Al-Ghazali views tranquinity as the result of spiritual purification (tazkiyatun nafs), harmony between reason, heart, and desire, and closeness to God.
The integration of both perspectives produces the da’wah communication model that is rational, empathetic, humane, and spiritually oriented.
tranquinity plays a crucial role in fostering wise, persuasive, and ethical religious communication, making da’wah more effective and relevant in modern society.
Abstrak.
Penelitian ini mengkaji konsep ketenangan dalam komunikasi dakwah melalui perspektif filosofi Stoikisme Marcus Aurelius dan pemikiran spiritual Imam Al-Ghazali.
Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena dakwah kontemporer yang kerap diwarnai oleh pola komunikasi emosional, reaktif, dan konfrontatif, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas penyampaian pesan keagamaan.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan terhadap karya-karya Stoikisme dan literatur klasik Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stoikisme menekankan ketenangan melalui pengendalian diri, rasionalitas, serta pemahaman dikotomi kendali antara hal yang dapat dan tidak dapat dikendalikan manusia.
Sementara itu, Imam Al-Ghazali memaknai ketenangan sebagai hasil tazkiyatun nafs, keseimbangan akal, qalb, dan nafs, serta kedekatan spiritual dengan Allah.
Integrasi kedua perspektif tersebut melahirkan model komunikasi dakwah yang rasional, empatik, humanis, dan berorientasi pada pembinaan spiritual.
Ketenangan terbukti menjadi fondasi penting dalam membangun dakwah yang bijaksana, persuasif, dan relevan dengan tantangan masyarakat modern.
Related Results
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Abstrak.Da’i banyak yang mengamalkan dakwah menggunakan media sosial alternatif, salah satunya di platform YouTube. Kegiatan ini juga dilakukan oleh Ustadz Ramdan Fawzi dalam berda...
Riset Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Indonesia
Riset Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Indonesia
Buku ini mengemukakan berbagai topik-topik yang diangkat dari hasil penelitian dimulai konsep ‘riset dakwah’ dan ‘riset komunikasi dakwah’ dengan mengadakan penjelajahan wawasan ...
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
Abstrak: Antropologi dakwah adalah terminologi yang terdiri dari dua kata, yaitu antropologi dan dakwah. Seperti juga antropologi, dakwah merupakan salah satu disiplin ilmu. Bedany...
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Abstract. The motorcycle community is often considered to be doing harassment on the streets such as bullying, bribes, and other negative actions, but the “Bikers Dakwah Bandung” c...
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Masyarakat Madura dikenal dengan keakraban antar sesama manusia, selalu mengedepankan perilaku yang baik terhadap semua orang dan tidak pandang bulu, sopan santun yang dibudayakan ...
Elemen Kinesik, Kronemik, Paralinguistik dan Artifaktual dalam Dakwah: Kajian Komunikasi Bukan Lisan Badiuzzaman Said Nursi
Elemen Kinesik, Kronemik, Paralinguistik dan Artifaktual dalam Dakwah: Kajian Komunikasi Bukan Lisan Badiuzzaman Said Nursi
Komunikasi dakwah yang efektif meliputi komunikasi lisan dan bukan lisan. Seseorang komunikator Islam perlu mengambil kira faktor komunikasi bukan lisan ketika menyampaikan pesan d...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
İmam Hatip Lisesi Öğrencilerinin İmam Hatip Lisesi, Meslek Dersi Öğretmeni ve İdarecilerine İlişkin Metaforik Algıları
İmam Hatip Lisesi Öğrencilerinin İmam Hatip Lisesi, Meslek Dersi Öğretmeni ve İdarecilerine İlişkin Metaforik Algıları
Bu çalışmanın amacı, İmam Hatip Lisesi öğrencilerinin İmam Hatip
Lisesi, İmam Hatip Lisesi meslek dersi öğretmeni ve İmam Hatip
Lisesi idaresine ilişkin algılarını metaforlar yoluy...

