Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Presentasi Diri Seorang Model dalam Membentuk Personal Branding di Instagram

View through CrossRef
Abstract. This study explores how a model presents herself and builds personal branding through Instagram, with a focus on the account @kiranarizkys. Using a qualitative approach with a case study method, the research applies Erving Goffman’s dramaturgy theory as the analytical framework. The findings reveal that successful personal branding is shaped by the balance between the front stage (public appearance) and back stage (behind-the-scenes process). In this case, Kirana consciously curates visual content, chooses caption styles, and manages interactions with followers to build a professional yet authentic personal image. Her front stage performance involves showcasing modeling work, aesthetic visuals, and curated posts, while the back stage reveals casual moments and personal sides that support the authenticity of her branding. This study highlights how intentional self-representation on social media contributes to identity formation and audience perception. It also shows how digital platforms like Instagram offer a stage for individuals to construct and perform identity roles. Overall, the research contributes to the understanding of personal branding strategies in the digital era and extends the application of Goffman's dramaturgy theory in analyzing online self-presentation, especially within the context of modeling and influencer culture.Abstrak. Penelitian ini membahas bagaimana seorang model mempresentasikan diri dan membangun personal branding melalui platform Instagram, dengan fokus pada akun @kiranarizkys. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus serta teori dramaturgi Erving Goffman sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan personal branding dipengaruhi oleh keseimbangan antara wilayah front stage (tampilan publik) dan back stage (proses di balik layar). Kirana secara sadar mengelola unggahan konten visual, pemilihan gaya caption, hingga cara berinteraksi dengan pengikutnya sebagai bagian dari strategi membentuk citra diri. Di wilayah front stage, Kirana menampilkan dirinya sebagai model profesional dengan visual estetis dan narasi yang konsisten. Sementara itu, di wilayah back stage, ia menunjukkan sisi personal yang lebih santai namun tetap selaras dengan citra yang dibangun. Strategi ini menciptakan kesan autentik di mata audiens sekaligus menjaga kredibilitas sebagai public figure. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana individu, khususnya model, membentuk dan mempresentasikan identitas diri di media sosial. Selain itu, studi ini memperluas penerapan teori dramaturgi dalam konteks komunikasi digital, terutama dalam praktik personal branding di era media sosial yang serba visual dan strategis.  
Title: Presentasi Diri Seorang Model dalam Membentuk Personal Branding di Instagram
Description:
Abstract.
This study explores how a model presents herself and builds personal branding through Instagram, with a focus on the account @kiranarizkys.
Using a qualitative approach with a case study method, the research applies Erving Goffman’s dramaturgy theory as the analytical framework.
The findings reveal that successful personal branding is shaped by the balance between the front stage (public appearance) and back stage (behind-the-scenes process).
In this case, Kirana consciously curates visual content, chooses caption styles, and manages interactions with followers to build a professional yet authentic personal image.
Her front stage performance involves showcasing modeling work, aesthetic visuals, and curated posts, while the back stage reveals casual moments and personal sides that support the authenticity of her branding.
This study highlights how intentional self-representation on social media contributes to identity formation and audience perception.
It also shows how digital platforms like Instagram offer a stage for individuals to construct and perform identity roles.
Overall, the research contributes to the understanding of personal branding strategies in the digital era and extends the application of Goffman's dramaturgy theory in analyzing online self-presentation, especially within the context of modeling and influencer culture.
Abstrak.
 Penelitian ini membahas bagaimana seorang model mempresentasikan diri dan membangun personal branding melalui platform Instagram, dengan fokus pada akun @kiranarizkys.
Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus serta teori dramaturgi Erving Goffman sebagai pisau analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan personal branding dipengaruhi oleh keseimbangan antara wilayah front stage (tampilan publik) dan back stage (proses di balik layar).
Kirana secara sadar mengelola unggahan konten visual, pemilihan gaya caption, hingga cara berinteraksi dengan pengikutnya sebagai bagian dari strategi membentuk citra diri.
Di wilayah front stage, Kirana menampilkan dirinya sebagai model profesional dengan visual estetis dan narasi yang konsisten.
Sementara itu, di wilayah back stage, ia menunjukkan sisi personal yang lebih santai namun tetap selaras dengan citra yang dibangun.
Strategi ini menciptakan kesan autentik di mata audiens sekaligus menjaga kredibilitas sebagai public figure.
Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana individu, khususnya model, membentuk dan mempresentasikan identitas diri di media sosial.
Selain itu, studi ini memperluas penerapan teori dramaturgi dalam konteks komunikasi digital, terutama dalam praktik personal branding di era media sosial yang serba visual dan strategis.
 .

Related Results

Personal Branding Model Indonesia Next Top Model (INTM) melalui Instagram
Personal Branding Model Indonesia Next Top Model (INTM) melalui Instagram
Abstract. Personal Branding of a Flores Cantika model who still adheres to Sundanese as a cultural identity and dares to give an appearance that is more than what it is. Flores is ...
Share Activity Instagram Muslimah Gen Z Bandung
Share Activity Instagram Muslimah Gen Z Bandung
Abstract. Share activity on Instagram has become a crucial form of self-presentation among Gen Z. It enables users to manage how they are perceived by their audience, aligning with...
Citra Diri dalam Instagram Jokowi
Citra Diri dalam Instagram Jokowi
Communication is one of the basic human basic needs in living life as a social creature. Along with the development of the times that there is technology developing until social me...
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Analisis Personal Branding Perempuan Batak Toba Melalui Budaya Sinamot dalam Pernikahan Adat Batak Toba
Personal branding menjadi hal yang penting dalam diri untuk menciptakan citra diri yang positif dengan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Riset penelitian ini membahas men...
Strategi Dita Maharani Membentuk Personal Branding dalam Membangun Dita Maharani Language Academy di Instagram
Strategi Dita Maharani Membentuk Personal Branding dalam Membangun Dita Maharani Language Academy di Instagram
Nowadays, English has been a main concern for people. Besides the value of an English language as an universal language english language is a tool of communication. A very supporte...
Analisis Peran Media Sosial Instagram Sebagai Media Promosi Kopilikasi Dalam Menarik Minat Beli Konsumen
Analisis Peran Media Sosial Instagram Sebagai Media Promosi Kopilikasi Dalam Menarik Minat Beli Konsumen
Currently, there are many Instagram social media users. Currently, the use of Instagram as a promotional media plays an important role in building a company's business. Especially ...
HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN PRESENTASI DIRI TIDAK AUTENTIK PADA PENGGUNA INSTAGRAM AKTIF
HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN PRESENTASI DIRI TIDAK AUTENTIK PADA PENGGUNA INSTAGRAM AKTIF
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara harga diri  dengan presentasi diri tidak autentik (inauthentic self presentation) pada pengguna instagram ...

Back to Top