Javascript must be enabled to continue!
Cuci Negeri: Ekofeminis Dalam Sentralitas Ritual Pembersihan Negeri di Soya, Maluku
View through CrossRef
Abstract: This article aims to explore the ritual of cuci negeri in Soya, Maluku from an ecofeminist perspective. In the current of globalization, humans often make nature as an object so that various forms of oppression occur. However, in Soya's country, nature as a collective home understand nature as a collective home that is cared for through rituals the ritual of cuci negeri. The method used in this research is qualitative with descriptive type. This research uses interview techniques, documentary studies and literature studies. The results of the study found that the washing ritual of the land was a legacy given by the ancestors to make the people of Soya country aware that it came from nature. This awareness is not only affective but also includes the cleaning of the country which is carried out once a year with the aim of maintaining balance with nature and maintaining genealogical relationships with the ancestors. The ritual of cuci negeri also depicts nature as a woman who conceives and gives birth, gives life and protects against all life threats
Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menganalisis ritual cuci negeri di Soya, Maluku dalam perspektif ekofeminis. Dalam arus globalisasi, manusia seringkali menjadikan alam sebagai objek sehingga terjadi berbagai bentuk tindakan penindasan. Akan tetapi, dalam realitas masyarakat negeri Soya, mereka memahami alam sebagai rumah secara kolektif yang dirawat melalui ritual cuci negeri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan jenis deksriptif. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, studi dokumenter dan studi pustaka. Hasil penelitian menemukan bahwa ritual cuci negeri merupakan warisan yang diberikan oleh para leluhur untuk menyadarkan masyarakat negeri Soya yang berasal dari alam. Kesadaran ini tidak hanya sebatas afektif melainkan juga pada tindakan pembersihan negeri yang dilakukan sekali dalam setahun dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan dengan alam dan merawat hubungan genealogis bersama para leluhur. Ritual cuci negeri juga menggambarkan alam sebagai sosok perempuan yang mengandung dan melahirkan, memberi kehidupan serta perlindungan terhadap segala ancaman kehidupan.
Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri Toraja
Title: Cuci Negeri: Ekofeminis Dalam Sentralitas Ritual Pembersihan Negeri di Soya, Maluku
Description:
Abstract: This article aims to explore the ritual of cuci negeri in Soya, Maluku from an ecofeminist perspective.
In the current of globalization, humans often make nature as an object so that various forms of oppression occur.
However, in Soya's country, nature as a collective home understand nature as a collective home that is cared for through rituals the ritual of cuci negeri.
The method used in this research is qualitative with descriptive type.
This research uses interview techniques, documentary studies and literature studies.
The results of the study found that the washing ritual of the land was a legacy given by the ancestors to make the people of Soya country aware that it came from nature.
This awareness is not only affective but also includes the cleaning of the country which is carried out once a year with the aim of maintaining balance with nature and maintaining genealogical relationships with the ancestors.
The ritual of cuci negeri also depicts nature as a woman who conceives and gives birth, gives life and protects against all life threats
Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk menganalisis ritual cuci negeri di Soya, Maluku dalam perspektif ekofeminis.
Dalam arus globalisasi, manusia seringkali menjadikan alam sebagai objek sehingga terjadi berbagai bentuk tindakan penindasan.
Akan tetapi, dalam realitas masyarakat negeri Soya, mereka memahami alam sebagai rumah secara kolektif yang dirawat melalui ritual cuci negeri.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan jenis deksriptif.
Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, studi dokumenter dan studi pustaka.
Hasil penelitian menemukan bahwa ritual cuci negeri merupakan warisan yang diberikan oleh para leluhur untuk menyadarkan masyarakat negeri Soya yang berasal dari alam.
Kesadaran ini tidak hanya sebatas afektif melainkan juga pada tindakan pembersihan negeri yang dilakukan sekali dalam setahun dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan dengan alam dan merawat hubungan genealogis bersama para leluhur.
Ritual cuci negeri juga menggambarkan alam sebagai sosok perempuan yang mengandung dan melahirkan, memberi kehidupan serta perlindungan terhadap segala ancaman kehidupan.
Related Results
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
Latar belakang : kebiasaan cuci tangan yang benar sangat penting. Namun menurut Badan Pusat Statistik kebiasaan cuci tangan yang benar di Provinsi Jawa Tengah belum maksimal yaitu ...
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
PENERAPAN METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH
Latar belakang : kebiasaan cuci tangan yang benar sangat penting. Namun menurut Badan Pusat Statistik kebiasaan cuci tangan yang benar di Provinsi Jawa Tengah belum maksimal yaitu ...
Characteristics of beef nuggets affected by adding soya meat
Characteristics of beef nuggets affected by adding soya meat
The study was conducted to characterize nutritional, sensory quality and economic feasibility of beef nuggets as affected by adding soya meat. Therefore, the experiment was conduct...
ANTIBAKTERI GRAM POSITIF DAN NEGATIF DARI SEDIAAN SABUN CUCI PIRING FERMENTASI KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) SEBAGAI PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI
ANTIBAKTERI GRAM POSITIF DAN NEGATIF DARI SEDIAAN SABUN CUCI PIRING FERMENTASI KOMBUCHA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L) SEBAGAI PRODUK BIOTEKNOLOGI FARMASI
Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan sabun cuci piring yang berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang (Clitoria ternatea L) dari konsentrasi gula 20%, 30%, ...
British Food Journal Volume 54 Issue 7 1952
British Food Journal Volume 54 Issue 7 1952
Since March 16th the ban on the use of soya in the manufacture of sausages has been removed. The lifting of this restriction, which has been in force since 1946, will be welcomed b...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Pada Siswa SMP Negeri 1 Tombatu
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga dapat mencegah berbagai macam penyakit. Salah satu perilaku hid...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Bamboo Diversity in the Maluku Islands, Indonesia
Bamboo Diversity in the Maluku Islands, Indonesia
There is little documentation of bamboo species diversity and distribution in the Maluku Islands of Indonesia. This study aimed to provide information on the diversity and distribu...

