Javascript must be enabled to continue!
Pemeriksaan Molekular Treponema pallidum
View through CrossRef
Treponema pallidum adalah bakteri penyebab sifilis. Sifilis ditemukan pada abad ke XV di dataran Eropa, menyebar ke seluruh dunia dan menjadi isu global sampai saat ini. Sifilis dikenal dengan sebutan raja singa merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual yang penularannya tidak hanya melalui hubungan seksual. Infeksi lokal yang disebabkan oleh masuknya Treponema pallidum akan berkembang cepat menjadi sistemik dan bahkan dapat mengancam nyawa. Treponema pallidum tidak dapat dikultur secara in vitro. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis mengandalkan uji serologi. Saat ini, pemeriksaan standar untuk sifilis menggunakan mikroskop lapangan gelap sulit dilakukan. Pemeriksaan baru untuk mendeteksi Treponema pallidum menggunakan uji molekuler sudah mulai dikembangkan sejak abad XX. Penulisan ini mengambil ulasan dari beberapa jurnal penelitian yang menggunakan PCR sebagai alat diagnostik Treponema pallidum untuk membandingkan metode-metode pemeriksaan molekuler PCR Treponema pallidum. Spesifisitas PCR Treponema pallidum mencapai 100%. Sensitivisitas PCR bervariasi untuk setiap gen target dan jenis spesimen yang digunakan. Metode multiplex PCR banyak digunakan karena dapat mendeteksi Treponema pallidum dan patogen lain secara bersamaan. Pemeriksaan molekuler PCR Treponema pallidum masih perlu dikembangkan lebih lanjut di Indonesia.
Kata kunci : Treponema pallidum, sifilis, uji serologi, mikroskop, pemeriksaan molekular
Title: Pemeriksaan Molekular Treponema pallidum
Description:
Treponema pallidum adalah bakteri penyebab sifilis.
Sifilis ditemukan pada abad ke XV di dataran Eropa, menyebar ke seluruh dunia dan menjadi isu global sampai saat ini.
Sifilis dikenal dengan sebutan raja singa merupakan salah satu penyakit infeksi menular seksual yang penularannya tidak hanya melalui hubungan seksual.
Infeksi lokal yang disebabkan oleh masuknya Treponema pallidum akan berkembang cepat menjadi sistemik dan bahkan dapat mengancam nyawa.
Treponema pallidum tidak dapat dikultur secara in vitro.
Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis mengandalkan uji serologi.
Saat ini, pemeriksaan standar untuk sifilis menggunakan mikroskop lapangan gelap sulit dilakukan.
Pemeriksaan baru untuk mendeteksi Treponema pallidum menggunakan uji molekuler sudah mulai dikembangkan sejak abad XX.
Penulisan ini mengambil ulasan dari beberapa jurnal penelitian yang menggunakan PCR sebagai alat diagnostik Treponema pallidum untuk membandingkan metode-metode pemeriksaan molekuler PCR Treponema pallidum.
Spesifisitas PCR Treponema pallidum mencapai 100%.
Sensitivisitas PCR bervariasi untuk setiap gen target dan jenis spesimen yang digunakan.
Metode multiplex PCR banyak digunakan karena dapat mendeteksi Treponema pallidum dan patogen lain secara bersamaan.
Pemeriksaan molekuler PCR Treponema pallidum masih perlu dikembangkan lebih lanjut di Indonesia.
Kata kunci : Treponema pallidum, sifilis, uji serologi, mikroskop, pemeriksaan molekular.
Related Results
Efektivitas Pemeriksaan Serologis Sifilis
Efektivitas Pemeriksaan Serologis Sifilis
Abstract: High prevalence of syphilis can be reduced by doing screening. Tests used for screening and diagnosis of syphilis are serological tests of syphilis consisting of nontrepo...
Deep Learning-Based Structure Modeling of the
Treponema pallidum
Proteome: Insights into Pathogenesis and Syphilis Vaccine Development
Deep Learning-Based Structure Modeling of the
Treponema pallidum
Proteome: Insights into Pathogenesis and Syphilis Vaccine Development
Treponema pallidum
ssp.
pallidum
, the causative agent of syphilis, has a small proteome and encompasses numerous strains. Kno...
Sensitive detection of Treponema pallidum by using the polymerase chain reaction
Sensitive detection of Treponema pallidum by using the polymerase chain reaction
We have developed a sensitive assay for Treponema pallidum subsp. pallidum (T. pallidum), the agent of veneral syphilis, based upon the polymerase chain reaction (PCR). A 658-bp po...
Molecular Diagnostic Tools for Treponema pallidum
Molecular Diagnostic Tools for Treponema pallidum
Syphilis, a common sexually transmitted disease, is caused by Treponema pallidum subsp. pallidum. Owing to the chameleonic behavior of syphilis, ocular involvement still presents a...
Caracterização molecular das linhagens de Treponema pallidum, subespécie pallidum, circulantes no Brasil
Caracterização molecular das linhagens de Treponema pallidum, subespécie pallidum, circulantes no Brasil
Introdução: A bactéria Treponema pallidum (T. pallidum), subespécie pallidum, é o patógeno causador da sífilis, que pode ser transmitida por via sexual (sífilis adquirida) e por vi...
Prevalence of serological markers for Hepatitis B and C Viruses, human immuno-deficiency virus and Treponema pallidum among blood donors in Ouagadougou, Burkina Faso
Prevalence of serological markers for Hepatitis B and C Viruses, human immuno-deficiency virus and Treponema pallidum among blood donors in Ouagadougou, Burkina Faso
In Sub-Saharan Africa, transfusion safety remains a challenge due to the high endemicity of blood-borne infections. This study aimed to determining the seroprevalence of human immu...
TREPONEMA PALLIDUM: MECANISMOS DE RESISTÊNCIA AOS ANTIBIÓTICOS
TREPONEMA PALLIDUM: MECANISMOS DE RESISTÊNCIA AOS ANTIBIÓTICOS
Introdução: O Treponema pallidum é o agente causador da Sífilis, infecção sexualmente transmissível caracterizada por distintas manifestações clínicas e três estágios de progressão...
Seroprevalence of Treponema pallidum Among Residents of Yemetu, A SemiUrban Community in Ibadan, Southwest Nigeria
Seroprevalence of Treponema pallidum Among Residents of Yemetu, A SemiUrban Community in Ibadan, Southwest Nigeria
Introduction: Syphilis is a sexually transmitted bacterial disease transmitted during vaginal, anal and oral
sex. Pregnant women can also pass the disease to their unborn babies. H...

