Javascript must be enabled to continue!
Modifikasi Bak Pengecatan pada Pembuatan Sediaan Apusan Darah Tepi
View through CrossRef
Pembuatan preparat apusan darah tepi menjadi suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang tenaga laboratorium kesehatan. Sediaan apusan darah tepi merupakan bagian yang penting dari rangkaian pemeriksaan hematologi. Proses mengering-anginkan ini merupakan bagian penting yang dilakukan sebelum sediaan apusan darah tepi difiksasi dengan metil alkohol dan bagian penting setelah selesai proses pengecatan. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses kering-anginkan sediaan apusan darah ini yang menjadi latar belakang membuat modifikasi bak pengecatan pada pembuatan sediaan apusan darah.Tujuan penelitian ialah melakukan modifikasi terhadap bak pengecatan pada pembuatan preparat apusan darah tepi dan mengefisienkan waktu pembuatan preparat apusan darah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan memodifikasi bak pengecatan yang terbuat dari bahan akrilik berukuran 30cm x 10cm x 10cm yang ditambahkan kipas mini berukuran 4 cmx 4cm x1 cm. Untuk menghidupkan kipas mini digunakan power bank dengan pengatur kecepatan. Dilakukan uji fungsi dan uji efektifitas waktu pengeringan. Pada bak pengecatan standar rata-rata waktu pengeringan sediaan apusan darah ialah 6 menit 5 detik, bak pengecatan modifikasi dengan kecepatan 1000 rpm ialah 4 menit 32 detik, kecepatan 2000 rpm ialah 2 menit 14 detik,kecepatan 3000 rpm ialah 1 menit 58 detik dan kecepatan 4000 rpm ialah 1 menit 28 detik. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas dan uji bivariat pada perangkat lunak SPSS versi 19. Hasil analisis uji normalitas metode Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal dan uji bivariat metode Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna waktu pengeringan sediaan apusan darah tepi menggunakan alat modifikasi bak pengecatan sediaan apusan darah tepi. Untuk uji kualitas gambaran sel darah merah dan sel darah putih memiliki kualitas sama menggunakan bak pengecatan standar dengan modifikasi bak pengecatan pada pembuatan sediaan apusan darah tepi.
Poltekkes Kemenkes Mataram
Title: Modifikasi Bak Pengecatan pada Pembuatan Sediaan Apusan Darah Tepi
Description:
Pembuatan preparat apusan darah tepi menjadi suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang tenaga laboratorium kesehatan.
Sediaan apusan darah tepi merupakan bagian yang penting dari rangkaian pemeriksaan hematologi.
Proses mengering-anginkan ini merupakan bagian penting yang dilakukan sebelum sediaan apusan darah tepi difiksasi dengan metil alkohol dan bagian penting setelah selesai proses pengecatan.
Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses kering-anginkan sediaan apusan darah ini yang menjadi latar belakang membuat modifikasi bak pengecatan pada pembuatan sediaan apusan darah.
Tujuan penelitian ialah melakukan modifikasi terhadap bak pengecatan pada pembuatan preparat apusan darah tepi dan mengefisienkan waktu pembuatan preparat apusan darah.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan memodifikasi bak pengecatan yang terbuat dari bahan akrilik berukuran 30cm x 10cm x 10cm yang ditambahkan kipas mini berukuran 4 cmx 4cm x1 cm.
Untuk menghidupkan kipas mini digunakan power bank dengan pengatur kecepatan.
Dilakukan uji fungsi dan uji efektifitas waktu pengeringan.
Pada bak pengecatan standar rata-rata waktu pengeringan sediaan apusan darah ialah 6 menit 5 detik, bak pengecatan modifikasi dengan kecepatan 1000 rpm ialah 4 menit 32 detik, kecepatan 2000 rpm ialah 2 menit 14 detik,kecepatan 3000 rpm ialah 1 menit 58 detik dan kecepatan 4000 rpm ialah 1 menit 28 detik.
Analisis data dilakukan dengan uji normalitas dan uji bivariat pada perangkat lunak SPSS versi 19.
Hasil analisis uji normalitas metode Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal dan uji bivariat metode Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna waktu pengeringan sediaan apusan darah tepi menggunakan alat modifikasi bak pengecatan sediaan apusan darah tepi.
Untuk uji kualitas gambaran sel darah merah dan sel darah putih memiliki kualitas sama menggunakan bak pengecatan standar dengan modifikasi bak pengecatan pada pembuatan sediaan apusan darah tepi.
Related Results
Pengaruh Lama Penundaan Pengecatan Setelah Fiksasi Apusan Darah Tepi Terhadap Morfologi Eritrosit
Pengaruh Lama Penundaan Pengecatan Setelah Fiksasi Apusan Darah Tepi Terhadap Morfologi Eritrosit
Sediaan apus darah bertujuan untuk menilai morfologi eritrosit, leukosit, dan trombosit. Dalam pengecatan Giemsa sebelumnya sediaan apus darah difiksasi menggunakan methanol absolu...
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
Propionibacterium acnes adalah bakteri anaerob gram positif yang merupakan bakteri paling dominan pada lesi jerawat. P.acnes berperan dalam patogenesis acne dengan cara memecah kom...
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Penyimpanan persediaan farmasi harus mengikuti regulasi yang berlaku untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan. Tujuannya menjaga kualitas, mencegah penyalahgunaan, dan mengelo...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggun...
Air-Dried and Wet Fixation on Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Specimen
Air-Dried and Wet Fixation on Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Specimen
Kualitas pewarnaan Diff-Quick bergantung pada beberapa faktor diantaranya adalah metode fiksasi yaitu fiksasi kering dan fiksasi basah. Kedua metode tersebut memiliki kekurangannya...
OPTIMALISASI RUTE KENDARAAN MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIX SEBAGAI PENENTUAN RUTE DISTIBUSI DARAH DI UTD PMI KOTA PEKANBARU
OPTIMALISASI RUTE KENDARAAN MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIX SEBAGAI PENENTUAN RUTE DISTIBUSI DARAH DI UTD PMI KOTA PEKANBARU
Penelitian ini dilakukan di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Kota Pekanbaru. UTD PMI tersebut merupakan unit pelayanan kesehatan yang terdiri dari seragkai kegiatan, sal...
ANALISIS HUBUNGAN KESESUAIAN PROSEDUR PERACIKAN DAN KUALITAS SEDIAAN RACIKAN NONSTERIL BEBERAPA APOTEK DI KABUPATEN PEKALONGAN
ANALISIS HUBUNGAN KESESUAIAN PROSEDUR PERACIKAN DAN KUALITAS SEDIAAN RACIKAN NONSTERIL BEBERAPA APOTEK DI KABUPATEN PEKALONGAN
Sediaan racikan yang ada di fasilitas kesehatan mempunyai permasalahan utama yaitu tentang kualitas sediaan karena dalam proses peracikannya belum menggunakan persyaratan yang keta...

